Di awal pekan baru sekaligus hari pertama perdagangan September, futures indeks AS bergerak tenang dengan perubahan terbatas sekitar ±0,05%. Pasar saham AS hari ini tutup karena libur Labor Day.
Investor juga mencermati dampak putusan terbaru Pengadilan Banding AS soal tarif era Trump. Pada Jumat lalu, pengadilan memutus 7–4 bahwa sebagian besar tarif yang diberlakukan mantan Presiden Donald Trump tidak sepenuhnya sesuai hukum. Para ahli menilai keputusan ini bisa melemahkan posisi tawar AS dalam negosiasi dagang. Putusan ditangguhkan hingga 14 Oktober untuk memberi waktu banding lebih lanjut. Kasus ini diperkirakan akan sampai ke Mahkamah Agung, namun untuk saat ini peluang lebih besar pada pencabutan sebagian besar tarif, hanya menyisakan yang ditujukan pada sektor tertentu. Hal ini berpotensi memberi keringanan bagi banyak perusahaan dan meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi.
Secara musiman, September sering menjadi bulan terlemah bagi saham AS, dengan tekanan jual historis paling besar sepanjang tahun.
Meski begitu, sejauh ini US500 masih bertahan cukup baik — naik 9,3% secara year-to-date, setelah performa solid sepanjang 2024.
CPI AS, ECB, dan IPO SpaceX Jadi Sorotan Pekan Depan
Daily summary: Nasdaq Anjlok 3%, Saham AI dan Chip Tertekan
NFP AS Melonjak, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menguat
US Open: Saham AI Tertekan Setelah Data Tenaga Kerja AS Kuat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.