Apple will report its fiscal third-quarter 2026 results today after the market closes. The market is approaching the report with high expectations. After a period in which investors questioned whether Apple could accelerate growth again, the company now has a chance to deliver one of its strongest sales quarters in some time.
Consensus estimates point to revenue of nearly $109 billion, approximately 16% higher than a year earlier. The main growth driver is expected to be the iPhone, supported by a successful product cycle and customers’ growing willingness to replace older devices.
Apple akan merilis laporan keuangan kuartal III tahun fiskal 2026 hari ini setelah pasar ditutup. Pasar menyambut laporan tersebut dengan ekspektasi yang tinggi.
Setelah sempat muncul pertanyaan apakah Apple mampu kembali mempercepat pertumbuhan, perusahaan kini berpeluang mencatatkan salah satu kuartal penjualan terkuatnya dalam beberapa waktu terakhir.
Estimasi konsensus menunjukkan pendapatan mendekati US$109 miliar, sekitar 16% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendorong utama pertumbuhan diperkirakan berasal dari iPhone, didukung keberhasilan siklus produk terbaru dan meningkatnya keinginan pelanggan untuk mengganti perangkat lama.
Secara sekilas, prospeknya terlihat sangat positif.
Model baru mampu menarik minat pengguna, penjualan iPhone tetap kuat, segmen Services terus berkembang, dan Apple bahkan berpotensi meningkatkan pangsa pasar smartphone global.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, muncul satu masalah yang berpotensi mendominasi earnings call hari ini.
Kelangkaan memori global mendorong kenaikan harga sejumlah komponen penting.
Apple, yang memproduksi ratusan juta perangkat dan membutuhkan memori dalam volume besar untuk iPhone, Mac, serta iPad, tidak dapat sepenuhnya menghindari dampak kenaikan biaya tersebut.
Perusahaan dapat membukukan pendapatan yang sangat kuat, tetapi pada saat yang sama menghadapi tekanan margin.
Laporan hari ini bukan hanya menjadi ujian terhadap permintaan iPhone.
Laporan tersebut juga akan menguji kemampuan Apple mempertahankan profitabilitas tinggi ketika biaya komponen meningkat.
Pertanyaan utamanya adalah apakah kekuatan penjualan iPhone cukup untuk mengimbangi tekanan akibat harga memori yang semakin mahal.

Ekspektasi Keuangan Utama
- Pendapatan: US$108,85 miliar
- Pendapatan produk: US$77,25 miliar
- Pendapatan iPhone: US$53,60 miliar
- Pendapatan Services: US$31,36 miliar
- Pendapatan Mac: US$8,62 miliar
- Pendapatan iPad: US$6,89 miliar
- Pendapatan kawasan Amerika: US$45,42 miliar
- Pendapatan Eropa: US$27,58 miliar
- Pendapatan China: US$19,58 miliar
- Pendapatan Jepang: US$7,49 miliar
- EPS: US$1,89
- Laba kotor: US$52,13 miliar
- Biaya operasional: US$18,96 miliar
- Belanja riset dan pengembangan: US$11,57 miliar
- Kas dan setara kas: US$53,15 miliar
- Estimasi CapEx setahun penuh: US$12,33 miliar
iPhone Kembali Menjadi Pusat Perhatian
Berdasarkan konsensus Bloomberg, Apple diperkirakan mencatatkan pendapatan sekitar US$108,9 miliar, dibandingkan US$94 miliar pada tahun sebelumnya.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 16% dan mengonfirmasi bahwa siklus produk saat ini memberikan hasil yang sangat kuat bagi perusahaan.
iPhone diperkirakan menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan tersebut.
Konsensus menunjukkan pendapatan smartphone sekitar US$53,6 miliar.
Angka ini kembali menegaskan bahwa meskipun Services dan ekosistem Apple semakin penting, iPhone tetap menjadi inti bisnis perusahaan.
Model iPhone baru dapat mendorong pengguna mengganti perangkat lama mereka.
Bagi Apple, siklus penggantian perangkat memiliki peran yang sangat penting.
Perusahaan memiliki ratusan juta pengguna aktif sehingga penurunan kecil dalam rata-rata waktu penggantian perangkat dapat menghasilkan tambahan pendapatan hingga miliaran dolar.
Penjualan model baru yang kuat juga dapat menunjukkan bahwa Apple bukan hanya menikmati siklus produknya sendiri, tetapi mulai merebut pelanggan dari kompetitor.
Potensi kenaikan pangsa pasar dapat menjadi salah satu elemen paling positif dalam laporan ini.
Pasar smartphone telah berada pada tahap matang sehingga peningkatan volume penjualan tidak semata-mata berasal dari pertumbuhan permintaan industri.
Semakin sering, kenaikan tersebut berarti mengambil pangsa pasar dari produsen lain.
Apabila Apple menunjukkan bahwa penjualannya tumbuh sekaligus memperkuat posisi pasar, investor dapat menilai siklus produk saat ini jauh lebih kuat daripada yang sebelumnya diperkirakan.
Apple Dapat Tumbuh Lebih Cepat Tanpa Menaikkan Harga
Salah satu alasan Apple berpotensi meningkatkan pangsa pasar adalah keputusannya mempertahankan harga smartphone meskipun biaya komponen meningkat.
Strategi tersebut mendukung permintaan dan membantu perusahaan tetap kompetitif, khususnya di segmen premium.
Apple dapat menarik pelanggan yang sebelumnya mempertimbangkan perangkat dari produsen lain.
Namun, setiap keputusan untuk tidak meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen akan menambah tekanan terhadap profitabilitas.
Apple menghadapi dilema klasik.
Perusahaan dapat menaikkan harga dan melindungi sebagian margin, tetapi berisiko melemahkan permintaan.
Sebaliknya, Apple dapat mempertahankan harga, meningkatkan volume penjualan, dan merebut pangsa pasar, tetapi harus menanggung porsi kenaikan biaya yang lebih besar.
Untuk saat ini, pasar tampaknya menilai Apple memilih skenario kedua.
Apabila perusahaan mampu meningkatkan penjualan tanpa penurunan margin yang signifikan, pertumbuhan tersebut dapat dinilai sangat berkualitas.
Namun, apabila kenaikan pangsa pasar harus dibayar dengan penurunan profitabilitas yang jelas, investor dapat memberikan penilaian berbeda terhadap kekuatan siklus produk saat ini.
Services Tetap Menjadi Pilar Pendapatan
Meskipun iPhone memperoleh perhatian terbesar, segmen Services terus memperkuat fondasi keuangan Apple.
Konsensus memperkirakan pendapatan Services mencapai sekitar US$31,4 miliar.
Segmen tersebut mencakup App Store, layanan berlangganan, layanan digital, dan pembayaran.
Services kini menjadi salah satu sumber pertumbuhan stabil terpenting bagi perusahaan.
Segmen ini juga memiliki peran strategis terhadap profitabilitas.
Bisnis layanan menghasilkan margin lebih tinggi dibandingkan penjualan perangkat keras.
Peningkatan kontribusi Services dalam komposisi pendapatan dapat membantu mengimbangi sebagian tekanan biaya produksi perangkat.
Di sinilah keseimbangan alami dapat terbentuk.
iPhone memberikan skala dan mendorong pertumbuhan pendapatan, sedangkan Services membantu mempertahankan profitabilitas tinggi di seluruh ekosistem.
Apabila kedua segmen tersebut melampaui ekspektasi, Apple dapat menunjukkan bukan hanya pertumbuhan cepat, tetapi juga kualitas pertumbuhan yang kuat.
Namun, apabila momentum Services melemah, perhatian pasar kemungkinan akan lebih banyak tertuju pada kenaikan harga memori.
Kelangkaan Memori Menjadi Ujian bagi Margin
Tantangan terbesar Apple saat ini kemungkinan berasal dari kondisi pasar memori.
Persaingan global dalam pengembangan kecerdasan buatan meningkatkan permintaan terhadap chip canggih untuk pusat data dan sistem komputasi.
Permintaan dari penyedia infrastruktur AI tumbuh pesat, sedangkan pasokan yang terbatas mendorong harga memori naik.
Bagi Apple, masalah tersebut sangat penting karena skala operasional perusahaan.
Apple membutuhkan memori dalam volume besar untuk memproduksi iPhone, Mac, iPad, dan perangkat lainnya.
Kenaikan kecil pada biaya satu komponen saja dapat berubah menjadi tambahan biaya miliaran dolar dalam skala produksi Apple.
Apple sebelumnya telah menaikkan harga sejumlah produk dengan alasan kenaikan biaya memori.
Namun, investor tetap ingin mengetahui apakah langkah tersebut cukup untuk membatasi dampak kenaikan biaya komponen terhadap profitabilitas.
Berdasarkan estimasi konservatif, kenaikan biaya memori dapat menekan gross margin Apple secara material.
Laporan hari ini bukan hanya menjadi ujian penjualan, tetapi terutama kemampuan Apple melindungi margin.
Pasar akan menganalisis apakah tekanan biaya akan mencapai puncaknya pada kuartal ini atau bertahan lebih lama dan terus membebani hasil pada periode berikutnya.
Inilah alasan outlook margin berpotensi menjadi lebih penting daripada sekadar keberhasilan melampaui konsensus pendapatan.
Memori China Bisa Menyelesaikan Satu Masalah dan Menciptakan Masalah Baru
Apple dilaporkan mempertimbangkan pembelian memori dari produsen China, termasuk CXMT dan YMTC.
Dari perspektif bisnis, langkah tersebut dapat dipahami.
Diversifikasi basis pemasok dapat meningkatkan ketersediaan komponen, mengurangi risiko kekurangan pasokan, dan memperkuat posisi tawar Apple terhadap pemasok yang ada.
Ketika harga memori meningkat dan ketersediaannya tetap terbatas, setiap pemasok tambahan dapat memiliki nilai strategis.
Namun, potensi penggunaan chip China memicu penolakan dari sejumlah senator Amerika Serikat.
Muncul kekhawatiran mengenai keamanan nasional, transfer teknologi, dan risiko ketergantungan salah satu perusahaan terbesar AS terhadap entitas yang berkaitan dengan China.
Apple dapat terjebak antara kebutuhan mengamankan rantai pasokan dan tekanan politik yang semakin tinggi.
Perlu ditekankan bahwa hingga saat ini belum terdapat konfirmasi bahwa memori China akan digunakan dalam perangkat Apple.
Laporan yang beredar masih membahas proses diskusi dan potensi pengadaan komponen.
Apabila isu tersebut muncul dalam earnings call, investor akan mencari kejelasan apakah Apple benar-benar berencana memperluas basis pemasok dan bagaimana perusahaan akan membatasi dampak kelangkaan memori terhadap biaya.
Margin Dapat Menentukan Reaksi Pasar
Apple berpotensi membukukan pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat. Penjualan iPhone yang kokoh, pertumbuhan Services, dan potensi kenaikan pangsa pasar menciptakan gambaran yang sangat positif. Namun, reaksi pasar akan bergantung pada seberapa besar pertumbuhan tersebut benar-benar tersisa dalam laporan keuangan setelah memperhitungkan kenaikan biaya komponen.
Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah:
- tingkat gross margin,
- outlook margin untuk kuartal berikutnya,
- dampak kenaikan harga memori,
- kemampuan perusahaan meneruskan biaya kepada konsumen,
- laju pertumbuhan segmen Services,
- skala penjualan iPhone,
- informasi terkait pangsa pasar,
- komentar mengenai keamanan dan ketahanan pasokan memori.
Pada kuartal ini, pendapatan saja mungkin belum cukup untuk menilai kualitas hasil Apple secara menyeluruh. Perusahaan dapat meningkatkan penjualan dan pangsa pasar, tetapi di saat yang sama harus membayar komponen dengan harga yang semakin mahal. Pasar akan mencoba menentukan apakah pertumbuhan tersebut tetap menguntungkan dan berkelanjutan.
Tiga Skenario yang Mungkin Terjadi
- Skenario bullish mengasumsikan hasil yang jelas melampaui konsensus, penjualan iPhone sangat kuat, Services terus tumbuh, dan outlook margin tetap stabil. Sinyal positif tambahan akan muncul apabila Apple mengonfirmasi kenaikan pangsa pasar smartphone global. Dalam kondisi tersebut, kenaikan biaya memori dapat dipandang sebagai masalah sementara yang mampu dikelola perusahaan berkat skala bisnis, kekuatan merek, dan profitabilitas tinggi dari segmen Services.
- Skenario netral mengasumsikan hasil secara umum sesuai ekspektasi, penjualan iPhone tetap kuat, tetapi outlook margin disampaikan secara hati-hati. Laporan seperti ini akan mengonfirmasi kekuatan permintaan, tetapi juga menunjukkan bahwa kenaikan biaya komponen mulai membatasi kualitas pertumbuhan.
- Skenario bearish mencakup penjualan iPhone yang lebih lemah, tekanan margin yang nyata, serta memburuknya guidance akibat harga memori yang tinggi. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran bahwa siklus produk saat ini belum cukup kuat untuk mengimbangi kenaikan biaya.
Apple Menghadapi Ujian Kualitas Pertumbuhan
Apple memasuki periode laporan keuangan dengan ekspektasi yang sangat tinggi. iPhone diperkirakan mendorong penjualan, Services menopang profitabilitas, dan siklus produk saat ini dapat membantu perusahaan meningkatkan pangsa pasar. Namun, kelangkaan memori menciptakan risiko baru yang dapat meningkatkan biaya produksi dan membatasi margin.
Laporan hari ini akan menjawab sejumlah pertanyaan penting:
- Apakah penjualan iPhone akan melampaui ekspektasi?
- Apakah Apple meningkatkan pangsa pasar smartphone global?
- Apakah pelanggan mengganti perangkat lebih cepat?
- Seberapa cepat segmen Services tumbuh?
- Seberapa besar dampak kenaikan harga memori terhadap margin?
- Apakah Apple akan kembali menaikkan harga produk?
- Berapa lama tekanan biaya dapat bertahan?
- Apakah perusahaan akan semakin mendiversifikasi sumber pasokan memori?
Apple dapat membukukan pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat. Namun, untuk meyakinkan pasar, perusahaan harus menunjukkan bahwa pertumbuhan tersebut tetap menghasilkan keuntungan meskipun biaya komponen meningkat.
Poin Utama
Apple memasuki laporan keuangan dengan estimasi pendapatan sekitar US$108,9 miliar. iPhone diperkirakan menjadi pendorong pertumbuhan utama, didukung siklus produk yang kuat dan meningkatnya keinginan pelanggan untuk mengganti perangkat mereka.
Penjualan yang kuat dapat membantu Apple meningkatkan pendapatan sekaligus merebut pangsa pasar smartphone global.
Segmen Services tetap menjadi pilar kedua bagi hasil keuangan perusahaan. Profitabilitasnya yang tinggi dapat membantu mengimbangi sebagian kenaikan biaya produksi perangkat.
Namun, risiko terbesar tetap berasal dari kelangkaan memori. Kenaikan harga komponen dapat menekan margin sehingga outlook profitabilitas untuk beberapa kuartal mendatang berpotensi lebih penting daripada sekadar revenue beat.
Apple juga sedang mempertimbangkan perluasan sumber pasokan memori, termasuk kemungkinan membeli komponen dari produsen China. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko kekurangan pasokan, tetapi juga meningkatkan risiko politik, regulasi, dan strategis.
Hasil hari ini bukan hanya menjadi ujian permintaan terhadap iPhone. Di atas semuanya, laporan ini akan menguji kualitas pertumbuhan Apple, yaitu apakah perusahaan dapat meningkatkan penjualan, memperbesar pangsa pasar, dan tetap melindungi profitabilitas tinggi ketika biaya memori meningkat.

Sumber: xStation5
US OPEN: Microsoft Angkat Nasdaq, Meta Malah Tersungkur
Chevron Hadapi Ujian Laba dan Arus Kas
AWS Jadi Ujian Besar CapEx AI Amazon
Kinerja Rekor Belum Cukup bagi Visa
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.