20.57 · 8 Juni 2026

Intel Melonjak Usai Nvidia dan Google Pertimbangkan Produksi Chip

Saham Intel menguat tajam pada pembukaan perdagangan hari Senin setelah muncul laporan bahwa Google dan Nvidia sedang mempertimbangkan penggunaan Intel sebagai pemasok alternatif untuk produksi chip canggih. Menurut Reuters, pembicaraan tersebut terutama bertujuan untuk mengamankan kapasitas produksi di luar Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), yang saat ini menghadapi tingkat utilisasi yang sangat tinggi pada lini produksi dan fasilitas advanced packaging miliknya. Para pemimpin industri teknologi semakin khawatir bahwa kapasitas produksi di Taiwan dapat menjadi hambatan dan berpotensi menyebabkan keterlambatan pengiriman yang lebih besar dibandingkan ekspektasi pasar.

Google Dikabarkan Memesan Lebih dari 3 Juta TPU

Bagian paling menarik dari laporan tersebut adalah informasi bahwa Google disebut telah memesan lebih dari 3 juta unit Tensor Processing Unit (TPU) untuk diproduksi Intel pada tahun 2028. TPU merupakan prosesor khusus yang dikembangkan Google untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan (AI). Laporan tersebut menyebutkan bahwa keputusan itu muncul setelah berbulan-bulan pengujian terhadap teknologi advanced packaging milik Intel. Morgan Stanley memperkirakan bahwa Google dapat memproduksi lebih dari 6 juta TPU selama periode 2027 hingga 2028. Langkah ini menunjukkan upaya berkelanjutan dari salah satu raksasa teknologi dunia untuk mengurangi ketergantungan terhadap Nvidia dan memperluas sumber pasokan komponen AI.

Nvidia Masih Dalam Tahap Evaluasi

Dalam kasus Nvidia, situasinya masih lebih awal. Perusahaan dilaporkan belum menempatkan pesanan resmi kepada Intel, tetapi sedang melakukan pengujian terhadap kemampuan manufaktur perusahaan tersebut untuk chip generasi berikutnya. Salah satu teknologi yang sedang dievaluasi memungkinkan penggabungan empat chip grafis ke dalam satu unit terintegrasi. Teknologi tersebut diyakini terkait dengan arsitektur Feynman yang direncanakan Nvidia untuk tahun 2028. Selain itu, Nvidia juga sedang melakukan uji coba awal terhadap proses manufaktur "18A", teknologi fabrikasi paling canggih yang saat ini dikembangkan Intel.

Mengapa Kabar Ini Penting bagi Intel?

Laporan ini memperkuat narasi bahwa Intel sedang berupaya membangun kembali posisinya dalam industri semikonduktor global. Lebih jauh lagi, perkembangan tersebut membuka peluang bagi Intel untuk memperluas bisnis foundry dan menjadi alternatif strategis bagi pelanggan yang selama ini sangat bergantung pada TSMC. Namun demikian, investor perlu memahami bahwa berita ini tidak berarti Intel akan menggantikan posisi TSMC dalam waktu dekat. Peran Intel yang sedang dibahas lebih mengarah sebagai sumber kapasitas produksi tambahan serta solusi diversifikasi rantai pasokan.

Intel Masih Berada di Tahap Awal Transformasi

Meskipun sentimen pasar sangat positif, kapasitas produksi Intel masih berada pada tahap awal dibandingkan target jangka panjang yang dicanangkan perusahaan. Dari perspektif keuangan, bisnis foundry Intel juga masih mencatat kerugian operasional dan belum mencapai skala ekonomi yang memadai untuk bersaing secara langsung dengan TSMC. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi proyek-proyek besar dari Google maupun Nvidia masih akan sangat bergantung pada kemampuan Intel dalam meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas manufakturnya selama beberapa tahun ke depan.

Implikasi bagi Industri AI dan Semikonduktor

Perkembangan ini menunjukkan tren yang semakin jelas di industri AI global. Perusahaan-perusahaan teknologi besar tidak lagi ingin bergantung pada satu pemasok utama. Diversifikasi rantai pasokan kini menjadi prioritas strategis, terutama di tengah meningkatnya permintaan chip AI dan keterbatasan kapasitas produksi global. Jika Intel berhasil membuktikan kemampuan teknologi 18A dan solusi advanced packaging-nya, perusahaan berpotensi memperoleh posisi yang jauh lebih penting dalam ekosistem AI selama beberapa tahun mendatang. Bagi Nvidia, Google, dan perusahaan hyperscaler lainnya, keberadaan alternatif selain TSMC juga dapat meningkatkan fleksibilitas produksi sekaligus memperkuat posisi negosiasi mereka terhadap pemasok chip.

INTC.US (D1)

 

Dari perspektif teknikal, saham Intel berhasil bertahan di area retracement Fibonacci 50% selama koreksi terakhir. Setelah memantul dari area tersebut, harga kini bergerak menuju pengujian zona resistance yang berada di antara level Fibonacci 61,8% dan 76,4%. Area tersebut akan menjadi level teknikal penting untuk menentukan apakah momentum bullish saat ini mampu berlanjut atau justru kembali menghadapi tekanan jual. Sumber: xStation 5.

3 Juni 2026, 20.14

Broadcom Bersiap Rilis Laporan Keuangan di Tengah Ledakan AI

2 Juni 2026, 01.00

Daily Summary: Saham AS Bergerak Mixed di Tengah Ketegangan Timur Tengah

2 Juni 2026, 00.31

Saham Hewlett Packard Enterprise Melonjak Jelang Laporan Q2 FY2026

2 Juni 2026, 00.26

Bitcoin Tertinggal, Strategy Mulai Jual BTC?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.