Tarif Kembali Jadi Sorotan, Tapi Perang Dagang Mungkin Tak Terjadi
Presiden Trump kembali mengancam Uni Eropa dengan tarif 30%, menggagalkan harapan kesepakatan 10% minggu lalu. Namun, tarif ini baru berlaku 1 Agustus, dan UE masih menahan diri dari balasan. Pasar keuangan merespons seolah ancaman tarif ini hanyalah taktik negosiasi Trump. Eurostoxx 50 futures turun 0,6%, EUR/USD melemah 0,1% di awal pekan. Dengan dua minggu tersisa untuk bernegosiasi, bukan tidak mungkin saham Eropa bangkit setelah tekanan awal minggu ini.
Pasar Semakin Kebal terhadap Ancaman Tarif
Pasar saham Eropa justru naik di bulan Juli — Eurostoxx 50 menguat 1,5%, FTSE 100 naik 2%, dan CAC juga 2%. Saham Eropa bahkan mengungguli saham AS bulan ini. Namun di pasar forex, kekhawatiran tarif terlihat jelas dengan penguatan Dolar AS. Pertanyaan utama: Apakah pasar terlalu optimis? Jika kesepakatan tak tercapai sebelum 1 Agustus, sentimen risiko bisa memburuk dan Euro tertekan.
Investor Masih Melirik Saham Bernilai di Eropa
Tarif bukan satu-satunya faktor pasar. Saham Eropa tetap menarik secara valuasi — P/E Eurostoxx 50 di 16x, jauh di bawah S&P 500 di 26,6x. DAX menyusul di 20,7x.
Di sisi lain, investor juga mengantisipasi potensi penurunan suku bunga:
-
BOE kemungkinan besar memangkas suku bunga di Agustus (89% peluang)
-
The Fed berpotensi di September (60% peluang)
-
ECB berpeluang di pertengahan September (40% peluang)
UE Pilih Pendekatan Hati-hati Saat Ketakutan Perang Dagang Mereda
UE mempererat hubungan dagang dengan Kanada, Jepang, dan berharap kesepakatan dengan India sebelum akhir tahun. Ini menunjukkan respons UE yang terukur dan keinginan diversifikasi dagang. Pasar tidak terlalu khawatir, emas naik tipis $15/oz (+2% Juli), sejalan dengan saham Eropa. Harga minyak Brent menembus $70/barel, naik 4,5% sepanjang Juli, menunjukkan pasar masih percaya diri.
Bank of England Siap Pangkas Suku Bunga di Tengah Ancaman Ekonomi
Poundsterling menjadi sorotan setelah Gubernur BOE, Andrew Bailey, menyatakan suku bunga akan diturunkan jika lapangan kerja tertekan akibat kenaikan pajak asuransi nasional. GBP/USD sempat turun ke $1.3450, namun kembali naik mendekati $1.35.
Agenda Pekan Ini: Data Inflasi AS & Musim Laporan Keuangan
- Data Inflasi AS
Pasar menunggu data CPI AS — inflasi utama diperkirakan naik ke 2,6% dari 2,4%, core CPI ke 2,9% dari 2,8%. Meski dampak tarif dipantau, pasar tidak mengantisipasi lonjakan besar harga konsumen. Data lemah bisa menekan Dolar & memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed di September. - Musim Laporan Keuangan Kuartal 2
Fokus di Eropa pada sektor industri dan kimia, untuk melihat dampak tarif & penguatan Euro terhadap laba. EUR/USD melonjak hampir 10% di Q2, potensi memukul laba perusahaan dengan pendapatan berbasis USD. Di AS, perhatian ke JP Morgan, Wells Fargo, Citigroup, Goldman Sachs, Bank of America, Morgan Stanley, dan Netflix. Dari 4% perusahaan S&P 500 yang sudah melaporkan, 71% di atas ekspektasi — di bawah rata-rata 5 tahun (78%).
Analis cenderung pesimis, 10 dari 11 sektor direvisi turun. Pertanyaan besarnya: Apakah ini cukup menurunkan ekspektasi sehingga earnings bisa memberi sentimen positif bagi pasar?
Morning Wrap (02.03.2026)
Tiga Pasar yang Perlu Dipantau Minggu Depan (27.02.2026)
Daily summary: Awal dari Berakhirnya Disinflasi?
US Open: Kenaikan Minyak & PPI Tekan Wall Street 📉