Pasar saham AS berada di bawah tekanan yang jelas seiring mendekatnya tenggat waktu utama dari ultimatum Donald Trump kepada Iran (pukul 02.00 CET, 8 April), dengan harapan tercapainya kesepakatan semakin memudar setelah Iran mengumumkan telah memutus semua jalur komunikasi tidak langsung dengan AS sebagai respons terhadap ancaman Trump. Ketegangan geopolitik yang meningkat menekan pasar saham sekaligus mendorong harga minyak lebih tinggi, meningkatkan ketidakpastian terkait arah kebijakan AS ke depan. Retorika dari Gedung Putih meningkatkan risiko skenario agresif, meskipun pasar masih membuka kemungkinan de-eskalasi terbatas.
-
Trump telah menetapkan batas waktu pukul 20.00 ET untuk kesepakatan dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan peringatan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat berujung pada penghancuran infrastruktur Iran.
-
Komentar terbaru dari Presiden AS menunjukkan peluang terobosan yang rendah, meskipun masih terdapat ruang sempit untuk hasil alternatif.
-
Laporan media menunjukkan bahwa AS telah melakukan serangan terhadap Pulau Kharg di Iran, yang semakin meningkatkan ketegangan.
-
Pasar komoditas bereaksi tajam: WTI diperdagangkan di atas $116 (+3%+), sementara Brent berada di atas $110, menunjukkan peningkatan premi risiko geopolitik.
-
Analis mencatat bahwa meskipun kesepakatan penuh tampaknya tidak mungkin, skenario terburuk berupa serangan besar-besaran terhadap infrastruktur sipil mungkin masih dapat dihindari.
-
UBS telah menurunkan target akhir tahun 2026 untuk S&P 500 menjadi 7.500, dengan alasan meningkatnya ketidakpastian terkait konflik dan harga energi. Bank tersebut merekomendasikan pendekatan yang lebih hati-hati, terutama terhadap pasar yang sensitif terhadap guncangan energi seperti Eropa dan India.
-
Data makro juga mengecewakan, dengan pesanan barang tahan lama turun 1,4% secara bulanan, di bawah ekspektasi dan menambah sentimen negatif.
-
Di saat yang sama, data ketenagakerjaan ADP menunjukkan penambahan 27 ribu pekerjaan (dibandingkan 10 ribu sebelumnya), mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja tidak terlalu panas namun juga tidak menjadi sumber kelemahan utama - yang berpotensi memperkuat risiko inflasi.
-
Meskipun lingkungan pasar secara umum bersifat risk-off, beberapa saham tertentu seperti Broadcom tetap menunjukkan kinerja unggul, didukung oleh eksposur kuat terhadap kecerdasan buatan dan kemenangan kontrak baru.
Volatilitas saat ini di pasar saham AS

Sumber: xStation5
United Health Group - Keputusan Medicaid mendukung harga saham
Broadcom (AVGO) Menguat 3%
Wall Street melemah saat pembicaraan gencatan senjata AS - Iran mandek menjelang ultimatum Trump ๐
Wall Street Terus Pulih๐