Baca selengkapnya
21.59 · 9 April 2026

Wall Street Dibuka Lesu

Hari ini, investor Wall Street menerima sinyal campuran dari ekonomi AS, yang dianalisis dalam konteks kondisi geopolitik yang rapuh di Timur Tengah dan harga minyak yang tetap tinggi. Data menunjukkan bahwa belanja konsumen AS pada Februari naik sesuai ekspektasi sebesar 0,5% secara bulanan, sementara inflasi inti PCE tetap di 0,4%, yang menunjukkan bahwa konsumsi masih menopang ekonomi meskipun terdapat tekanan biaya yang signifikan pada rumah tangga. Pendapatan pribadi turun sebesar 0,1%, dan klaim pengangguran awal berada di atas perkiraan, mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Produk Domestik Bruto pada kuartal keempat tumbuh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya, hanya mencapai 0,5% secara tahunan. Dalam periode yang sama, belanja rumah tangga meningkat hanya 1,9%, menandakan perlambatan yang jelas dalam pertumbuhan ekonomi, meskipun konsumen masih mendukung ekspansi. Inflasi, yang diukur melalui deflator PDB dan inti PCE, tetap moderat di 3,7% secara kuartalan dan 2,7% secara tahunan.

Data ini muncul di tengah situasi geopolitik yang sangat rapuh. Setelah pengumuman gencatan senjata bersyarat antara AS dan Iran - yang diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi pasar - pernyataan dari kedua pihak justru saling bertentangan. Iran menuduh Israel terus melakukan serangan di Lebanon selatan dan mengancam akan menarik diri dari kesepakatan, sementara pihak AS dan Israel menyatakan bahwa tindakan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam perjanjian formal sehingga tidak melanggar kesepakatan tersebut. Perbedaan ini membuat perdamaian tetap rapuh dan risiko eskalasi kawasan tetap tinggi.

Harga minyak tetap tinggi, mempertahankan tekanan biaya dalam perekonomian dan memengaruhi inflasi. Biaya energi yang tinggi diterjemahkan menjadi biaya transportasi dan produksi yang lebih mahal, membatasi ruang untuk pemangkasan suku bunga dan menekan minat risiko investor. Pasar saham bergerak hati-hati, dengan S&P 500 dan Nasdaq sedikit melemah, mencerminkan ketidakpastian investor dalam menyeimbangkan data makro yang solid namun melambat dengan latar belakang geopolitik yang tidak stabil.

Pertumbuhan PDB pada Q4 lebih lemah dari estimasi awal, dan konsumsi swasta tumbuh moderat. Inflasi tetap stabil namun belum cukup menurun untuk memberikan sinyal jelas mengenai langkah The Fed berikutnya. Data hari ini tidak mempermudah keputusan suku bunga Federal Reserve, namun pasar sepakat bahwa rilis data berikutnya akan jauh lebih penting dan kemungkinan memberikan sinyal yang lebih jelas terkait arah kebijakan moneter.

 

Sumber: xStation5

Berita Perusahaan

CoreWeave (CRWV.US) mengumumkan perluasan kemitraan jangka panjang dengan Meta Platforms melalui kesepakatan baru senilai sekitar $21 miliar untuk menyediakan kapasitas komputasi cloud bagi proyek AI hingga akhir 2032. Perjanjian ini memperkuat kemitraan yang sudah ada dan menegaskan kebutuhan infrastruktur AI Meta yang terus meningkat serta peran CoreWeave sebagai penyedia komputasi utama.

Chevron (CVX.US) mengalami kenaikan dalam perdagangan pre-market setelah mengumumkan bahwa meskipun produksi Q1 menurun sebagian akibat dampak perang Iran, harga minyak dan gas yang lebih tinggi secara signifikan meningkatkan pendapatan sektor hulu. Perusahaan memperkirakan laba dari aktivitas ekstraksi akan meningkat sebesar $1,6–2,2 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, meskipun terdapat kendala volume akibat penghentian operasional di Asia Tengah dan penurunan produksi di Timur Tengah.

Oracle (ORCL.US) memperluas penawaran berbasis AI dengan memperkenalkan rangkaian aplikasi berbasis agen yang dirancang untuk mengotomatisasi tugas di bidang keuangan, SDM, rantai pasokan, dan layanan pelanggan. Alat baru ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional bagi perusahaan pengguna Oracle Cloud serta menarik lebih banyak klien ke platform tersebut.

Amazon (AMZN.US) dan Eli Lilly (LLY.US) menjadi sorotan setelah Amazon Pharmacy mengumumkan akan mulai menjual obat penurun berat badan yang baru disetujui FDA. Produk ini akan tersedia di lokasi Amazon dengan pengiriman di hari yang sama, membuka segmen pasar baru bagi Amazon dan berpotensi memengaruhi permintaan produk Eli Lilly.

 

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

9 April 2026, 22.04

Intel Melonjak 11% Berkat AI & Kemitraan Google📈

9 April 2026, 19.45

BREAKING: Data PCE AS sesuai ekspektasi!

9 April 2026, 15.14

Kalender Ekonomi: Apakah PCE yang sudah usang masih bisa menggerakkan pasar?

9 April 2026, 14.11

Gold stagnan, pasar tunggu arah Fed & inflasi

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.