Kontrak US100 yang melacak indeks Nasdaq 100 telah rebound lebih dari 25% dari titik terendah lokalnya pada 31 Maret.
Pendorong utama reli ini adalah sektor semikonduktor, yang pada 2026 kembali menjadi mesin utama optimisme di pasar saham Amerika Serikat.
Melihat grafik harian US100, indikator RSI kini mendekati level 80, yang mengindikasikan kondisi mendekati overbought. Sementara itu, skala kenaikan selama 35 hari terakhir tergolong sangat jarang terjadi dalam sejarah pasar saham AS.
Akibatnya, peluang koreksi mulai muncul. Dalam jangka pendek, investor kemungkinan akan memperhatikan area support momentum penting di sekitar 28.000 poin (trendline) dan 27.000 poin (price action).
Di sisi lain, jika reli berlanjut, pengujian level 30.000 poin bisa terjadi hanya dalam hitungan minggu. Skenario tersebut kemungkinan membutuhkan harga minyak yang lebih rendah dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga setelah Kevin Warsh mengambil alih kepemimpinan Federal Reserve.
US100 (D1 interval)

Sumber: xStation5
Yang menarik, valuasi perusahaan-perusahaan dalam indeks ini masih terlihat relatif rendah, terutama akibat tekanan sebelumnya di sektor software dan musim earnings yang kuat. Gabungan rasio price-to-earnings (P/E), price-to-sales (P/S), dan price-to-book (P/B) masih berada di level historis yang tergolong rendah.

Sumber: Bloomberg Finance L.P.
Damai AS-Iran Mulai Tekan Brent
Arista Networks Terkoreksi Meski Earnings Lampaui Ekspektasi
Nasdaq Menguat Usai Harapan Damai AS-Iran
AMD Cetak Lonjakan AI, Data Center Jadi Mesin Utama
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.