Data Consumer Price Index atau CPI AS kemarin tidak memberikan volatilitas sebesar yang mungkin diharapkan investor, terutama setelah laporan NFP Jumat lalu yang tidak sejalan dengan nada hawkish dari The Fed. Dengan CPI yang tidak memberikan kejutan, laporan makro berikutnya berpotensi menarik lebih banyak perhatian investor yang mencari arah lebih jelas mengenai kebijakan moneter AS. Inflasi tetap menjadi fokus, tetapi hari ini giliran inflasi produsen atau PPI yang menjadi pusat perhatian. Pasar berpotensi mencari sinyal mengenai seberapa jauh kenaikan harga energi mulai diteruskan ke berbagai sektor. Di AS, data Initial Jobless Claims dan laporan persediaan gas alam juga akan dirilis.
Kalender Makroekonomi
Amerika Serikat
- Pidato anggota FOMC Beth Hammack
- Inflasi PPI (y/y) Juli. Konsensus: 4,9% | Sebelumnya: 5,5%
- Inflasi PPI (m/m) Juli. Konsensus: 0,2% | Sebelumnya: -0,3%
- Core PPI (y/y) Juli. Konsensus: 4,2% | Sebelumnya: 4,7%
- Core PPI (m/m) Juli. Konsensus: 0,3% | Sebelumnya: 0,2%
- Initial Jobless Claims. Konsensus: 202 ribu | Sebelumnya: 199 ribu
- Pidato anggota FOMC Thomas Barkin
- Perubahan Persediaan Gas Alam EIA. Konsensus: 31 Bcf | Sebelumnya: 33 Bcf
Earnings Utama
- JD.com, sebelum pembukaan pasar - menjadi rilis penting untuk menilai kondisi konsumen China.
- Applied Materials, setelah penutupan pasar - pemasok utama peralatan semikonduktor. Laporannya akan memberi gambaran mengenai demand untuk ekspansi lanjutan infrastruktur teknologi.
- Nu Holdings, sebelum pembukaan pasar
Market Wrap: Nasdaq Lanjut Naik, Minyak Dekati US$89
Daily Summary: Nasdaq Naik, AI dan Chip Kembali Jadi Motor Pasar
Emas Tembus US$4.420 setelah CPI AS
US Open: CPI Reda, Saham AI Kembali Jadi Mesin Wall Street
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.