Baca selengkapnya
22.30 · 23 Maret 2026

U-Turn Tajam di Wall Street

-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis

Wall Street sedang mengalami rollercoaster geopolitik klasik. Volatilitas sangat ekstrem dan hampir sepenuhnya didorong oleh perkembangan konflik di Teluk Persia. Beberapa jam yang lalu, pasar bersiap menghadapi eskalasi setelah berakhirnya ultimatum 48 jam kepada Iran, namun secara tiba-tiba mengetahui bahwa batas waktu tersebut diperpanjang lima hari. Keputusan ini langsung membawa kelegaan dan pembalikan tajam di berbagai kelas aset.

Pergerakan pasar hari ini pada dasarnya merupakan versi percepatan dari fenomena “buy the rumor, sell the news.” Sebelum pembukaan pasar AS, pasar telah memperhitungkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi, yang mendorong harga minyak naik dan meningkatkan indeks volatilitas. Investor secara bersamaan memperhitungkan risiko lonjakan inflasi dan sikap bank sentral yang lebih hawkish, yang menekan saham, obligasi, dan aset lainnya.

Situasi berbalik hampir seketika setelah Donald Trump mengumumkan kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran. Kontrak berjangka pada indeks utama melonjak tajam, dan harga minyak turun drastis, mencerminkan harapan akan de-eskalasi. Pernyataan dan unggahan Trump saja cukup untuk mengubah sentimen, mendorong indeks utama AS kembali naik. Pada awal sesi perdagangan tunai di Wall Street, S&P 500 naik lebih dari 1,5 persen, Dow Jones naik 1,6 persen, dan Nasdaq naik lebih dari 1,5 persen.

Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap setiap berita individu dan betapa rendahnya stabilitas tren jangka pendek. Penyangkalan cepat dari Iran semakin menegaskan tingkat ketidakpastian. Investor kini bergerak di antara skenario ekstrem, di mana setiap sinyal baru dapat secara drastis mengubah arah pasar.

Minyak tetap menjadi pusat perhatian sebagai saluran utama transmisi risiko. Kekhawatiran tentang gangguan di Selat Hormuz secara langsung memengaruhi ekspektasi inflasi, valuasi suku bunga, dan kinerja perusahaan. Inilah alasan mengapa terkadang terjadi situasi tidak biasa di mana saham, obligasi, dan bahkan emas semuanya berada di bawah tekanan secara bersamaan.

Episode ini menyerupai periode sebelumnya ketika komunikasi politik AS menyebabkan pergerakan pasar yang tiba-tiba dan tidak terduga. Perbedaannya saat ini adalah bahwa risikonya tidak hanya pada sentimen investor, tetapi juga pada guncangan energi nyata yang dapat mendorong inflasi lebih tinggi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

 

Sumber: xStation5

Berita Emiten

Di Wall Street, saham teknologi dan semikonduktor menguat seiring sinyal meredanya ketegangan di Timur Tengah, dengan NVIDIA (NVDA.US) dan AMD (AMD.US) memimpin rebound. Perbaikan sentimen pasar menarik investor yang tertarik pada potensi jangka panjang kecerdasan buatan, sementara kenaikan jangka pendek menunjukkan betapa sensitifnya perusahaan teknologi terhadap faktor geopolitik dan sentimen investor.

Saham Apple (AAPL.US) naik sekitar 1,5 persen di awal sesi. Pasar merespons positif terhadap penjualan iPhone yang kuat dan tingkat pembaruan perangkat yang mencapai rekor. Secara khusus, pengguna di China dengan cepat mengganti ponsel mereka, menandakan permintaan yang tetap stabil. Apple tetap menjadi pilar sektor teknologi, menarik aliran modal selama periode ketidakpastian dan menjadi simbol stabilitas serta inovasi.

Berkshire Hathaway (BRKB.US) mengumumkan rencana investasi signifikan pada perusahaan asuransi Jepang Tokio Marine, dengan akuisisi awal sekitar 2,5 persen saham.

Saham Palantir (PLTR.US) naik lebih dari 1,5 persen di awal sesi. Sistem AI Maven milik perusahaan akan secara resmi diterapkan di Pentagon, memberikan militer alat canggih untuk mendeteksi dan menghadapi ancaman di berbagai domain. Kontrak signifikan ini menegaskan pentingnya Palantir di sektor pertahanan dan dapat berdampak positif terhadap reputasi serta valuasi perusahaan di mata investor.

23 Maret 2026, 22.54

Apa Selanjutnya untuk Iran?

23 Maret 2026, 20.35

Trump batalkan ultimatum Iran 🚨 "TACO" membalikkan arah pasar 📈

23 Maret 2026, 18.35

Bitcoin mendekati level akumulasi? Saham Coinbase telah turun 58% dari level puncak rekornya

23 Maret 2026, 18.27

BREAKING: Terobosan dalam Kasus Iran; Harga Minyak turun 10% ❗📉🚨

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.