Saham Alphabet (GOOGL.US) melanjutkan pelemahan hari ini dan sedang berusaha mempertahankan tren naik yang lebih luas sambil menguji exponential moving average 200 hari atau EMA200 pada grafik harian.
Alphabet masih menjadi salah satu dari tiga perusahaan terbesar di dunia dan telah mencatat beberapa kuartal dengan rekor baru, baik dari sisi pertumbuhan earnings maupun momentum penjualan.
Namun, sentimen terhadap perusahaan melemah cukup jelas dalam beberapa bulan terakhir.
Investor semakin aktif melakukan profit taking, membuat saham Alphabet kini berada sekitar 20% di bawah level tertinggi sepanjang masa.
Sejak Februari 2025, saham Alphabet telah turun menembus EMA200 sebanyak empat kali.
Menariknya, hanya satu dari empat kejadian tersebut yang berkembang menjadi koreksi jauh lebih dalam, yaitu setelah pengumuman kebijakan perang dagang Donald Trump pada April 2025.
Artinya, penembusan EMA200 belum selalu menjadi sinyal bahwa tren jangka panjang Alphabet telah berubah.
Dari sisi valuasi, saham Alphabet saat ini diperdagangkan sekitar 10 kali sales, sekitar 17 kali earnings, dan kurang lebih 21 kali estimasi earnings untuk 12 bulan mendatang.
Perhitungan tersebut mempertimbangkan bahwa Alphabet membukukan sekitar US$100 miliar keuntungan luar biasa terkait kepemilikannya di Anthropic.
Grafik Alphabet (GOOGL.US)
Investor hari ini berusaha mempertahankan harga saham di atas US$330 per saham, yang dapat menjadi level penting bagi momentum jangka pendek.
Jika saham ditutup di bawah EMA200, hal tersebut dapat menjadi sinyal bahwa fase pelemahan saat ini belum selesai.
Sebaliknya, jika area US$330 berhasil dipertahankan dan harga kemudian rebound menuju sekitar US$345, peluang terbuka bagi saham untuk kembali membangun momentum bullish.
Dalam jangka panjang, resistance utama tetap berada di sekitar US$400 per saham, bertepatan dengan level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Juni.
Sumber: xStation5
US Open: Wall Street Turun, Minyak Tembus US$100
Google Kunci 50% Kapasitas PLTN untuk Dorong Infrastruktur AI
Qualcomm Dapat Tiket Masuk Data Center Lewat Amazon
Meta Luncurkan Muse, AI Agent Buatan Sendiri Siap Diuji Pasar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.