10.03 · 19 Agustus 2026

Linde Ikut Untung dari Booming Peluncuran Roket

SpaceX Bangun Roket, Linde Jual Bahan yang Membuatnya Bisa Terbang

Space economy tumbuh agresif, tetapi bukan hanya operator roket yang diuntungkan. Di balik setiap peluncuran, ada perusahaan gas industri yang jarang masuk radar investor, padahal perannya sangat krusial.

Roket Butuh Lebih dari Mesin

Ketika membahas industri antariksa, nama yang langsung muncul biasanya SpaceX, Blue Origin, atau Rocket Lab. Namun, ada satu fakta yang sering terlewat: sekitar 90% massa roket saat lepas landas adalah propelan, bukan badan roket itu sendiri.

Propelan utamanya adalah liquid oxygen atau LOX dan liquid hydrogen, dua gas kriogenik yang harus diproduksi, disimpan, dan dikirim dalam jumlah masif ke lokasi peluncuran.

Kebutuhannya juga tidak berhenti pada saat peluncuran. Sebelum roket benar-benar terbang, mesinnya harus diuji di test stand selama 8 hingga 9 menit dengan pembakaran penuh. Artinya, konsumsi gas untuk testing saja bisa lebih besar daripada peluncuran sesungguhnya.

Belum lagi kebutuhan nitrogen cair untuk pendinginan sistem, helium untuk menjaga tekanan tangki, serta gas khusus untuk proses 3D printing komponen mesin seperti turbopump dan combustion chamber.

Aktivitas peluncuran global terus melonjak. Pada 2025, dunia mencatat 329 percobaan peluncuran orbital, naik 25% dari rekor sebelumnya pada 2024. SpaceX sendiri menyelesaikan 165 misi Falcon 9, lebih banyak daripada seluruh negara lain jika digabungkan.

Tren ini bukan anomali sementara, melainkan refleksi dari industrialisasi ruang angkasa yang semakin nyata.

Peluncuran orbital global meningkat tiga kali lipat sejak 2020. SpaceX menyumbang lebih dari separuh total peluncuran dunia pada 2025. Sumber: XTB Research Indonesia.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa ruang angkasa bukan lagi sekadar proyek pemerintah. Industri ini sudah menjadi bisnis komersial bernilai sekitar US$626 miliar pada 2025 dan diproyeksikan menembus US$1 triliun pada awal 2030-an. Setiap tambahan peluncuran berarti kebutuhan baru terhadap pengiriman gas kriogenik ke launchpad.

Linde: Pemain Kunci di Balik Layar

Di sinilah Linde (LIN.US) mengambil peran. Sebagai perusahaan gas industri terbesar di dunia dengan operasi di lebih dari 100 negara, Linde bukan pemain baru di industri antariksa. Perusahaan telah memasok liquid oxygen ke Kennedy Space Center sejak era program Apollo, lebih dari 60 tahun lalu.

Saat ini, perannya jauh lebih luas, mulai dari propelan peluncuran, gas untuk pengujian mesin, hingga metal powder untuk additive manufacturing komponen roket.

Pada Juli 2025, Linde mengumumkan investasi besar untuk mendukung sektor antariksa komersial AS.

Perusahaan memperluas fasilitas gas industrinya di Mims, Florida, yang menjadi ekspansi ketiga setelah 2020 dan 2024, untuk memasok LOX dan nitrogen ke fasilitas peluncuran terdekat. Kapasitas tambahan tersebut direncanakan mulai beroperasi pada Q1 2027.

Secara terpisah, Linde juga membangun air separation unit baru di Brownsville, Texas, yang mulai beroperasi pada awal 2026 untuk mendukung aktivitas industri antariksa di kawasan tersebut.

Dalam earnings call Q2 2026, manajemen Linde menegaskan bahwa peluang pasar commercial space diperkirakan bernilai sekitar US$1 miliar hingga 2030 dan masih berjalan sesuai rencana.

Project backlog perusahaan juga mencetak rekor baru di US$8,1 miliar, naik sekitar US$1 miliar secara kuartalan, menunjukkan pipeline pertumbuhan yang tetap solid.

​​​​​​​

Snapshot Keuangan Linde Q2 2026. Sumber: XTB Research Indonesia

Secara fundamental, Linde bukan perusahaan yang sekadar mengikuti tren. Revenue Q2 2026 tumbuh 9% menjadi US$9,29 miliar, sementara adjusted EPS naik 10% menjadi US$4,50. Return on equity sekitar 20% dan gross margin hampir 49% menunjukkan pricing power yang kuat. Sahamnya juga telah naik sekitar 19% secara year-to-date, mengungguli kenaikan S&P 500 sekitar 8,7% pada periode yang sama.

Lebih dari Sekadar Taruhan SpaceX

Thesis investasi Linde di sektor antariksa bukan soal menebak apakah SpaceX, Blue Origin, atau Rocket Lab yang akan menjadi pemenang.

Justru sebaliknya. Semakin banyak pemain yang berlomba meluncurkan roket, semakin besar kebutuhan terhadap infrastruktur gas kriogenik.

Ini merupakan pendekatan picks and shovels klasik, mirip menjual sekop ketika demam emas berlangsung, bukan ikut menggali emas secara langsung.

Pada 2026, pasar launch services diproyeksikan mencapai US$13,85 miliar dengan CAGR 17,2%, dan diperkirakan tumbuh menjadi US$24,4 miliar pada 2030.

Setiap peluncuran baru, baik misi Starlink, peluncuran satelit Amazon Kuiper, maupun misi pemerintah, membutuhkan gelombang pengiriman gas kriogenik ke launchpad.

Dengan jaringan distribusi global dan posisi strategis di Florida serta Texas, Linde secara praktis menjadi semacam infrastructure toll road bagi meningkatnya aktivitas peluncuran di AS.

Hal lain yang membuat Linde menarik adalah diversifikasi bisnisnya.

Antariksa hanya merupakan salah satu dari banyak end market yang dilayani perusahaan. Linde juga memiliki eksposur besar terhadap semikonduktor, termasuk kontrak baru senilai US$1 miliar untuk fab chip AS, serta healthcare, clean energy, dan manufaktur.

Di sektor energi bersih, perusahaan juga memiliki proyek ammonia rendah karbon senilai US$400 juta di Louisiana.

Karena itu, jika space economy mengalami perlambatan sementara, Linde tidak bergantung pada satu sektor saja.

Dengan valuasi P/E sekitar 31 hingga 32 kali trailing earnings dan forward P/E di kisaran 28 kali, saham Linde memang tidak murah menurut standar konvensional.

Namun, untuk perusahaan dengan operating margin sekitar 29% hingga 30%, return on capital sekitar 25%, dan rekam jejak melampaui estimasi selama empat kuartal berturut-turut, valuasi premium tersebut masih dapat dipertimbangkan sebagai refleksi kualitas bisnis.

Poin Penting untuk Investor

  • Linde menawarkan eksposur unik terhadap pertumbuhan space economy tanpa risiko biner yang biasanya melekat pada operator roket.
  • Sebagai pemasok gas kriogenik terbesar dunia yang telah melayani industri antariksa sejak era Apollo, Linde berada di posisi sebagai infrastructure layer yang mendapat manfaat dari setiap peluncuran, terlepas dari siapa operatornya.
  • Dengan fundamental yang solid, diversifikasi end market yang luas, serta investasi agresif di Florida dan Texas, saham LIN menawarkan pendekatan picks and shovels untuk menangkap pertumbuhan industri antariksa tanpa harus bergantung pada keberhasilan satu perusahaan roket tertentu.
19 Agustus 2026, 00.50

Daily Summary: Nasdaq Turun 1,6%, Saham Chip Tertekan

18 Agustus 2026, 23.53

Apple Naik 1,5% Saat Nasdaq Turun, Jadi Trade Anti-AI?

18 Agustus 2026, 21.25

US Open: Nasdaq Turun 1,3% di Tengah Eskalasi AS-Iran

18 Agustus 2026, 16.50

PepsiCo Pangkas Harga Doritos, Tapi Konsumen AS Belum Kembali

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.