21.22 · 24 Juli 2026

US OPEN: Nasdaq Tertekan, Rotasi Pasar Menguat

Futures saham AS mengarah pada penutupan pekan yang cenderung lesu ketika investor menghadapi tekanan geopolitik, kenaikan ekspektasi inflasi, dan meningkatnya kekhawatiran terhadap posisi investasi yang terlalu padat pada tema belanja modal AI.

Meskipun terdapat sejumlah laporan keuangan positif dari perusahaan seperti Intel, skeptisisme terus meningkat mengenai apakah valuasi pasar saat ini telah cukup mencerminkan risiko makroekonomi yang mendasarinya.

Futures Nasdaq 100 atau US100 memimpin penurunan hari ini sebesar 1,4% dan sedang menguji support utama berupa exponential moving average 100 hari.

Futures S&P 500 dan Russell 2000 bergerak lebih terbatas dibandingkan Nasdaq yang didominasi saham teknologi, dengan US500 naik 0,25% dan US2000 menguat 0,2%.

Sementara itu, ketahanan futures Dow Jones atau US30 yang naik 0,1% menegaskan adanya rotasi modal menuju perusahaan yang lebih tradisional.

Volatilitas terlihat pada berbagai sektor Nasdaq 100, dengan sektor teknologi mencatatkan penurunan terbesar. Sumber: XTB Research

 

Pada saat yang sama, kekhawatiran terkait posisi pasar semakin meningkat karena korelasi antar-saham yang sangat rendah mendorong pembongkaran strategi volatility dispersion. Dikombinasikan dengan tarif baru AS terhadap 60 negara yang mulai berlaku, pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap potensi guncangan makroekonomi di tengah premi risiko yang secara historis sangat tipis.

Sepuluh saham dengan kenaikan dan penurunan terbesar di Nasdaq 100 menunjukkan bahwa perusahaan infrastruktur AI mencatatkan tekanan paling besar. Sumber: xStation5

Berita Perusahaan

 

  • Saham Oracle (ORCL) sempat naik 2,3% dalam perdagangan setelah penutupan setelah perusahaan mendapatkan kontrak berdurasi 10 tahun dari Departemen Pertahanan AS. Kontrak tersebut bernilai $3,31 miliar untuk lima tahun pertama dan dapat meningkat hingga $6,99 miliar apabila seluruh opsi dijalankan. Perjanjian mencakup software on-premises, aplikasi SaaS, dan layanan profesional untuk berbagai organisasi pertahanan. Namun, saham Oracle saat ini turun 3,2%.
  • Saham Verizon (VZ) sempat turun 1,2% dalam perdagangan premarket meskipun adjusted EPS kuartal II sebesar $1,30 melampaui estimasi $1,27. Perusahaan juga menaikkan proyeksi EPS setahun penuh menjadi $4,99–$5,04. Pendapatan sebesar $34,3 miliar berada di bawah estimasi. Namun, arus kas bebas melonjak 24,4% menjadi $6,4 miliar, mendorong perusahaan menaikkan rencana pembelian kembali saham setahun penuh hingga $4,5 miliar. Meski sempat melemah, saham Verizon saat ini naik 2,7%.
  • Saham Intel (INTC) sempat naik lebih dari 3% dalam perdagangan premarket setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal III sebesar $15,8–$16,8 miliar, jauh di atas estimasi Wall Street. Panduan tersebut didorong oleh permintaan CPU pusat data untuk kebutuhan AI. Pendapatan kuartal II meningkat 25% secara tahunan menjadi $16,1 miliar, sementara adjusted EPS mencapai $0,42. Belanja modal setahun penuh diperkirakan sekitar $20 miliar. Namun, saham Intel saat ini turun 3%.
  • Saham American Express (AXP) sempat turun lebih dari 3% dalam perdagangan premarket setelah pendapatan kuartal II sebesar $19,64 miliar dan net card fees sebesar $2,86 miliar sedikit berada di bawah ekspektasi. Namun, EPS sebesar $4,53 berhasil melampaui estimasi. American Express menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan setahun penuh menjadi 10%, didukung momentum kuat pada portofolio U.S. Consumer Platinum dan peningkatan adopsi dari kelompok Gen Z serta milenial. Penurunan kemudian semakin dalam, dengan saham saat ini melemah 5,8%.
  • Saham AMD (AMD) sempat naik 1% dalam perdagangan premarket setelah sejumlah analis Wall Street menaikkan target harga seusai acara produk yang memperkenalkan solusi AI terbaru. Analis menyoroti potensi jangka panjang dari platform GPU dan CPU AMD, jadwal peluncuran sistem rak AI Helios, serta kemitraan berskala multi-gigawatt. Namun, saham AMD saat ini turun 2%.

 

25 Juli 2026, 00.55

Daily Summary: Dow Menguat, Saham Chip Masih Tertekan

24 Juli 2026, 17.23

Alphabet Turun di Tengah Belanja AI Besar

24 Juli 2026, 15.07

Intel Lampaui Estimasi, Restrukturisasi Mulai Berhasil

24 Juli 2026, 14.29

Market Wrap: Konflik Iran dan Tarif Tekan Pasar Global

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.