Sesi terakhir dari pekan yang bergejolak dibuka di Wall Street dengan suasana yang tidak pasti. Investor telah menerima data inflasi penting hari ini, namun sejauh ini belum terlihat dampak signifikan terhadap valuasi. Musim laporan keuangan masih berlangsung, tetapi pemegang saham tampaknya lebih memberikan bobot pada sentimen dibandingkan data fundamental. Indeks utama AS membatasi pergerakan di bawah 0,5%.
Data dari BlackRock menunjukkan bahwa meskipun terdapat kekhawatiran baru-baru ini mengenai kualitas dan kondisi perusahaan yang diuntungkan oleh revolusi AI, arus masuk investor ritel ke dalam dana yang berinvestasi di sektor teknologi berada pada level rekor.
Donald Trump menekankan pentingnya negosiasi dengan Iran, namun tindakannya menunjukkan arah yang berbeda. Pemerintah AS akan mengirim kapal induk tambahan ke Timur Tengah beserta armada pengawalnya.
Data Makroekonomi:
Di Amerika Serikat, data inflasi untuk Januari 2026 telah dipublikasikan.
Inflasi tahunan tercatat sebesar 2,4% dibandingkan ekspektasi 2,5%. Secara bulanan, inflasi berada di 0,2% dibandingkan ekspektasi 0,3%.
Inflasi inti sesuai dengan ekspektasi, yakni 2,5% secara tahunan dan 0,3% secara bulanan.
US100 (D1)
Pembeli gagal merebut kembali level di atas Fibonacci 23,6%, yang mengindikasikan lemahnya permintaan dan hilangnya momentum secara bertahap. Bagi pihak penjual, target utama berada di area resistance Fibonacci 61,8%, yang jika ditembus dapat membuka jalan menuju koreksi yang lebih dalam. Sebelum skenario tersebut terjadi, level Fibonacci 50% harus ditembus terlebih dahulu. Dukungan harga sebagian datang dari indikator RSI yang telah turun mendekati area overbought. Sumber: xStation5
Berita Emiten:
Arista Network (ANET.US): Produsen perangkat elektronik ini naik lebih dari 6% setelah merilis hasil kinerja yang kuat. Perusahaan melampaui ekspektasi laba dan pendapatan. Manajemen menyatakan bahwa meskipun terdapat tekanan biaya dari komponen memori, margin keuntungan pada kuartal mendatang tetap terjaga.
Applied Materials (AMAT.US): Saham melonjak lebih dari 10% setelah mencatatkan hasil di atas ekspektasi pasar dalam earnings call serta memberikan proyeksi penjualan yang optimistis untuk beberapa kuartal ke depan.
Pinterest (PINS.US): Saham platform sosial ini turun hingga 20% setelah hasil yang mengecewakan. Laporan Q4 menunjukkan EPS dan pendapatan sedikit di bawah ekspektasi, namun proyeksi pendapatan ke depan yang pesimistis menjadi faktor utama tekanan terhadap valuasi.
Alibaba (BABA.US): Pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk menambahkan Alibaba ke dalam daftar entitas yang dikenai pembatasan ekspor (1260H); saham turun sekitar 2%.
Rivian (RIVN.US): Produsen kendaraan listrik ini melonjak lebih dari 20% setelah mengumumkan proyeksi penjualan untuk model mobil barunya.
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
The Fed Isyaratkan Rate Cut 2026
IBM Melawan Arus: Rekrut 3x Lebih Banyak Entry-Level
US Open: Payrolls Kuat, Rate Cut Tertunda?
US OPEN: Pasar Tertekan Musim Laba Teknologi Lesu