Baca selengkapnya
01.24 · 21 Mei 2026

URGENT: Risalah The Fed Perkuat Risiko Kenaikan Suku Bunga

Risalah rapat terbaru The Fed sejalan dengan sinyal yang sebelumnya disampaikan Chair Powell dalam konferensi pers terakhirnya. Perlu diingat bahwa tiga pembuat kebijakan menolak apa yang disebut sebagai “easing bias” terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga di masa depan. Mengingat Stephen Miran tetap memilih pemangkasan suku bunga, perbedaan voting kali ini menjadi yang terbesar sejak tahun 1992.

Poin-Poin Utama dari Risalah

 

  • Sebagian besar diskusi menyoroti bahwa apabila inflasi inti gagal melanjutkan penurunan, langkah berikutnya dari Komite dapat berupa kenaikan suku bunga.
  • Meskipun Chair Powell mencoba menjaga nada yang seimbang dalam konferensi pers April, risalah ini memperlihatkan tingkat kekhawatiran sebenarnya di dalam Komite.
  • Dokumen tersebut secara kuat menegaskan pandangan banyak anggota bahwa dalam kondisi saat ini, keseimbangan risiko terhadap inflasi jelas condong ke arah upside.
  • Kelompok hawkish yang kuat di dalam Komite — diwakili anggota seperti Hammack, Kashkari, dan Logan — bahkan telah terbentuk sebelum Warsh resmi mengambil posisi kepemimpinan.
  • Risalah juga mengungkap kekhawatiran mendalam para pembuat kebijakan terhadap bagaimana kenaikan kurva futures minyak mentah mulai mendorong ekspektasi inflasi pasar dalam jangka pendek.
  • Analisis staf The Fed menunjukkan bahwa setelah periode perlambatan, kondisi pasar tenaga kerja telah “stabil”.
  • Bagi sebagian pembuat kebijakan, hal ini menjadi bukti bahwa ekonomi AS tidak berada di ambang perlambatan mendadak dan tidak membutuhkan dukungan melalui kebijakan suku bunga yang lebih murah.

 

 

21 Mei 2026, 01.00

Daily Summary: Minyak Anjlok, Pasar Fokus ke Earnings Nvidia

19 Mei 2026, 13.24

Market Wrap: Pasar Masih Skeptis terhadap Trump dan Iran

16 Mei 2026, 01.21

Daily summary: Pasar Global Tertekan usai Kunjungan Trump ke China

15 Mei 2026, 23.32

US OPEN: Saham AI Kena Aksi Profit Taking

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.