Saham-saham uranium melemah tajam hari ini, meskipun harga uranium futures justru naik ke level $73,5 per pon. Tekanan jual ini terutama dikaitkan dengan meningkatnya peluang gencatan senjata di Ukraina serta potensi mencairnya hubungan antara Washington dan Moskow. Dengan berkurangnya risiko sanksi luas terhadap sektor nuklir strategis Rusia, investor menilai prospek pasokan global uranium menjadi lebih longgar.
- Sebelumnya, reli saham tambang uranium sempat didorong oleh ekspektasi adanya embargo atau pembatasan impor uranium Rusia. Namun, skenario sebaliknya justru membatasi ruang kenaikan harga saham, karena pasar uranium AS tetap menghadapi persaingan dari pemasok global.
- Pengambilan keuntungan (profit-taking) juga memberikan tekanan pada sektor ini, mendorong saham pertambangan uranium turun. Di antara yang mengalami penurunan paling besar adalah Cameco dan Centrus Energy, sementara Energy Fuels turun hampir 18%. Saham Uranium Energy Corp (UEC.US) juga turun lebih dari 10%, menarik kembali dari rekor tertingginya.
UEC.US (D1 interval)

Sumber: xStation5
Netflix Turun 9% Usai Earnings Q1
S&P 500 di rekor tertinggi 📈 Charles Schwab turun 4,5% meski laporan earnings kuat
Saham Netflix naik 18% sejak awal 2026 📊 Fokus pada earnings Q1
Sektor energi dan utilitas AS menjadi sorotan 🔍 Apa yang akan ditunjukkan perusahaan S&P 500?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.