U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) membuka jalan bagi perdagangan saham dalam bentuk token atau tokenized equities secara lebih luas.
Keputusan ini memperkuat narasi yang sudah berkembang selama beberapa bulan terakhir mengenai integrasi antara aset digital dan pasar modal tradisional.
Keputusan pada 17 September muncul setelah proses lanjutan terhadap CLARITY Act terhambat di Senat.
Jalur administratif yang digunakan SEC memungkinkan liberalisasi pasar tetap berjalan. Namun, pendekatan ini juga menyisakan ketidakpastian bagi investor mengenai seberapa permanen aturan baru tersebut akan bertahan.
- Mekanisme baru memberikan pengecualian bersyarat selama lima tahun terhadap sebagian persyaratan regulasi bagi platform perdagangan tokenized equities dan penyedia likuiditas.
- Token yang diperdagangkan harus memberikan hak yang setara dengan saham tradisional, termasuk hak atas dividen dan voting. Namun, emiten tetap dapat menolak sahamnya diperdagangkan melalui mekanisme tersebut. Aturan ini juga tidak mencakup instrumen sintetis yang hanya mengikuti pergerakan harga saham.
- Implementasinya masih berada pada tahap eksperimental. SEC diperkirakan menerapkan batas terhadap jumlah instrumen dan volume transaksi, kewajiban disclosure, serta berbagai perlindungan teknologi.
- Perubahan regulasi ini terutama didorong oleh potensi ekonomi dari tokenisasi. Pendukung sistem aset tokenized menilai teknologi ini dapat mempercepat settlement, menurunkan biaya administrasi, dan memperluas akses terhadap likuiditas.
Secara keseluruhan, perubahan tersebut ditujukan untuk memperkuat sistem keuangan dan mendukung investasi produktif. Namun, keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada minat emiten, platform perdagangan, dan pelaku pasar.
Berita mengenai integrasi tokenisasi yang lebih luas memberikan sentimen positif terutama terhadap aset kripto dan perusahaan yang terkait langsung dengan aktivitas perdagangannya.
Pada 21 September, Bitcoin naik ke sekitar US$85.000, level tertinggi sejak Januari.
Di pasar saham, Strategy naik sekitar 8%, sementara Coinbase dan Robinhood masing-masing menguat sekitar 5%.
Namun, mengaitkan seluruh kenaikan tersebut hanya dengan keputusan SEC akan terlalu menyederhanakan situasi.
Pasar juga mendapatkan dukungan dari aliran dana masuk ke ETF Bitcoin dan aktivitas short covering.
Sentimen regulasi yang lebih positif juga muncul bersamaan dengan membaiknya risk appetite secara umum, sehingga sulit menentukan secara pasti seberapa besar kontribusi masing-masing katalis terhadap kenaikan hari ini.
Yang penting, hubungan tokenisasi dengan Bitcoin bersifat tidak langsung.
Penggunaan blockchain yang lebih luas oleh institusi keuangan dapat meningkatkan penerimaan terhadap seluruh kelas aset digital dan membuka ruang bagi tambahan alokasi modal.
Namun, perdagangan saham tokenized sendiri tidak membutuhkan kenaikan pembelian Bitcoin dalam jumlah yang sebanding.
Strategy Menambah Eksposur terhadap Rally Bitcoin
Strategy tidak hanya mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga Bitcoin, tetapi juga dari sejumlah katalis fundamental.
Perusahaan kembali membeli 950 Bitcoin senilai sekitar US$75,7 juta, sehingga total kepemilikannya meningkat menjadi sekitar 846.000 BTC.
Dengan ukuran portofolio sebesar itu, setiap kenaikan harga Bitcoin sebesar US$1.000 akan meningkatkan nilai bruto kepemilikan perusahaan sekitar US$846 juta.
Dari sisi valuasi, mekanisme pendanaan Strategy juga menjadi faktor penting.
Jika kenaikan harga saham Strategy meningkatkan premium terhadap nilai aset bersih atau NAV yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa, perusahaan dapat menerbitkan saham untuk mendapatkan modal tambahan dan membeli Bitcoin lebih banyak.
Namun manfaat strategi tersebut bagi investor lama bergantung pada beberapa faktor, termasuk harga penerbitan saham, tingkat dilusi, serta kewajiban keuangan perusahaan.
Jika premium terhadap NAV menyempit, mekanisme tersebut akan menjadi kurang efektif, bahkan jika harga Bitcoin tetap stabil.
Karena itu, hubungan antara Strategy dan Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh arah harga BTC, tetapi juga oleh premium saham terhadap NAV dan kemampuan perusahaan terus mendapatkan pendanaan dengan kondisi yang menguntungkan.
Anthropic Menuju IPO $2 Triliun, Tapi AI Mau Direm
Daily Summary: Nasdaq Pimpin Rally Wall Street
Wall Street Pulih Setelah The Fed
US Open: Wall Street Rebound Setelah The Fed Hawkish
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.