Baca selengkapnya
01.05 · 3 April 2026

Apakah Kita Menuju Pertarungan Raksasa untuk Orbit?

-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis

Saham Globalstar melonjak dalam perdagangan pre-market setelah laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa Amazon sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi perusahaan tersebut. Pada saat penulisan, saham naik sekitar 7%.

Globalstar adalah operator satelit orbit rendah (LEO) yang menyediakan layanan konektivitas bagi berbagai sektor, mulai dari pertahanan hingga perusahaan teknologi besar. Salah satu kliennya sangat puas dengan layanan perusahaan ini hingga menginginkan eksklusivitas - yaitu Amazon.

Amazon adalah konglomerat global dalam arti sebenarnya. Memiliki jaringan satelit sendiri tidak hanya memungkinkan tetapi juga sangat diinginkan, terutama mengingat profil perusahaan yang terus berkembang, di mana IT/AI memainkan peran yang semakin penting dibandingkan e-commerce.

Sementara itu, Globalstar relatif kecil dibandingkan ambisinya dan, seperti kebanyakan operator infrastruktur orbital swasta, masih belum menghasilkan keuntungan. Perusahaan harus mengejar spesialisasi ekstrem untuk bertahan.

  • Pada 2025, Globalstar meningkatkan pendapatan sebesar 9% menjadi USD 273 juta dan memperbaiki hasil bersihnya, tetapi tetap mencatat kerugian bersih sebesar USD 8,7 juta. Pada saat yang sama, EBITDA yang disesuaikan mencapai USD 136,1 juta, dengan margin EBITDA sebesar 50%.

Namun, akuisisi mungkin tidak semudah yang diharapkan Amazon. Raksasa lain menjadi penghalang, yaitu Apple. Sejak 2022, Apple telah mengumumkan investasi sebesar USD 450 juta dalam infrastruktur yang diperlukan untuk meluncurkan fitur Emergency SOS pada iPhone. Seiring waktu, penggunaan satelit pada perangkat Apple berkembang dan kini mencakup tidak hanya panggilan darurat, tetapi juga pesan tertentu, bantuan di jalan, dan berbagi lokasi di luar jangkauan jaringan seluler dan Wi-Fi.

Dokumen resmi yang diajukan ke SEC menunjukkan bahwa Apple, sebagai “Customer,” setuju untuk membiayai ekspansi jaringan MSS baru milik Globalstar. Ini mencakup pembayaran di muka sebagai imbalan atas kepemilikan 20% saham Kelas B dalam entitas khusus, Globalstar SPE. Globalstar tetap mengendalikan pengelolaan entitas ini, namun

perusahaan juga diharapkan mengalokasikan 85% kapasitas jaringannya, baik yang saat ini maupun yang baru, untuk layanan bagi Apple.

Inilah sebabnya mengapa cerita Amazon lebih kompleks daripada sekadar headline tentang potensi akuisisi. Reuters melaporkan bahwa salah satu komplikasi dalam pembicaraan ini adalah keterlibatan Apple dan kebutuhan untuk negosiasi antara Amazon dan Apple.

Masa depan perusahaan ini masih menjadi misteri. Akuisisi mungkin tidak terjadi; kedua raksasa pasar bisa mencapai kesepakatan; atau kita mungkin akan menyaksikan pertarungan antara raksasa untuk menguasai domain baru—luar angkasa.

2 April 2026, 22.53

Tesla (TSLA) Turun Lebih dari 3%

28 Maret 2026, 00.30

Kebocoran Anthropic dan aksi jual di sektor Cybersecurity

27 Maret 2026, 23.25

Unity naik 10% 🚨 Awal revolusi baru di perusahaan?

26 Maret 2026, 09.00

Waktunya Rivian (RIVN) bersinar?

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.