09.45 · 15 September 2026

Bank of America Anjlok 5,3% usai Moynihan Turunkan Ekspektasi

Sinyal Rem dari Moynihan, Saham BofA Anjlok

Saham Bank of America (BAC) anjlok sekitar 5,3% pada perdagangan Senin (14/9), mencatat penurunan intraday terbesar sejak April tahun lalu dan menempatkannya sebagai salah satu performer terburuk di indeks perbankan KBW. Tekanan tersebut bukan dipicu oleh laporan keuangan kuartalan yang buruk, melainkan oleh peringatan langsung dari CEO Brian Moynihan dalam konferensi Barclays Global Financial Services.

Sentimen negatif dengan cepat menjalar ke saham bank besar lainnya seperti Goldman Sachs, JPMorgan, dan Citigroup. Pada saat yang sama, indeks sektor perbankan S&P 500 ikut turun sekitar 2,7% dalam satu hari.

Guidance yang Bikin Pasar Kaget

Moynihan memproyeksikan pendapatan sales and trading Bank of America pada Q3 2026 akan "relatif datar" dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika perusahaan mencatat sekitar US$5,4 miliar. Namun, tekanan terbesar terhadap sentimen pasar datang dari proyeksi investment banking fee yang berada di kisaran US$1,6 miliar hingga US$1,8 miliar.

Angka tersebut jauh di bawah konsensus analis sekitar US$2 miliar dan mengindikasikan penurunan lebih dari 10% secara tahunan. Menurut Moynihan, aktivitas investment banking secara keseluruhan memang melemah sekitar 10%, sementara Bank of America memiliki eksposur yang lebih rendah pada segmen-segmen yang saat ini paling aktif.

Kombinasi outlook yang berada di bawah ekspektasi inilah yang memicu aksi jual serentak di sektor perbankan. Investor mulai mempertanyakan apakah momentum kuat dalam bisnis pasar modal yang terlihat pada kuartal sebelumnya dapat dipertahankan.

Kontras Tajam dengan Q2 yang Blockbuster

Reaksi pasar yang tajam cukup masuk akal karena kinerja Bank of America pada kuartal sebelumnya tergolong sangat kuat. Pada Q2 2026, trading revenue melonjak 33% secara tahunan, sementara investment banking fee naik sekitar 50%.

Kinerja tersebut sebelumnya memperkuat narasi bahwa Wall Street sedang menikmati pemulihan aktivitas transaksi, didukung oleh euforia AI serta pipeline merger dan akuisisi atau M&A yang kembali meningkat. Guidance Q3 terbaru secara efektif memutus momentum tersebut dan memaksa investor menurunkan ekspektasi terhadap sektor perbankan secara lebih luas.

Meski demikian, Moynihan menegaskan bahwa apabila realisasi kinerja sesuai proyeksi, Q3 tetap akan menjadi salah satu kuartal terbaik Bank of America sepanjang sejarah. Pertumbuhan sales and trading juga berpotensi mencatat kenaikan selama 17 kuartal berturut-turut.

Ia juga menekankan bahwa fundamental konsumen AS masih tergolong sehat dan kualitas kredit berada pada level terbaik dalam waktu yang cukup lama. Faktor ini dapat menjadi penopang penting bagi Bank of America jika tekanan pada investment banking hanya berlangsung sementara.

Yang Perlu Dipantau ke Depan

  • Fokus utama berikutnya adalah laporan kinerja Q3 2026 Bank of America pada 14 Oktober. Pasar akan menguji seberapa akurat guidance dari Moynihan dan seberapa besar pelemahan investment banking fee benar-benar terjadi.
  • Investor juga perlu memantau komposisi trading revenue. Moynihan menyebut bahwa bisnis equities masih tumbuh, sementara fixed income menunjukkan kinerja yang lebih lemah dan cenderung volatil, sehingga kombinasi kedua segmen ini akan menentukan apakah margin bisnis pasar Bank of America masih dapat dipertahankan.
  • Perkembangan pipeline M&A yang belum terealisasi juga akan menjadi indikator penting untuk menilai apakah pelemahan bisnis investment banking hanya bersifat sementara atau mulai mencerminkan perubahan yang lebih struktural.
  • Selain itu, arah suku bunga The Fed serta komentar dari bank besar lain seperti JPMorgan, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley yang juga akan merilis laporan pada bulan yang sama akan menjadi faktor penting untuk membaca tren sektor secara keseluruhan.
  • Terakhir, kualitas kredit dan tren belanja konsumen tetap menjadi jangkar utama bagi valuasi saham Bank of America di tengah tekanan pada bisnis pasar modal.

Sumber: xStation

14 September 2026, 23.10

Michael Burry Kurangi Posisi Bearish, Sinyal Berubah Arah?

14 September 2026, 21.00

US Open: Saham Teknologi Tertekan Jelang Keputusan The Fed

14 September 2026, 12.34

Market Wrap: Risiko Timur Tengah Tekan Pasar

11 September 2026, 21.02

US Open: Wall Street Rebound Usai CPI

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.