Futures S&P 500 (US500) mengalami penurunan signifikan setelah pertemuan terakhir yang dipimpin Jerome Powell memberikan “kejutan dingin” bagi pasar dalam bentuk bias hawkish. Meskipun Powell akan mundur, kubu hawkish The Fed (yang diwakili oleh Hammack, Kashkari, dan Logan, antara lain) menegaskan bahwa inflasi—yang didorong oleh lonjakan harga energi dan minyak—masih terlalu berisiko untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan.
Investor khawatir terhadap perpecahan internal dalam Komite, yang menunjukkan bahwa era pasca-Powell dapat membawa pendekatan suku bunga yang lebih ketat. Ketidakpastian moneter ini datang pada waktu yang paling tidak tepat—tepat sebelum rilis laporan keuangan penting dari Big Tech.
Namun, perlu dicatat bahwa sumber utama kecemasan di Wall Street bukan hanya laporan earnings itu sendiri, melainkan belanja modal (CapEx) yang sangat besar untuk pengembangan AI. Pasar memantau dengan cemas rencana investasi perusahaan teknologi terbesar, karena khawatir terhadap tekanan profitabilitas jangka pendek akibat lonjakan pengeluaran.
Alphabet (Google):
- Perkiraan CapEx 2026: $175–$185 miliar, hampir dua kali lipat dari 2025 ($91,4 miliar).
- Reaksi pasar: Investor mencari sinyal kemungkinan revisi turun karena dampaknya terhadap margin.
Microsoft:
- Estimasi CapEx kuartal ini: sekitar $35,2 miliar.
- Sinyal manajemen: Belanja pada paruh kedua tahun diperkirakan lebih tinggi dari paruh pertama, memicu kekhawatiran peningkatan pengeluaran lebih lanjut.
- Isu utama: Ketergantungan pada Nvidia membuat setiap investasi infrastruktur menjadi mahal karena margin pemasok.
Meta:
- Rencana CapEx 2026: $115–$135 miliar, dibandingkan kurang dari $70 miliar pada 2025.
- Total biaya operasional: berpotensi mencapai $169 miliar.
Kesimpulan
Penurunan US500 saat ini merupakan hasil dari “double blow”. Di satu sisi, The Fed yang hawkish membatasi harapan terhadap biaya modal yang lebih murah. Di sisi lain, Big Tech memasuki fase belanja besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang berpotensi menguras kas lebih cepat dibandingkan kemampuan AI menghasilkan profit nyata.
Jika laporan hari ini mengonfirmasi bahwa perlombaan teknologi akan lebih mahal dari perkiraan—dan tidak diimbangi dengan imbal hasil yang signifikan—maka level support di 7.100 pada US500 dapat diuji secara serius.
Di sisi lain, pemangkasan belanja juga bisa dianggap sebagai sinyal kelemahan oleh investor. Artinya, satu-satunya jalan keluar adalah menunjukkan imbal hasil tinggi dan pertumbuhan pengguna yang kuat.
US500 saat ini turun untuk hari kedua berturut-turut, berpotensi menjadi koreksi terbesar sejak akhir Maret. Support utama berada di 7.100, diikuti 7.000 pada level Fibonacci 23,6%. Sumber: xStation5
Amazon Kuat, Tapi Gagal Yakinkan Pasar Soal AI
Alphabet Melejit: Cloud & AI Jadi Mesin Profit Baru
Amazon Kalahkan Ekspektasi, Tapi Pasar Tetap Kecewa
Meta Kalahkan Ekspektasi, Tapi CapEx AI Tekan Saham
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.