- Sentimen investor global naik ke level tertinggi sejak Februari menurut survei BofA Global Fund Manager Survey.
- Alokasi kas turun ke 3,6%, level rendah yang menurut metodologi BofA memicu sinyal jual kontrarian.
- Saham semikonduktor global kembali menjadi crowded trade terbesar di dunia, disebut oleh 82% responden.
- Sebanyak 61% responden menilai hyperscaler tidak akan memangkas belanja modal tahun ini.
- Risiko bubble AI menjadi tail risk terbesar, meski investor tetap optimistis terhadap saham teknologi dan AI.
- Sentimen investor global naik ke level tertinggi sejak Februari menurut survei BofA Global Fund Manager Survey.
- Alokasi kas turun ke 3,6%, level rendah yang menurut metodologi BofA memicu sinyal jual kontrarian.
- Saham semikonduktor global kembali menjadi crowded trade terbesar di dunia, disebut oleh 82% responden.
- Sebanyak 61% responden menilai hyperscaler tidak akan memangkas belanja modal tahun ini.
- Risiko bubble AI menjadi tail risk terbesar, meski investor tetap optimistis terhadap saham teknologi dan AI.
Survei terbaru Bank of America Global Fund Manager Survey atau BofA FMS menunjukkan bahwa investor institusional tetap semakin optimistis terhadap saham teknologi dan prospek pasar secara lebih luas. Pada saat yang sama, responden melihat peluang kecil terjadinya pengetatan lanjutan oleh Federal Reserve sebelum pemilu paruh waktu AS. Survei ini juga menunjukkan bahwa rebound berkelanjutan harga minyak kembali ke atas $90 per barel akan menjadi kejutan negatif yang signifikan bagi investor.
Ringkasan Utama dari Survei
-
Sentimen investor global naik ke level tertinggi sejak Februari. Fund manager menjadi lebih optimistis terhadap prospek ekonomi, belanja modal terkait AI, dan peluang Federal Reserve yang lebih akomodatif.
-
Alokasi kas turun menjadi 3,6% dari 4,1% pada Juni. Menurut metodologi Bank of America, saldo kas serendah ini memicu sinyal jual kontrarian, yang menunjukkan bahwa optimisme investor mungkin sudah berlebihan dan ruang untuk tambahan risk-taking menjadi lebih terbatas.
-
Rekor 54% responden memperkirakan skenario “no landing” untuk ekonomi global, yaitu kondisi ketika pertumbuhan ekonomi tetap tangguh tanpa perlambatan yang berarti. Hanya 2% yang memperkirakan hard landing.
-
Fund manager meningkatkan alokasi mereka ke saham AS ke level overweight tertinggi sejak Desember 2024, mencerminkan meningkatnya keyakinan bahwa saham AS akan terus mengungguli pasar global.
-
Posisi long pada saham semikonduktor global kembali diidentifikasi sebagai crowded trade terbesar di dunia, disebut oleh 82% responden untuk bulan ketiga berturut-turut. Meskipun sebagian investor mengurangi eksposur teknologi pada Juli, tidak ada yang melaporkan posisi net short di sektor tersebut.
-
Mayoritas responden, yaitu 61%, meyakini hyperscaler tidak akan mengurangi belanja modal tahun ini, dibandingkan 28% yang memperkirakan pemangkasan belanja. Hal ini mendukung pandangan bahwa investasi pada infrastruktur AI, data center, dan semikonduktor canggih kemungkinan tetap tinggi.
-
Risiko bubble AI diidentifikasi sebagai tail risk terbesar yang dihadapi pasar keuangan, dengan 45% responden menyorotinya sebagai kekhawatiran utama. Ini menunjukkan bahwa investor tetap sangat optimistis terhadap AI, tetapi pada saat yang sama mengakui risiko valuasi yang semakin meningkat.
-
Sekitar 83% responden tidak memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum pemilu paruh waktu AS, memperkuat ekspektasi terhadap lingkungan moneter yang lebih mendukung aset berisiko.
-
Fund manager juga menurunkan proyeksi harga minyak akhir 2026 menjadi $71 per barel, turun dari $86 pada Juni. Ini menunjukkan bahwa investor memperkirakan tekanan inflasi dari pasar energi akan lebih lemah dibandingkan ekspektasi mereka satu bulan lalu.
TSM Cetak Rekor Revenue, AI Boom Masih Kuat
Pergeseran Pembiayaan AI di Balik Rencana IPO OpenAI
SK Hynix ADR Diminati, Sinyal Bullish untuk AI
Daily Summary: Geopolitik Teluk Persia Guncang Pasar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.