Baca selengkapnya
17.26 · 9 Oktober 2025

Strategi China: Bahan Mentah Jadi Senjata di Perang Teknologi

Inti pembahasan
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
Inti pembahasan
  • Tiongkok memperketat kontrol ekspor logam tanah jarang di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS.
  • Logam tanah jarang menjadi sumber daya strategis abad ke-21, penting bagi chip, baterai, dan kendaraan listrik.
  • Langkah ini memperlihatkan strategi geopolitik Beijing untuk mempertahankan dominasi teknologi global.

Tiongkok memberlakukan pembatasan besar-besaran terhadap ekspor logam tanah jarang dan teknologi terkait — sebuah langkah eskalatif baru dalam perang dagang dengan Amerika Serikat. Regulasi baru yang berlaku mulai 1 Desember ini mewajibkan izin ekspor bahkan untuk produk yang hanya mengandung jejak kecil bahan tersebut. Beijing menyebut langkah ini sebagai upaya untuk melindungi keamanan nasional, namun secara tidak langsung juga menambah tekanan pada rantai pasokan global dan industri teknologi dunia.

Logam tanah jarang terdiri dari 17 elemen kimia penting bagi teknologi modern — mulai dari semikonduktor dan magnet motor listrik hingga baterai kendaraan listrik. Walau tidak benar-benar langka di alam, proses penambangan dan pengolahannya sangat kompleks dan mahal. Tiongkok menguasai sekitar 70% produksi global dan hingga 90% kapasitas pemrosesan, memberikannya posisi dominan di pasar dunia.

Regulasi Baru — Respons Beijing terhadap Langkah AS

Menurut Kementerian Perdagangan Tiongkok, aturan baru ini melarang ekspor logam tanah jarang serta teknologi yang terkait dengan produksi semikonduktor dan komponen militer tanpa izin resmi. Pembatasan juga mencakup peralatan untuk produksi baterai kendaraan listrik. Beijing berargumen langkah ini mencegah penyalahgunaan material strategis untuk tujuan militer, sekaligus menegaskan posisinya di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington.

Para analis menilai kebijakan ini menargetkan sektor teknologi AS — termasuk Nvidia, AMD, dan TSMC — yang sangat bergantung pada logam tanah jarang untuk memproduksi chip dan komponen berteknologi tinggi seperti AI dan perangkat elektronik canggih.

 

Dampak terhadap Industri Global

  • Manufaktur Semikonduktor: Perusahaan seperti Nvidia, Apple, TSMC, Samsung, dan SK Hynix bergantung pada logam tanah jarang untuk memproduksi chip. Aturan baru ini dapat menunda ekspansi pabrik di luar Tiongkok dan menaikkan biaya produksi.

  • Sektor Otomotif & Energi: Logam tanah jarang sangat penting untuk pembuatan magnet motor listrik dan baterai EV. Pembatasan ekspor dapat mendorong kenaikan harga komponen serta menunda proyek kendaraan listrik dan turbin angin.

  • Keamanan Nasional: Larangan ekspor untuk penggunaan militer menunjukkan kekhawatiran Beijing atas persaingan teknologi dan militer global — terutama dalam bidang AI dan sistem persenjataan canggih.

 

Keputusan Tiongkok memperketat ekspor logam tanah jarang bukan sekadar kebijakan perdagangan, tetapi bagian dari strategi geopolitik jangka panjang. Beijing mengirimkan sinyal bahwa mereka memiliki “kartu truf” dalam negosiasi dengan AS — memanfaatkan dominasinya atas sumber daya penting ini sebagai alat tawar.

Sebagai respons atas sanksi AS terhadap industri semikonduktor Tiongkok, terutama di bidang AI dan chip canggih, Beijing kini menunjukkan bahwa mereka juga bisa membalas secara simetris dengan membatasi akses ke bahan mentah yang vital. Langkah ini mempertegas bahwa kendali atas logam tanah jarang kini menjadi senjata strategis utama dalam perang dagang dan kompetisi teknologi antar kekuatan global.

Negara-negara Barat kini terdorong untuk mempercepat investasi dalam diversifikasi rantai pasok serta mengembangkan kapasitas pemrosesan domestik. Namun, membangun kemandirian dari dominasi Tiongkok memerlukan waktu dan biaya besar, yang dalam jangka pendek dapat meningkatkan risiko gangguan pasokan global.

Kebijakan terbaru ini menandai pergeseran penting dalam kompetisi ekonomi dan teknologi global. Negara dan korporasi kini harus bersiap menghadapi potensi gangguan pasokan serta meningkatnya peran negara dalam mengendalikan sumber daya strategis dunia. Dalam jangka panjang, diversifikasi pasokan dan inovasi teknologi menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan global pada Tiongkok dan memperkuat ketahanan ekonomi dunia.

Perusahaan teknologi seperti Nvidia dan AMD, yang telah menikmati pertumbuhan besar dalam beberapa tahun terakhir, kini menghadapi tantangan serius. Pembatasan ekspor ini bisa mengganggu rantai pasok, meningkatkan biaya produksi, dan mengikis kepercayaan investor terhadap prospek jangka pendek industri semikonduktor.
 

 

 

2 Februari 2026, 19.17

Shutdown Pemerintah AS Terulang: Apa Dampaknya Kali Ini?

21 Januari 2026, 22.45

US OPEN: Pergeseran Sikap Trump Dongkrak Sentimen Wall Street

21 Januari 2026, 01.54

Daily Summary: “Sell America” Dorong Aset AS Terjun Bebas (20.01.2026)

20 Januari 2026, 22.21

Bank mengkhawatirkan Trump📉Perencanaan Terpusat di AS?

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.