Tekanan jual Nasdaq 100 (US100) mulai mereda dan indeks bergerak lebih stabil pada paruh kedua perdagangan meskipun masih dibayangi sejumlah sentimen negatif.
Isu utama di sektor teknologi hari ini adalah laporan The New York Times yang menyebut IPO OpenAI berpotensi ditunda hingga tahun depan. Menurut laporan tersebut, salah satu alasan penundaan adalah kinerja saham SpaceX yang kurang memuaskan setelah melantai di bursa.
Kabar tersebut langsung menekan sektor semikonduktor. Beberapa saham yang bergerak melemah antara lain:
- Micron (MU) turun sekitar 2%.
- AMD turun sekitar 2%.
- Intel turun sekitar 2%.
- Oracle melemah lebih dari 1%.
JPMorgan bahkan memperingatkan bahwa penundaan IPO tersebut dapat memperlambat laju belanja infrastruktur AI. Di sisi lain, penundaan tersebut juga dinilai dapat menjaga ekspektasi pasar terhadap OpenAI tetap tinggi. Secara paradoks, hal ini berpotensi memberikan dampak positif bagi sentimen jangka panjang apabila narasi pertumbuhan AI terus berkembang dan perusahaan mampu menghadirkan teknologi yang semakin canggih.
Ketegangan AS-Iran Kembali Menjadi Perhatian
Selain isu AI, investor juga terus memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan melalui Truth Social bahwa Iran meluncurkan sedikitnya empat drone kamikaze ke arah kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Salah satu drone dilaporkan menghantam dek sebuah kapal kontainer besar. Meski mengalami kerusakan, kapal tersebut tetap dapat melanjutkan pelayarannya. Tiga drone lainnya berhasil ditembak jatuh.
Trump menyebut insiden tersebut sebagai "pelanggaran gencatan senjata yang bodoh." Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga setiap peningkatan ketegangan di kawasan ini selalu menjadi perhatian utama pasar energi.
The Fed Nilai AI Berpotensi Mendorong Suku Bunga Lebih Tinggi
Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, juga memberikan komentar mengenai inflasi. Menurutnya, pasar tenaga kerja saat ini bukan lagi sumber utama tekanan inflasi. Sebaliknya, tekanan harga lebih banyak berasal dari sisi pasokan, termasuk meningkatnya investasi pembangunan infrastruktur AI. Kashkari bahkan menyatakan bahwa perkembangan industri kecerdasan buatan kemungkinan akan membuat Federal Reserve perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Pandangan tersebut memperkuat kekhawatiran investor bahwa belanja AI yang terus meningkat tidak hanya mendorong biaya perusahaan teknologi, tetapi juga berpotensi memperpanjang periode suku bunga tinggi di Amerika Serikat.
Daily Summary: Wall Street Berakhir Mixed, Investor Cerna Data AS
Data Michigan Tunjukkan Sentimen Konsumen AS Tetap Stabil
Pasar Saham China Tertekan, Kekhawatiran AI Kian Membesar
Kalender Ekonomi: Fokus Pasar ke Sentimen Konsumen AS dan The Fed
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.