Pembukaan sesi pasar saham AS dimulai dengan dorongan kenaikan yang kuat, didorong oleh munculnya harapan akan berakhirnya konflik di Iran. Kenaikan ini semakin diperkuat oleh pemulihan saham teknologi setelah rilis laporan keuangan mereka.
Harga minyak Brent turun hampir 3% ke sekitar $107 per barel, sementara WTI melemah hingga 5% ke level $100, setelah muncul laporan bahwa Iran merespons amendemen dari AS terkait kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa seluruh upaya domestik saat ini difokuskan untuk mengakhiri perang. Di sisi lain, keinginan Iran untuk menguasai Selat Hormuz kemungkinan masih tidak dapat diterima oleh pihak AS.
Pasar menyambut positif setiap peluang de-eskalasi, meskipun situasi tetap rapuh dan blokade pelabuhan Iran masih berlangsung. Penurunan ketegangan ini, ditambah dengan hasil kuat dari perusahaan teknologi, mendorong indeks utama ke level tertinggi baru. Namun, perlu dicatat adanya kekecewaan signifikan pada indeks ISM Manufaktur, yang tetap di level bulan sebelumnya meskipun terjadi lonjakan tajam pada sub-indeks harga.
Berita Perusahaan
- Apple (AAPL.US): Saham naik lebih dari 5% setelah publikasi laporan keuangan dan proyeksi pendapatan kuartal ketiga yang kuat, melampaui ekspektasi analis. Perusahaan berhasil meyakinkan pasar meskipun ada peringatan terkait kenaikan biaya chip memori dan kekurangan pasokan komputer Mac.
- Roblox (RBLX.US): Saham anjlok lebih dari 18% akibat laporan jumlah pengguna aktif harian (DAU) yang lebih rendah dari perkiraan.
- Twilio (TWLO.US): Saham melonjak lebih dari 15% setelah pendapatan kuartal pertama melampaui konsensus pasar.
- Moderna (MRNA.US): Saham naik lebih dari 7% pada perdagangan pre-market setelah hasil keuangan Q1 yang jauh melampaui ekspektasi. Namun, dalam satu jam pertama perdagangan, saham kehilangan hampir 4%.
- Sektor Memori (WDC.US): Meskipun hasil keuangan kuat, saham sempat turun di awal sesi, namun kini menunjukkan pemulihan; WDC mengurangi penurunan dari -7,5% menjadi -0,2%. Investor awalnya menjual saham akibat ekspektasi tinggi, namun sentimen membaik seiring harapan perdamaian.
- Exxon (XOM.US) dan Chevron (CVX.US): Turun lebih dari 1% setelah laporan keuangan Q1. Meskipun hasil kuat, perusahaan menghadapi keterbatasan produksi dan kapasitas luar negeri akibat penutupan Selat Hormuz. Pembukaan kembali jalur ini berpotensi menekan harga minyak dan keuntungan ke depan.
Informasi Layanan XTB
Apple Lampaui Ekspektasi, Tapi Reaksi Pasar Datar
Margin S&P 500 Rekor Tinggi, Tapi Risiko Mulai Terlihat
Apple Hadapi Ujian AI, Pertumbuhan Belum Meyakinkan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.