Berita utama hari ini yang paling dinantikan pasar adalah rilis data makroekonomi utama dari Amerika Serikat, yang memberikan gambaran penting mengenai kondisi ekonomi pada kuartal terakhir 2025. Pada November, harga produsen naik 0,2% secara bulanan dan 3,0% secara tahunan, sedikit di atas ekspektasi pasar. Angka ini menegaskan bahwa tekanan harga di tingkat hulu masih bertahan dan tidak mereda secepat yang diharapkan, mengindikasikan bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan dari kenaikan biaya produksi.
Di sisi lain, data penjualan ritel menunjukkan hasil yang positif dengan kenaikan 0,6% dibandingkan Oktober. Konsumen tetap aktif dan bersedia berbelanja, bahkan setelah mengecualikan kategori paling volatil seperti otomotif, bahan bakar, dan layanan makanan. Ini menjadi sinyal kuat bahwa permintaan domestik terus mendorong perekonomian AS dan menopang pertumbuhan pada kuartal keempat.
Kombinasi antara inflasi hulu yang persisten dan konsumsi yang dinamis menunjukkan bahwa ekonomi masih berada pada jalur pertumbuhan yang stabil, namun sekaligus menuntut kehati-hatian dalam kebijakan moneter. Bagi Federal Reserve, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi argumen kuat untuk tidak terburu-buru memangkas suku bunga. Sebaliknya, suku bunga yang relatif tinggi saat ini berpotensi dipertahankan lebih lama, sebuah skenario yang mulai di-pricing oleh pasar.
Merespons perkembangan tersebut, indeks saham AS menunjukkan pelemahan yang cukup jelas. Dow Jones turun sekitar 0,2%, S&P 500 melemah 0,6%, dan Nasdaq turun sekitar 0,9%. Reaksi ini mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa tekanan inflasi yang berkelanjutan dapat menuntut kebijakan moneter yang tetap ketat, yang berpotensi menekan pertumbuhan laba korporasi dan meningkatkan biaya pendanaan. Nasdaq, yang sarat saham teknologi, menjadi paling sensitif terhadap suku bunga yang lebih tinggi karena kenaikan biaya modal dapat membatasi potensi pertumbuhan jangka panjang.
Meskipun penjualan ritel mencerminkan permintaan konsumen yang sehat, kekhawatiran dominan terkait periode suku bunga tinggi yang berkepanjangan mendorong sikap hati-hati dalam pengambilan keputusan pasar. Ke depan, rilis data inflasi konsumen akan menjadi faktor kunci yang terus dipantau.
Sumber: xStation5
Kontrak berjangka US500 (S&P 500) bergerak turun dibandingkan penutupan kemarin, terutama sebagai reaksi terhadap data PPI yang lebih tinggi dari ekspektasi. Hal ini menandakan tekanan inflasi yang masih bertahan dan membatasi harapan pasar akan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Data PPI inti yang berada di atas konsensus memicu kekhawatiran terkait kelanjutan kebijakan moneter saat ini. Indikator RSI turun mendekati level 50, menandakan momentum netral dan membuka peluang koreksi lanjutan setelah indeks mencetak level tertinggi pada Desember.
Sumber: xStation5
Berita Emiten
Wells Fargo (WFC.US) melaporkan hasil kuartal IV 2025 yang mengecewakan pasar, dengan pendapatan dan EPS berada di bawah ekspektasi, sehingga menekan harga sahamnya. Meski demikian, bank mencatat pertumbuhan laba bersih dan menyampaikan prospek optimistis untuk 2026, dengan asumsi belanja tetap stabil, pendapatan bunga meningkat, serta pertumbuhan di segmen pembiayaan dan pasar keuangan. Pencabutan pembatasan regulasi membuka ruang ekspansi dan investasi lebih lanjut, meningkatkan harapan perbaikan kinerja tahun depan.
Ringkasan kinerja Wells Fargo Q4 2025:
-
Pendapatan: USD 21,29 miliar
-
EPS: USD 1,62
-
Neraca: lebih dari USD 2 triliun
-
Pertumbuhan laba bersih tahunan didorong pendapatan bunga
-
Pertumbuhan kuat kartu kredit baru dan kredit otomotif
Citigroup (C.US) melaporkan hasil kuartal IV 2025 yang melampaui ekspektasi pasar. Meski kinerja divisi pasar keuangan melemah, bank menunjukkan pertumbuhan solid pada segmen investment banking dan wealth management. Citigroup memproyeksikan pertumbuhan pendapatan bunga bersih pada 2026 serta mempertahankan struktur biaya yang efisien.
Ringkasan kinerja Citigroup Q4 2025:
-
EPS disesuaikan: USD 1,81 vs ekspektasi USD 1,62
-
Pendapatan: USD 19,9 miliar vs konsensus USD 20,5 miliar, naik dari USD 19,5 miliar YoY
-
Pendapatan bunga bersih (NII): USD 15,7 miliar, +5% QoQ, +14% YoY
-
Total biaya operasional: USD 13,8 miliar vs USD 14,3 miliar kuartal sebelumnya
-
Cadangan kerugian kredit: USD 2,22 miliar, turun dari USD 2,45 miliar
-
Kredit: USD 752 miliar, simpanan: USD 1,40 triliun
-
Pendapatan per segmen:
-
Services: USD 5,94 miliar, +11% QoQ, +15% YoY
-
Markets: USD 4,54 miliar, -18% QoQ, -1% YoY
-
Banking: USD 2,21 miliar, +4% QoQ, +78% YoY
-
U.S. Consumer Banking: USD 5,29 miliar, +3% YoY
-
Wealth Management: USD 2,13 miliar, +7% YoY
-
Citigroup menegaskan bahwa 2025 ditutup dengan pendapatan rekor dan leverage operasional positif di seluruh lima segmen bisnis, dengan investasi yang mendorong pertumbuhan pendapatan yang solid.
Bank of America (BAC.US) melaporkan hasil kuartal IV 2025 yang melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan pendapatan bunga dan non-bunga mencerminkan ketahanan konsumen dan dunia usaha. Segmen Global Banking serta Global Wealth & Investment Management mencatat pertumbuhan pendapatan baik secara tahunan maupun kuartalan. Bank memproyeksikan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 5–7% dan leverage operasional positif pada 2026.
Ringkasan kinerja Bank of America Q4 2025:
-
EPS: USD 0,98 vs ekspektasi USD 0,95
-
Pendapatan bunga bersih (FTE): USD 15,9 miliar, naik dari USD 14,5 miliar YoY
-
Pendapatan non-bunga: USD 12,6 miliar, naik dari USD 12,1 miliar YoY
-
Cadangan kerugian kredit: USD 1,31 miliar, turun dari USD 1,45 miliar YoY
-
Biaya operasional: USD 17,4 miliar vs USD 16,8 miliar pada Q4 2024
-
Simpanan: USD 2,01 triliun
-
Pendapatan: USD 28,40 miliar vs proyeksi USD 27,55 miliar
-
Laba bersih: USD 7,6 miliar
-
Pendapatan per segmen:
-
Consumer Banking: USD 11,2 miliar, naik dari USD 10,6 miliar YoY
-
Global Wealth & Investment Management: USD 6,62 miliar, naik dari USD 6,0 miliar YoY
-
Global Banking: USD 6,24 miliar, naik dari USD 6,10 miliar YoY
-
Global Markets: USD 5,32 miliar, naik dari USD 4,86 miliar YoY
Bank melaporkan kualitas kredit yang solid, leverage operasional positif, dan pertumbuhan pendapatan di segmen utama. Dikombinasikan dengan ketahanan permintaan konsumen dan bisnis, hal ini membangun optimisme terhadap prospek kinerja pada tahun mendatang.
Morning wrap (05.02.2026)
Hasil Alphabet: Pendapatan Rekor dan Investasi Besar Tegaskan Dominasi Perusahaan 💡
Daily Summary: Nasdaq Sentuh Level Terendah Hampir Dua Bulan, Dolar AS Menguat, Kripto Tertekan (04.02.2026) 📉
Saham Teknologi Tertekan❗️US100 Terkoreksi 2% 📉