Indeks saham utama AS membuka hari perdagangan terakhir tahun 2025 sedikit di bawah level penutupan sebelumnya. Sesi perdagangan hari ini akan berlangsung lebih singkat dan, dengan volume yang rendah, pergerakan tajam diperkirakan tidak terjadi — terutama setelah rilis data pasar tenaga kerja yang solid. Data pengangguran menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap stabil. Jumlah klaim pengangguran baru turun ke level terendah dalam satu bulan, sementara klaim berkelanjutan juga turun sesuai ekspektasi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun indeks saham melemah tipis saat pembukaan, pasar tenaga kerja tetap tangguh terhadap fluktuasi musiman dan dampak pemangkasan suku bunga The Fed sebelumnya.
Kemarin, minutes dari pertemuan The Fed bulan Desember dirilis dan mengungkap meningkatnya perbedaan pandangan di antara anggota FOMC terkait kelanjutan pemangkasan suku bunga. Hal ini terjadi meskipun The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3.5–3.75%, dengan hasil pemungutan suara 9–3 — jumlah dissent terbesar sejak 2019. Mayoritas peserta memperkirakan pemangkasan lanjutan akan dilakukan jika inflasi turun sesuai proyeksi menuju target 2%. Namun, sebagian anggota mendorong agar suku bunga dipertahankan lebih lama, dengan alasan ketahanan penurunan inflasi masih belum pasti serta adanya risiko pelemahan pasar tenaga kerja di tengah pertumbuhan ekonomi yang moderat, termasuk lonjakan pertumbuhan PDB kuartal ketiga sebesar 4.3%.
Dampak tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump dinilai bersifat sementara dan dijadwalkan berakhir pada 2026. Meski demikian, kubu hawkish menekankan perlunya kepastian yang lebih kuat terkait arah harga ke depan. Dot plot, yang mencerminkan proyeksi dari 19 anggota FOMC, mengindikasikan pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026 dan 2027 menuju level netral di sekitar 3%. Pasar menafsirkan sinyal ini sebagai tekanan ringan pada Wall Street sekaligus meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga pada April. Rotasi mendatang para presiden bank regional — termasuk Beth Hammack, Anna Paulson, Lorie Logan, dan Neel Kashkari, yang dikenal menentang pelonggaran lanjutan — berpotensi mempengaruhi dinamika FOMC ke depan. Pada saat yang sama, bank sentral kembali melakukan pembelian surat utang jangka pendek (Treasury bills) sebesar USD 40 miliar per bulan untuk mencegah cadangan likuiditas turun di bawah level aman. Pasar memperkirakan The Fed akan menahan keputusan hingga data baru tersedia setelah kekosongan informasi akibat penutupan pemerintahan.

Sumber: xStation5
US500 (H1 interval)
Kontrak berjangka S&P 500 (US500) bergerak melemah tipis setelah reli sebelumnya, mencerminkan fase koreksi pada grafik per jam. Harga mencoba bangkit dari penurunan terbaru, namun EMA 25 jangka pendek masih berada di bawah EMA 50 dan EMA 100, sementara area resistensi utama di EMA 100 belum berhasil ditembus. Indikator RSI menunjukkan keunggulan penjual, meskipun belum masuk ke zona jenuh jual. Pasar saat ini menunggu sinyal apakah penembusan EMA 100 akan memicu pergerakan naik baru atau harga tetap bergerak dalam rentang konsolidasi.
Sumber: xStation5
Berita Emiten
-
Di segmen bioteknologi, saham Vanda Pharmaceuticals (VNDA.US) melonjak 30% setelah FDA memberikan persetujuan bersejarah untuk obat NEREUS. Peluncuran di pasar AS direncanakan dalam beberapa bulan ke depan, membuka akses ke segmen pengobatan kinetosis yang bernilai tinggi.
-
Saham Axsome Therapeutics (AXSM.US) naik 16% setelah FDA menyetujui proses peninjauan cepat untuk perluasan penggunaan AXS-05 dalam menangani agitasi pada pasien Alzheimer. Keputusan diharapkan keluar paling lambat 30 April 2026. Selain itu, FDA juga mengizinkan perusahaan mengajukan obat baru untuk narkolepsi, memperkuat portofolio terapi neurologi dan psikiatri.
-
Saham Cybin (CYBN.US) turun sekitar 5% setelah peluncuran program penawaran saham baru senilai USD 100 juta, yang memungkinkan perusahaan menjual saham langsung di pasar untuk mendanai modal kerja dan mempercepat pengembangan. Program ini akan berlangsung hingga Oktober 2027.
-
Saham Nike (NKE.US) menguat setelah CEO Elliott Hill membeli saham perusahaan senilai lebih dari USD 1 juta, sehingga total kepemilikannya meningkat menjadi lebih dari 241.000 saham. Kembalinya Hill ke perusahaan pada akhir 2024 dipandang sebagai katalis positif, dan pembelian saham ini dianggap sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek Nike ke depan.
-
Saham Trump Media & Technology Group (DJT.US) juga naik 4% setelah perusahaan mengumumkan rencana penerbitan token digital bagi para pemegang saham bekerja sama dengan Crypto.com. Setiap pemegang saham akan menerima satu token per saham, yang memberikan akses ke reward dan diskon untuk produk perusahaan seperti Truth Social, Truth+, dan Truth Predict.
Morning Wrap (08.01.2026)
Daily summary: Saham Alphabet Dukung Sentimen Wall Street 🗽Minyak, Logam Mulia & Kripto Turun
BREAKING: US100 Menguat Tipis Setelah Rilis Data ADP AS 💡
Economic Calendar: US labour market set for a rebound❓🇺🇸 (07.01.2026)