Harga perak (silver) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis setelah gagal mempertahankan rebound menuju area US$58. Pelemahan logam mulia masih dipengaruhi yield obligasi AS dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve (Fed) yang ketat, sehingga silver mencatat penurunan untuk hari kedua berturut-turut pada sesi Asia.
Harga Silver Turun ke US$56,07, Area US$55,55 Jadi Fokus
Sumber: xStation
Berdasarkan grafik 1 jam (hourly chart) terbaru, harga silver berada di sekitar US$56,07 setelah mengalami tekanan jual yang cukup agresif dari area US$58. Harga juga telah menembus level horizontal US$56,80, yang kini menjadi resistance terdekat apabila terjadi rebound.
Indikator momentum masih menunjukkan dominasi penjual. RSI (14) turun ke 28,56, memasuki wilayah jenuh jual (oversold), sementara MACD berada di area negatif dengan histogram sekitar -0,159. Kondisi ini menunjukkan momentum bearish masih berlangsung, meskipun RSI yang oversold membuka peluang rebound teknikal dalam jangka pendek.
Dari sisi volatilitas, Bollinger Bands dengan periode MA20 dan standar deviasi 2 mulai menunjukkan pelebaran pita, terutama pada sisi bawah. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa volatilitas meningkat seiring percepatan penurunan harga. Pelebaran Bollinger Bands tidak digunakan sebagai acuan support atau resistance, melainkan untuk mengamati perubahan rentang pergerakan harga dan kekuatan volatilitas pasar.
Selama harga silver masih berada di bawah US$56,80, tekanan bearish jangka pendek berpotensi berlanjut.
Pada sisi bawah, US$55,55 menjadi support penting berikutnya. Jika harga menembus area tersebut, penurunan dapat berlanjut menuju US$54,80.
Sebaliknya, jika pembeli mulai masuk dan mendorong harga kembali di atas US$56,80, peluang rebound menuju area US$58,51 akan semakin terbuka. Level tersebut menjadi resistance lanjutan yang perlu diperhatikan.
Dengan harga silver yang telah memasuki kondisi oversold, perhatian pasar kini tertuju pada respons pembeli di sekitar US$55,55. Apabila support tersebut bertahan, peluang rebound teknikal masih terbuka. Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus US$55,55, risiko koreksi menuju US$54,80 akan meningkat.
Pergerakan Bollinger Bands yang semakin melebar juga perlu diperhatikan sebagai indikasi apakah volatilitas penurunan masih meningkat atau mulai mereda.
Market Wrap: Nasdaq Tertekan, Minyak dan Risiko Iran Memanas
Daily Summary: Nasdaq Naik, SpaceX dan Tesla Jadi Sorotan
Harga Gas Alam AS Anjlok 6%
Rusia Jual Cadangan Emas 10 Bulan, Harga Emas Terancam?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.