- BlackRock melampaui ekspektasi Wall Street pada pendapatan, EPS, dan aset kelolaan (AUM).
- AUM mencapai rekor US$15,3 triliun, didukung arus dana masuk yang sangat kuat.
- iShares kini mengelola lebih dari US$6 triliun aset, memperkuat dominasi BlackRock di industri ETF.
- Arus dana masuk terjadi secara luas pada ETF, strategi aktif, investasi sistematis, dan alternatif.
- Saham BlackRock naik hampir 5% pada perdagangan pre-market setelah laporan earnings dirilis.
- BlackRock melampaui ekspektasi Wall Street pada pendapatan, EPS, dan aset kelolaan (AUM).
- AUM mencapai rekor US$15,3 triliun, didukung arus dana masuk yang sangat kuat.
- iShares kini mengelola lebih dari US$6 triliun aset, memperkuat dominasi BlackRock di industri ETF.
- Arus dana masuk terjadi secara luas pada ETF, strategi aktif, investasi sistematis, dan alternatif.
- Saham BlackRock naik hampir 5% pada perdagangan pre-market setelah laporan earnings dirilis.
BlackRock (BLK.US), manajer aset terbesar di dunia, melaporkan hasil kuartal kedua yang semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam sistem keuangan global. Meskipun ekspektasi pasar sudah tinggi, perusahaan kembali membukukan laporan earnings yang melampaui perkiraan Wall Street, sehingga mendorong sahamnya naik hampir 5% dalam perdagangan pre-market.
Hasil Q2 BlackRock
- Adjusted EPS: US$13,91 (vs. ekspektasi US$12,66)
- Pendapatan: US$7,08 miliar (vs. ekspektasi US$6,82 miliar)
- Pendapatan dari base fee dan securities lending: US$5,73 miliar (vs. ekspektasi US$5,60 miliar)
- Assets Under Management (AUM): US$15,34 triliun (vs. ekspektasi US$15,19 triliun)
- Arus dana masuk jangka panjang: US$199,13 miliar
- Total arus dana masuk bersih: US$191,70 miliar (vs. ekspektasi US$175,92 miliar)
BlackRock menutup kuartal kedua dengan rekor US$15,3 triliun aset kelolaan (AUM). Pencapaian ini didukung oleh US$868 miliar arus dana masuk bersih serta pertumbuhan organik sebesar 10% pada pendapatan berbasis biaya (base fee revenue).
Total pendapatan meningkat 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh tingginya permintaan terhadap ETF, strategi investasi yang dikelola secara aktif, serta layanan teknologi. Di saat yang sama, margin operasional yang disesuaikan meningkat menjadi 45,9%, sementara laba per saham terdilusi (diluted EPS) naik 20% secara tahunan, mencerminkan profitabilitas perusahaan yang tetap kuat.
iShares Lampaui US$6 Triliun Aset Kelolaan
Platform ETF iShares milik BlackRock mencatat arus dana masuk bersih sebesar US$192 miliar selama kuartal kedua 2026, yang menghasilkan pertumbuhan organik 8% pada pendapatan berbasis biaya. Besarnya aliran modal ini menunjukkan bahwa BlackRock masih menjadi salah satu penerima manfaat utama dari pertumbuhan investasi pasif sekaligus meningkatnya permintaan terhadap strategi investasi yang lebih canggih.
- Aset yang dikelola melalui platform iShares kini telah melampaui US$6 triliun, hampir dua kali lipat dibandingkan tiga tahun lalu. Pencapaian ini sangat penting karena iShares tetap menjadi salah satu sumber pendapatan berbasis biaya yang paling besar, stabil, dan mudah diskalakan bagi BlackRock.
- Selain itu, perusahaan juga mencatat US$53 miliar arus dana masuk bersih ke strategi investasi aktif. Pada segmen saham, strategi investasi sistematis yang mengandalkan model kuantitatif dan analisis data menjadi pendorong pertumbuhan utama, sementara kategori liquid alternatives membukukan rekor arus dana masuk bersih sebesar US$7 miliar.
Laba bersih BlackRock meningkat 20% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$1,9 miliar, sedangkan laba operasional juga naik 20% menjadi sekitar US$1,9 miliar. Respons positif Wall Street tidak hanya didorong oleh pendapatan dan laba yang melampaui ekspektasi, tetapi juga oleh kuatnya arus dana masuk yang tersebar merata di ETF, strategi aktif, investasi sistematis, dan aset alternatif.
Saham BlackRock (Grafik D1)
Pada puncak perdagangan hari ini, saham BlackRock sempat diperdagangkan di atas US$1.200. Level tersebut masih menjadi area resistance utama yang perlu ditembus oleh pihak bullish. Di sisi lain, Exponential Moving Average (EMA) 200 hari yang berada di sekitar US$1.050, serta area US$910–950, menjadi level support teknikal penting yang patut diperhatikan investor.

Sumber: xStation5
Bisakah Micron Mengalahkan Nvidia sebagai Perusahaan Terbesar?
Morgan Stanley Cetak Rekor Pendapatan, Laba Naik 66%
Kalender Ekonomi: Earnings AS Berlanjut, PPI dan IBM Jadi Fokus Pasar
Market Wrap: Inflasi AS Turun, Warsh Hawkish
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.