Baca selengkapnya
01.20 · 6 Mei 2026

Wall Street Cetak Rekor Baru, Intel Melonjak

  • Indeks Pasar Cetak Rekor Tertinggi Baru:

Wall Street mencapai rekor tertinggi baru sepanjang sejarah, didorong optimisme terkait berlanjutnya gencatan senjata di Timur Tengah.

US100 naik 1,5%, dipimpin reli besar Intel, sementara US500 menguat 0,9% mendekati level 7.300 poin.

  • Ketegangan Geopolitik di Selat Hormuz:

Pekan ini diawali dengan eskalasi singkat di Selat Hormuz. Angkatan Laut AS mengawal dua kapal dan berhasil menahan serangan dari Iran.

Meskipun kantor berita FARS mengklaim kapal perang AS terkena dua rudal Iran, pihak AS secara resmi membantah laporan tersebut.

  • Sinyal Diplomatik dari Iran dan Israel:

Iran mengumumkan rencana pembentukan institusi baru untuk mengelola transit di Selat Hormuz. Presiden Iran juga menyatakan niat untuk membahas penyelesaian konflik regional bersama negara-negara Arab.

Di sisi lain, Israel menyebut serangan Iran baru-baru ini terhadap UEA sebagai “sinyal peringatan” dan menyatakan mereka tidak mengharapkan eskalasi lebih lanjut.

  • Harga Minyak Mulai Turun:

Dengan tetap bertahannya gencatan senjata, harga minyak mentah mulai terkoreksi dari level tertinggi sebelumnya.

Brent turun lebih dari 3% ke level $110 per barel, sementara WTI melemah ke sekitar $102 per barel.

  • Pandangan Ekonomi Donald Trump:

Dalam pidatonya hari ini, Donald Trump menyatakan bahwa proses pengawalan kapal di Selat Hormuz akan membantu menurunkan harga bahan bakar.

Ia menambahkan bahwa sejumlah negara sedang mempertimbangkan pembelian minyak dari AS dan menyebut Iran masih menginginkan kesepakatan, sambil menggambarkan insiden terbaru sebagai “permainan” dan bukan upaya eskalasi nyata.

  • Intel dan Sektor Semikonduktor:

Saham Intel melonjak 14% hari ini, memperpanjang reli besar yang membuat sahamnya naik 440% dalam 12 bulan terakhir.

Lonjakan ini dikaitkan dengan potensi kerja sama baru bersama Apple dalam produksi prosesor generasi terbaru.

AMD juga menguat lebih dari 4% menjelang laporan earnings pasca-penutupan pasar di tengah ekspektasi pasar yang tinggi.

  • Hasil Campuran Saham Teknologi dan Retail: 

Saham PayPal turun hampir 10%. Meskipun earnings solid, panduan bisnis untuk kuartal berikutnya membuat investor khawatir.

Pinterest mengalami volatilitas tinggi, sementara GameStop melanjutkan penurunannya akibat meningkatnya keraguan pasar terhadap rencana akuisisi eBay.

  • Kinerja Palantir:

Palantir melaporkan hasil keuangan kuat dengan pendapatan mencapai $1,63 miliar, naik 85% secara tahunan dan melampaui ekspektasi pasar.

Earnings per share (EPS) naik menjadi 33 sen, tumbuh 250% secara tahunan.

Namun, saham turun 6% karena investor mengkhawatirkan pertumbuhan sektor komersial AS yang lebih lambat dari perkiraan.

  • Data Ekonomi Amerika Serikat:

ISM Services berada di level 53,6, sedikit di bawah data sebelumnya dan ekspektasi pasar.

Komponen pesanan baru turun tajam, sementara indeks harga meskipun tidak naik sebesar perkiraan, tetap berada di level yang sangat tinggi.

JOLTS (lowongan pekerjaan) turun menjadi 6,86 juta, sesuai dengan estimasi pasar.

  • Bank Sentral dan Pasar Forex:

Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,35%, sesuai ekspektasi pasar. Inflasi yang masih tinggi membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan, sementara AUDUSD naik 0,32%.

EURUSD tetap sedikit di bawah level 1,1700 karena ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed masih terbatas.

USDJPY melanjutkan rebound setelah intervensi terbaru dan kini mendekati level 158.

5 Mei 2026, 23.49

GameStop Incar Akuisisi eBay Senilai $56 Miliar

5 Mei 2026, 22.47

US Open: Wall Street mencapai level tertinggi baru berkat optimisme Intel - Apple

5 Mei 2026, 22.41

Penerima manfaat tak terduga dari boom AI: Caterpillar

5 Mei 2026, 19.58

Earnings AS Picu Volatilitas, Didominasi Profit Taking

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.