Pasar Saham AS dan Asia
Wall Street Setelah Aksi Ambil Untung
- Futures indeks Amerika Serikat diperdagangkan nyaris tidak berubah setelah aksi ambil untung pada sesi sebelumnya.
- Tekanan ringan masih terlihat pada saham teknologi.
- US2000 naik 0,03%, US500 menguat 0,05%, dan US30 bertambah 0,1%.
- Sementara itu, US100 turun sekitar 0,1%.
Koreksi Pasar Asia
- Pasar saham Asia menghentikan reli selama empat hari dan sebagian besar bergerak turun pada perdagangan Kamis.
- Tekanan berasal dari aksi jual saham teknologi di Wall Street dan keraguan berkelanjutan mengenai profitabilitas investasi kecerdasan buatan.
- KOSPI Korea Selatan sempat jatuh lebih dari 5% pada level terendah intraday.
- Nikkei 225 Jepang turun hampir 2%.
- Penurunan juga terlihat di Hong Kong, Taipei, dan Wellington.
- Sebaliknya, Shanghai, Sydney, dan Singapura mencatatkan kenaikan moderat.
Makroekonomi dan Bank Sentral
Hubungan Trump dan Warsh Menjadi Sorotan
- Menurut laporan Wall Street Journal, Presiden Donald Trump dan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh sering melakukan komunikasi langsung melalui telepon.
- Trump disebut memandang Warsh sebagai penasihat ekonomi eksternal yang penting.
- Hubungan tersebut dinilai menyerupai dinamika antara Presiden Bill Clinton dan Alan Greenspan.
- Namun, intensitas komunikasi itu memunculkan pertanyaan mengenai independensi bank sentral Amerika Serikat.
Peringatan Inflasi dari Mary Daly
- Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly menegaskan bahwa bank sentral harus siap bertindak apabila inflasi kembali memburuk.
- Ia menjelaskan dua skenario utama.
- Dalam skenario pertama, kenaikan harga saat ini hanya bersifat sementara sehingga suku bunga dapat dipertahankan.
- Dalam skenario kedua, inflasi terus meningkat dan memaksa The Fed melakukan pengetatan kebijakan secara agresif.
Komoditas dan Geopolitik
Situasi Selat Hormuz
- Iran dan Oman telah menyepakati jalur transit bersama melalui Selat Hormuz.
- Namun, Teheran menegaskan bahwa pembukaan kembali selat membutuhkan pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat.
- Meskipun Donald Trump menyampaikan pernyataan optimistis, Iran tetap membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington.
- Teheran juga berupaya mempertahankan kendali independen atas lalu lintas kapal dan pemungutan biaya transit.
Minyak Mentah
- Volatilitas di pasar energi mulai mereda.
- Futures Brent turun sekitar 0,25% dan diperdagangkan di sekitar US$79 per barel.
- Harga masih mencerminkan harapan terhadap deeskalasi, tetapi tetap rentan terhadap perubahan dalam negosiasi Hormuz.
Logam Mulia
- Emas menguat untuk sesi keempat berturut-turut.
- Harga naik sekitar 0,4% menjadi US$4.260 per ons.
- Perak bergerak relatif datar.
Robotaxi Uber Bisa Jadi Ancaman bagi Tesla?
Beat Earnings Tak Menjamin Saham Naik
Daily Summary: Dow Cetak Rekor, Nasdaq Justru Tertahan
Hormuz Makin Dekat Dibuka, Minyak Bertahan di Bawah US$80
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.