23.49 · 31 Agustus 2026

Airbnb Makin Besar, Tapi Apakah Ekspansinya Mulai Terlalu Jauh?

Core Business yang Justru Makin Cepat

Ada fase ketika perusahaan besar mulai melambat karena efek basis yang semakin tinggi. Airbnb justru bergerak ke arah sebaliknya. Pada Q2 2026, revenue tumbuh 17% YoY menjadi US$3,61 miliar, mengalahkan konsensus analis. Gross Booking Value naik 16% menjadi US$27,2 miliar, sementara nights & seats booked tumbuh 10% menjadi 148,3 juta, mengalami akselerasi dibandingkan Q1. Bahkan secara ex-FX (excluding foreign exchange), revenue masih meningkat 13%.

Yang mencolok bukan hanya pertumbuhan top-line. First-time bookers naik 11%, menjadi pertumbuhan tertinggi dalam empat tahun. Booking melalui aplikasi melonjak 23% dan kini menyumbang 64% dari total booking, naik dari 59% setahun sebelumnya. AS mencatat kuartal terkuat dalam hampir tiga tahun, didorong FIFA World Cup 2026 yang menambahkan lebih dari 150.000 listing baru di kota-kota tuan rumah.

Bottom line juga ikut menguat. Net income naik 27% menjadi US$816 juta, EPS melonjak 33% ke US$1,37, sementara adjusted EBITDA tumbuh 21% menjadi US$1,3 miliar dengan margin yang melebar ke 35%.

Sumber: XTB Research Indonesia

Manajemen merespons momentum tersebut dengan menaikkan guidance setahun penuh. Pertumbuhan revenue kini diproyeksikan berada di level “setidaknya mid-teens”, naik dari guidance sebelumnya di kisaran low-to-mid-teens, sementara adjusted EBITDA margin dinaikkan menjadi minimal 35,5%.

Untuk Q3, Airbnb menargetkan revenue sebesar US$4,69 hingga US$4,77 miliar. Jika mencapai batas atas guidance, angka tersebut akan menjadi revenue kuartalan terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

Bukan Lagi Soal Tempat Tidur

Earnings yang kuat memang menarik, tetapi perubahan terbesar dalam cerita Airbnb justru terjadi di luar bisnis akomodasi. Sejak Summer Release pada Mei 2026, Airbnb menambahkan rental mobil, grocery delivery melalui Instacart di lebih dari 25 kota AS, airport pickup melalui Welcome Pickups di lebih dari 160 kota, luggage storage melalui Bounce di lebih dari 15.000 lokasi, resort passes, serta ribuan Experiences baru.

CEO Brian Chesky bahkan secara terbuka mengatakan bahwa visinya adalah menjadikan Airbnb seperti Amazon untuk industri travel, dengan “puluhan, bahkan mungkin ratusan kategori”.

Angka awal menunjukkan adanya traksi nyata. Supply Experiences melonjak hampir 80% YoY pada Q2, sementara seats booked ikut terakselerasi seiring pertumbuhan supply. Segmen hotel, meskipun masih menyumbang porsi kecil dari total nights, tumbuh tiga kali lebih cepat dibandingkan bisnis homes.

Yang lebih menarik, sekitar 35% tamu yang pertama kali memesan hotel melalui Airbnb kembali melakukan booking rumah dalam waktu satu tahun. Dengan kata lain, hotel sejauh ini tidak terlihat mengkanibalisasi bisnis utama Airbnb, melainkan menjadi pintu masuk ke ekosistem yang lebih luas.

AI juga memainkan peran penting di balik layar. Customer support cost per booking turun 16% YoY, sementara hampir 45% interaksi customer support dapat diselesaikan tanpa agen manusia. Kecepatan peluncuran fitur meningkat 80%, sementara waktu yang dibutuhkan untuk meluncurkan produk baru turun 60%.

Efisiensi ini menjadi salah satu faktor yang memungkinkan Airbnb memperluas bisnis dengan cepat tanpa membuat struktur biayanya meningkat secara proporsional.

Pertanyaan Besar: Fokus atau Fragmentasi?

Setiap ekspansi membawa risiko. Semakin luas Airbnb berkembang, semakin banyak lini bisnis yang harus dikelola secara bersamaan.

Dulu, pesaing utama Airbnb adalah Booking.com dan Vrbo dalam segmen akomodasi alternatif, di mana Airbnb masih memimpin dengan market share sekitar 24,6% dibandingkan Booking.com sebesar 21,3%. Namun dengan masuk ke rental mobil, delivery, airport transfer, dan hotel boutique, Airbnb kini mulai berhadapan langsung dengan Uber, Expedia, hingga jaringan hotel tradisional.

Pada Q2, pertumbuhan room nights akomodasi alternatif Booking.com hanya 4%, jauh di bawah pertumbuhan 10% milik Airbnb. Namun pertanyaan berikutnya adalah apakah keunggulan tersebut bisa dipertahankan ketika Airbnb harus membagi perhatian ke lima atau lebih lini bisnis baru secara bersamaan.

Saham Airbnb sudah rally 47,5% dalam 52 minggu terakhir dan diperdagangkan mendekati all-time high di sekitar US$189. Dengan trailing P/E 43,1x dan forward P/E 34,2x, pasar sudah memperhitungkan banyak optimisme.

Beberapa analis bullish seperti Bernstein memasang target harga US$217, tetapi konsensus rata-rata masih berada di sekitar US$173. Valuasi tersebut masih bisa dibenarkan jika layanan baru benar-benar berkembang menjadi mesin pertumbuhan kedua. Namun jika eksekusi mulai melambat, potensi downside menjadi nyata.

Airbnb kini berada di momen yang menentukan. Bisnis intinya tumbuh pada laju tercepat dalam beberapa tahun terakhir, sementara ekspansi baru menunjukkan traksi awal yang menjanjikan.

Namun menjadi “everything app” untuk travel berarti harus bersaing di banyak arena sekaligus, dengan lawan yang berbeda di setiap lini. Bagi investor, pertanyaannya bukan lagi apakah Airbnb masih bisa tumbuh, tetapi apakah lini bisnis barunya dapat menjadi cukup besar untuk membenarkan valuasi yang sudah dibayar pasar hari ini.

31 Agustus 2026, 23.45

Daily Summary: Wall Street Tertekan Suku Bunga, Tesla Justru Naik 4%

31 Agustus 2026, 22.00

Take-Two Anjlok 7%, Kebocoran GTA VI Mulai Bikin Pasar Cemas

31 Agustus 2026, 20.47

US Open: Wall Street Turun Tipis, Risiko Suku Bunga Naik

31 Agustus 2026, 16.25

Dollar General Dapat Tariff Refund, Tapi Pilih Perang Harga

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.