Kontrak berjangka indeks saham AS dibuka dengan sentimen risk-off yang sangat kuat. Penurunan lebih dari 10% pada saham Microsoft (MSFT.US) setelah rilis laporan keuangan memberikan tekanan besar terhadap sentimen pasar dan menyeret indeks utama ke zona merah — terutama US100 yang turun hampir 2%.
- Pelemahan pasar saham AS juga menekan aset kripto. Bitcoin turun ke sekitar $86.000, sementara saham Strategy melemah lebih dari 6%.
- Analis UBS di Swiss menaikkan target harga Meta Platforms menjadi $872 per saham dari sebelumnya $830. Sebaliknya, JPMorgan menurunkan target harga Tesla menjadi $145 per saham dari sebelumnya $150.
- Tekanan jual besar juga terlihat di sektor software, di mana kejatuhan Microsoft menekan saham-saham seperti Oracle, Palantir, Intuit, Salesforce, dan ServiceNow. Big Tech secara umum juga melemah, dengan pengecualian Meta Platforms. Saham Amazon, Alphabet, dan Tesla turun hampir 2%, sementara Nvidia melemah sekitar 1%. Apple (AAPL.US) dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan pasar AS hari ini, dengan harga saham relatif stagnan menjelang pengumuman.
- Dari sisi makroekonomi, data AS sebenarnya cukup kuat. Pesanan pabrik AS naik 2,7% secara bulanan, melampaui ekspektasi 1,3% dan berbalik dari kontraksi -1,3% sebelumnya. Penjualan grosir AS pada Desember 2025 juga meningkat 1,3%, jauh di atas perkiraan rebound 0,1% setelah sebelumnya turun 0,4%.
US100 (Timeframe H1)

Sumber: xStation5
Saham yang mencatat kenaikan signifikan hari ini pada dasarnya hanya Meta Platforms (META.US), IBM (IBM.US), dan Lockheed Martin (LMT.US).

Sumber: xStation5
Microsoft Anjlok karena CAPEX AI?
Saham Microsoft jatuh 11% pada 29 Januari 2026, menghapus ratusan miliar dolar kapitalisasi pasar, seiring investor fokus pada dua isu utama: belanja CAPEX AI yang sangat besar dan tanda-tanda perlambatan momentum cloud.
-
Padahal, angka headline sebenarnya solid:
-
Pendapatan: $81,3 miliar, naik 17% YoY (di atas ekspektasi)
-
EPS disesuaikan: $4,14 vs $3,93 perkiraan
-
-
Mesin pertumbuhan cloud masih berjalan kuat, namun pasar kini sangat sensitif terhadap “laju perubahan” pertumbuhan:
-
Pendapatan Microsoft Cloud: $51,5 miliar, naik 26% YoY
-
Pertumbuhan Azure: +39% YoY (disorot sebagai pendorong utama)
-
-
Kejutan terbesar datang dari sisi belanja:
-
CAPEX melonjak 66% menjadi $37,5 miliar
-
Sekitar dua pertiga dialokasikan untuk GPU AI dan infrastruktur
-
Akibatnya, margin operasional tertekan dibandingkan tahun lalu.
-
Pesan utama dari CEO Satya Nadella pada dasarnya adalah: Microsoft masih berada di tahap awal siklus AI, dan bisnis AI perusahaan kini sudah cukup besar untuk menyaingi beberapa lini bisnis lamanya. Perusahaan berencana terus mendorong ekspansi di seluruh rantai nilai AI. Ini bukan “kuartal buruk”, melainkan ujian valuasi dan kesabaran investor. Angka kinerja mengalahkan ekspektasi, namun tagihan pembangunan AI kini mulai datang.
Microsoft tidak menutupi bahwa cerita AI belum selesai, tetapi manajemen menyampaikan argumen yang cukup meyakinkan bahwa belanja hari ini memiliki jalur pengembalian yang jelas. Volatilitas dapat terus berlanjut selama CAPEX tetap tinggi dan margin berada di bawah tekanan. Isu ini bukan hanya tentang Microsoft, tetapi juga tentang sektor saham software secara keseluruhan.
Dalam perspektif jangka panjang, jika fitur AI benar-benar terintegrasi secara mendalam di Azure dan software enterprise Microsoft, investasi ini berpotensi diterjemahkan menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dan pada akhirnya membangun kembali kepercayaan investor.
MSFT.US (D1)
Saham Microsoft — perusahaan ketiga terbesar di AS berdasarkan kapitalisasi pasar — turun lebih dari 10%. Diskon harga terhadap EMA200 (garis merah) kini mendekati 15%.

Sumber: xStation5
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
Morning Wrap (05.03.2026)
Daily Summary: Wall Street Rebound, Minyak Stabil
Coinbase dan MSTR Pimpin Reli Saham Kripto
Daily summary: Wall Street Tertekan Konflik Teluk Persia