Langkah berisiko atau strategi brilian? GameStop (GME), yang pernah menjadi ikon “meme stock,” kini menantang raksasa e-commerce dengan mengajukan proposal akuisisi eBay senilai fantastis $56 miliar.
Meskipun CEO GameStop Ryan Cohen memiliki ambisi besar, pasar dan analis memandang tawaran ini dengan skeptisisme tinggi, terutama karena pemain yang lebih kecil mencoba mengambil alih perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang jauh lebih besar.
David vs Goliath: Apakah Ini Masuk Akal?
Proposal GME merupakan contoh klasik upaya mengambil alih entitas yang jauh lebih besar. Kapitalisasi pasar GameStop sebelum pengumuman penawaran berada di sekitar $12 miliar, dan kini turun menjadi di bawah $11 miliar setelah saham anjlok 10%.
Sebaliknya, eBay memiliki valuasi sekitar $46 miliar. Di bawah kepemimpinan CEO Jamie Iannone, eBay juga menunjukkan kinerja sangat baik dan berhasil mengungguli indeks S&P 500 dalam beberapa tahun terakhir.
Perbandingan Kapitalisasi: Bahkan pada puncaknya di tahun 2021, valuasi GameStop masih sekitar 2,5 kali lebih kecil dibanding eBay.
Namun demikian, GameStop kini bukan lagi jaringan toko “mati” seperti sebelum pandemi. Berkat Ryan Cohen, perusahaan berhasil:
- Mengumpulkan cadangan kas besar sekitar $9 miliar
- Meningkatkan profitabilitas dan membawa bisnis yang sebelumnya merugi menjadi mencetak laba
- Membangun kepemilikan sekitar 5% di eBay, menjadikannya pemegang saham aktif

Matematika Efisiensi: Fondasi Penawaran
Menurut GME, kunci keberhasilan transaksi ini adalah pemangkasan biaya secara drastis. Cohen menjanjikan penghematan tahunan sebesar $2 miliar hanya dalam 12 bulan setelah transaksi selesai.
Rencana tersebut mencakup:
- Pemotongan biaya penjualan dan pemasaran sebesar $1,2 miliar
- Pengurangan biaya umum dan administrasi (G&A) sebesar $500 juta
- Pemangkasan anggaran pengembangan produk sebesar $300 juta
Perhitungan perusahaan menunjukkan bahwa efisiensi agresif ini dapat meningkatkan earnings per share (EPS) eBay dari $4,26 menjadi $7,79 pada tahun pertama.
Namun, analis Morgan Stanley memperingatkan bahwa mereka tidak melihat adanya “peluang efisiensi mudah” dalam struktur biaya eBay. Pemangkasan agresif hingga hampir 40% dari overhead dinilai berpotensi merusak bisnis secara permanen.

Michael Burry Keluar dari GameStop
Sinyal peringatan paling kuat bagi investor mungkin datang dari keputusan Michael Burry, investor legendaris dari “The Big Short” yang sebelumnya membantu memicu reli GME pada 2019 dengan posisi bullish.
Burry mengumumkan bahwa ia telah menjual seluruh kepemilikannya di GameStop.
Ia menyebut tingginya utang gabungan perusahaan sebagai kekhawatiran utama, dengan rasio net debt-to-EBITDA di atas 5x dianggap tidak dapat diterima. Burry menyebut tingkat leverage ini sebagai “knife edge” dan memperingatkan bahwa jika eBay meminta harga lebih tinggi, utang perusahaan bisa mendekati level distress.
Kembalinya Meme Stock atau Bisnis Nyata?
GameStop akan selalu dikenang sebagai katalis euforia investor retail tahun 2021. Apakah proposal ini mampu menghidupkan kembali bull market meme stock masih menjadi pertanyaan besar.
Reaksi awal pasar terlihat campuran: saham eBay naik 5%, sementara GameStop turun 10%. Hal ini menunjukkan investor khawatir terhadap dilusi modal besar dan risiko eksekusi.
Cohen mengklaim ingin mengubah eBay menjadi perusahaan bernilai “ratusan miliar dolar.” Strateginya mencakup penggunaan toko fisik GME sebagai jaringan nasional untuk autentikasi, penerimaan barang, dan fulfillment, khususnya untuk pasar koleksi yang sedang berkembang.
Meskipun GME berupaya berevolusi dari sekadar “meme stock” menjadi holding bisnis nyata ala “Instant Berkshire” milik Buffett, banyak pihak melihat proposal ini sebagai “fantasy dealmaking.”
Selama penawaran ini masih bergantung pada “financial acrobatics” dan pemangkasan biaya ekstrem dibanding strategi pertumbuhan visioner, langkah tersebut kemungkinan tetap dianggap sebagai fantasi pasar.
Wall Street Cetak Rekor Baru, Intel Melonjak
US Open: Wall Street mencapai level tertinggi baru berkat optimisme Intel - Apple
Penerima manfaat tak terduga dari boom AI: Caterpillar
Earnings AS Picu Volatilitas, Didominasi Profit Taking
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.