Baca selengkapnya
00.31 · 14 Maret 2026

Tiga Pasar yang Perlu Dipantau Minggu Depan (13.03.2026)

Sebuah “super week” bank sentral yang jarang terjadi akan bertepatan dengan meningkatnya premi risiko geopolitik yang terkait dengan perkembangan di Timur Tengah. Kalender peristiwa ekonomi sangat padat dan mencakup keputusan suku bunga dari Federal Reserve (Rabu), European Central Bank (Kamis), dan Bank of Japan (Kamis). Selain itu, terdapat katalis penting bagi sektor teknologi melalui konferensi AI Nvidia GTC (Senin–Kamis), serta faktor politik berupa pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa yang berfokus pada situasi di Timur Tengah.

Pada saat yang sama, pasar minyak mulai memperhitungkan risiko gangguan berkepanjangan terhadap jalur transportasi energi utama. Oleh karena itu, tiga pasar utama yang perlu dipantau minggu depan adalah minyak (OIL), US500, dan USDJPY.

OIL

Minyak tetap menjadi indikator paling jelas dari ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Namun, risiko pasar saat ini bukan hanya terkait volatilitas harga, tetapi terutama mengenai durasi gangguan pasokan serta seberapa cepat arus perdagangan minyak global dapat menyesuaikan diri.

Dalam beberapa hari terakhir, Brent sempat diperdagangkan di atas $100 per barel, dan sejumlah bank investasi mulai menaikkan proyeksi harga jangka pendek. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa ketegangan geopolitik dan risiko terhadap infrastruktur energi akan menjaga pasar minyak dalam kondisi pasokan yang ketat.

Sejumlah peristiwa makroekonomi juga dapat memperbesar pergerakan harga. Data penjualan ritel dan produksi industri China (Senin) akan memberikan sinyal mengenai permintaan energi. Setelah itu, keputusan suku bunga dari Fed, ECB, dan BOJ akan memengaruhi pergerakan dolar AS serta kondisi finansial global secara lebih luas.

US500

Pasar saham AS saat ini berada di persimpangan tiga kekuatan utama: kebijakan moneter, narasi AI, dan risiko geopolitik.

Keputusan suku bunga Federal Reserve serta konferensi pers Jerome Powell (Rabu) akan menjadi peristiwa utama bagi investor saham. Pasar akan mencermati apakah komite akan menekankan skenario “higher for longer” akibat risiko inflasi—terutama jika harga minyak tetap tinggi—atau apakah The Fed melihat tanda-tanda perlambatan ekonomi yang cukup untuk membuka ruang bagi pemangkasan suku bunga di masa depan.

Pada saat yang sama, konferensi Nvidia GTC (Senin–Kamis) berpotensi kembali memperkuat narasi kecerdasan buatan melalui pengumuman produk baru, roadmap teknologi, serta presentasi dari CEO Jensen Huang.

USDJPY

Keputusan Bank of Japan (Kamis) serta konferensi pers Gubernur Kazuo Ueda akan dianalisis pasar untuk mencari sinyal mengenai keberlanjutan inflasi di Jepang dan dampak dari guncangan harga komoditas global.

Pada saat yang sama, keputusan Federal Reserve (Rabu) akan menentukan arah imbal hasil obligasi AS, yang tetap menjadi penggerak utama pergerakan dolar.

Dalam praktiknya, pasangan USDJPY kemungkinan akan dianalisis minggu ini dalam kerangka dua tahap: pertama keputusan The Fed, kemudian keputusan BOJ. Setelah kedua pengumuman tersebut diketahui, barulah pergerakan arah yang lebih kuat dapat muncul di pasar.

14 Maret 2026, 02.02

Daily Summary: Brent di $100, Saham Tutup Merah

14 Maret 2026, 00.21

AMZN: Awal Akhir Mimpi AI?

13 Maret 2026, 23.16

BlackRock: Masalah Besar, Bukan Krisis

13 Maret 2026, 21.32

US OPEN: Wall Street Naik Tipis Meski GDP AS Mengecewakan

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.