-
Sesi perdagangan AS yang menutup pekan berlangsung dalam suasana positif, dengan mayoritas indeks utama mencatat kenaikan didukung sentimen pasar yang cukup kuat.
-
Nasdaq 100 naik lebih dari 1,5%, sementara S&P 500 menguat lebih dari 0,8%, menunjukkan dominasi buyer terutama di sektor teknologi. Hanya Dow Jones yang terlihat lebih lemah, bergerak di sekitar level penutupan sebelumnya dan tidak ikut serta dalam reli pasar yang lebih luas.
-
Data pasar tenaga kerja AS terbaru (NFP) dirilis di atas ekspektasi pasar, memperlihatkan ketahanan ekonomi AS.
-
Nonfarm payrolls naik sebesar 115 ribu dibanding forecast 62 ribu, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%. Namun demikian, detail laporan menunjukkan tanda-tanda pelemahan kualitas pasar tenaga kerja, termasuk pertumbuhan upah yang lebih lemah dan penurunan tingkat partisipasi tenaga kerja.
-
Amerika Serikat saat ini menunggu respons Iran terhadap proposal yang bertujuan mengakhiri konflik dan berharap mendapatkan “penawaran serius” dari Teheran, meski kedua pihak masih saling melancarkan serangan terbatas. Di saat yang sama, eskalasi tambahan terus terjadi di kawasan tersebut. Pasukan AS menyerang unit dan tanker Iran yang mencoba melewati blokade, sementara Iran menuduh Washington menyerang target sipil. Iran juga memperingatkan kemungkinan respons militer terhadap aksi angkatan laut AS dan menegaskan bahwa setiap blokade maritim akan dibalas dengan tindakan bersenjata.
-
Politisi Iran juga memperingatkan potensi eskalasi lebih lanjut di kawasan Teluk Persia, termasuk kemungkinan tindakan terhadap Uni Emirat Arab dan negara tetangga lainnya. Pada saat yang sama, Iran tetap mempertahankan tekanan di sekitar Selat Hormuz yang ingin mereka atur secara legal. Meski begitu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata masih berlaku, walaupun situasi di Selat Hormuz tetap tegang dengan laporan baku tembak terbatas yang masih berlangsung. Negosiasi diplomatik juga masih berjalan di belakang layar, termasuk pertemuan antara Wakil Presiden AS dan perwakilan Qatar, yang menunjukkan upaya menjaga jalur komunikasi tetap terbuka di tengah ancaman dan insiden militer terbatas.
-
Harga Minyak Turun Tipis. Di tengah kekacauan informasi dan ketegangan geopolitik, harga minyak justru bergerak sedikit lebih rendah hari ini. Brent crude bertahan di sekitar $100 per barel.
-
Sentimen Konsumen AS Sedikit Memburuk. Laporan awal University of Michigan menunjukkan sedikit pelemahan sentimen konsumen AS. Indeks sentimen turun menjadi 48,2 dibanding ekspektasi 49,5.
-
Pada saat yang sama, ekspektasi inflasi jangka pendek dan panjang juga mengalami penurunan dibanding pembacaan sebelumnya, mengindikasikan bahwa masyarakat AS saat ini belum melihat tekanan harga yang meningkat signifikan.Emas dan Silver Tetap Kuat
-
Pergerakan berbeda terlihat di pasar logam mulia. Emas naik sekitar 0,4% dan kembali melampaui $4.700 per ounce, sementara silver naik 0,7% di atas $80 per ounce, melanjutkan tren permintaan kuat terhadap aset safe haven.
NFP AS Lampaui Ekspektasi, Pasar Tetap Waspada
BREAKING: Sentimen Konsumen AS Turun
Kalender Ekonomi: Fokus Pasar ke NFP dan Konflik Timur Tengah
Market wrap: Wall Street Tetap Naik Meski AS-Iran Saling Serang
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.