Saham AS melanjutkan pelemahan pada pembukaan perdagangan Kamis. Nasdaq dan Russell 2000 mencatat penurunan terbesar, dengan futures keduanya turun lebih dari 1%. Sementara itu, US500 dan US30 relatif lebih kuat dengan pelemahan terbatas di sekitar 0,8%.
- Sentimen pada awal sesi terlihat jelas negatif. Belum adanya tanda deeskalasi di Teluk Persia, data makroekonomi, kekhawatiran terhadap stabilitas kebijakan fiskal AS, serta ketidakpastian menjelang laporan keuangan Oracle memberikan momentum tambahan bagi seller.
- Pelemahan hari ini terutama terkonsentrasi pada saham semikonduktor. Micron dan Intel menjadi dua saham yang menonjol dengan penurunan sekitar 4% saat pembukaan. Tidak adanya berita fundamental spesifik perusahaan mengindikasikan pelemahan lebih mencerminkan berkurangnya risk appetite terhadap sektor tersebut.
- Faktor lain yang berpotensi berdampak besar, meskipun probabilitasnya masih rendah, adalah laporan mengenai rencana “dividen” yang dapat dibayarkan pemerintahan Donald Trump kepada “seluruh warga dewasa AS” jika Partai Republik memenangkan pemilu paruh waktu. Angka yang disebut mencapai US$5.000 per orang, yang secara hipotetis dapat menghasilkan total stimulus sekitar US$1 triliun.
- Yield US Treasury 10 tahun bergerak sangat dekat dengan level psikologis 5%, saat ini sekitar 4,92%. Level setinggi ini dapat meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan intervensi kembali dari Departemen Keuangan AS dan/atau The Fed.
Berita Perusahaan
- Amazon (AMZN.US): Salah satu pemain utama e-commerce dan AI mengumumkan perluasan kerja sama dengan OpenAI serta integrasi dengan ChatGPT. Menurut laporan Bloomberg, algoritma periklanan Amazon kini dapat digunakan untuk menampilkan konten yang lebih personal kepada pengguna platform OpenAI. Saham Amazon turun sekitar 0,5%.
- Coinbase (COIN.US): Morgan Stanley menerbitkan laporan valuasi yang menyoroti berbagai isu kompleks dan outlook perusahaan. Meskipun laporan tersebut memiliki nada positif, saham Coinbase turun sekitar 2%.
- Oracle (ORCL.US): Perusahaan akan merilis laporan keuangan setelah penutupan sesi hari ini. Konsensus analis memperkirakan EPS turun menjadi sekitar US$1,75 pada kuartal terbaru, sementara revenue diperkirakan berada di sekitar US$19,15 miliar. Saham Oracle turun sekitar 2,5% menjelang laporan.
- Blackstone (BX.US): Perusahaan mengakuisisi saham mayoritas Sanha Logistics Park II, fasilitas gudang logistik di Korea Selatan. Proyek tersebut diperkirakan selesai pada 2028, memiliki luas sekitar 334.000 meter persegi, dan membutuhkan investasi sekitar US$450 juta. Saham Blackstone turun sekitar 2%.
- Apple (AAPL.US): Apple memperkenalkan produk terbarunya berupa iPhone lipat. Produk tersebut menjadi peluncuran pertama dari kategori ini di bawah CEO baru dan diperkirakan dibanderol US$1.999. Saham Apple naik sekitar 1%.
Data Makroekonomi
- European Central Bank menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi pasar. Pasar futures saat ini memperhitungkan tambahan kenaikan sekitar 75 basis poin selama 12 bulan ke depan.
- Initial jobless claims AS turun menjadi 206 ribu, dibandingkan ekspektasi 205 ribu.
- PPI AS naik 5,4% YoY, lebih tinggi dari ekspektasi 5,3%, dengan kenaikan bulanan sebesar 0,4%. Core PPI naik 4,6% YoY dan 0,2% MoM.
- Existing home sales AS turun menjadi 3,98 juta pada Agustus atau melemah 2% secara bulanan. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar.
- Dua jam setelah pembukaan sesi, Atlanta Fed dijadwalkan merilis estimasi pertumbuhan GDP AS untuk Q3.
- Dua setengah jam setelah pembukaan sesi, EIA akan merilis data persediaan minyak mentah dan distilat AS. Pasar memperkirakan persediaan minyak mentah turun sekitar 1,4 juta barel.
Stock of the Week: Broadcom Targetkan Revenue AI US$230 Miliar pada 2028
Wall Street Dekati Rekor, tapi Valuasi Justru Makin Murah?
Micron Diuntungkan Kelangkaan Memory akibat Ledakan AI
Ketika Semua Raksasa AI Harus Mengantri di Satu Pabrik
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.