🏛️ Makroekonomi dan Bank Sentral
- Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga Amerika Serikat pada kisaran 3,50%–3,75%.
- Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi mayoritas pasar, meskipun sebagian investor sebelumnya memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga secara mengejutkan.
- Keputusan ini tidak diambil secara bulat.
- Tiga dari 12 anggota komite, yaitu Lorie Logan, Beth Hammack, dan Neel Kashkari, memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
- Perbedaan suara tersebut menunjukkan kuatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan kembalinya tekanan inflasi.
- Ketua The Fed Kevin Warsh pada awalnya menyampaikan retorika yang hawkish dan menghindari janji mengenai langkah kebijakan berikutnya.
- Ia menekankan ketahanan ekonomi Amerika Serikat dan komitmen The Fed untuk membawa inflasi kembali menuju target dengan menggunakan rangkaian data yang lebih luas, bukan hanya indeks PCE.
- Namun, selama sesi tanya jawab, Warsh dipandang lebih dovish karena mengindikasikan bahwa The Fed tidak terburu-buru menyesuaikan kebijakan moneter.
- Pasar kini memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga AS berikutnya paling cepat terjadi pada Oktober.
- Ekspektasi tersebut bergeser dari perkiraan sebelumnya yang mengarah pada September.
- Sebagai respons terhadap perubahan nada Warsh, indeks saham AS memangkas sebagian penurunannya, sementara EUR/USD menguji level 1,15.
- Pertumbuhan upah di Zona Euro diperkirakan meningkat hingga awal 2027.
- Namun, proyeksi menunjukkan bahwa pertumbuhan tersebut masih jauh di bawah level tertinggi historis.
- Kondisi ini memberikan tekanan moderat terhadap European Central Bank yang harus menjaga keseimbangan antara mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan dinamika upah.
- Presiden Donald Trump mengumumkan kemungkinan tindakan balasan tegas terhadap Iran setelah serangan terbaru terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.
- Pernyataan tersebut secara drastis meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
- Meskipun Trump mengatakan bahwa Teheran meminta penghentian serangan, sikap kerasnya semakin menjauhkan prospek dimulainya kembali pembicaraan damai.
- Kondisi ini juga terus mengancam keamanan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
📈 Pasar Saham dan Berita Perusahaan
- Indeks utama Wall Street berhasil memangkas sebagian penurunan awal yang sempat melampaui 1% setelah pengumuman The Fed.
- Keputusan untuk mempertahankan suku bunga memberikan kelegaan bagi investor yang sebelumnya mengkhawatirkan kejutan hawkish.
- Perhatian pasar kini sepenuhnya beralih ke laporan keuangan Microsoft dan Meta. Kedua perusahaan tersebut akan menguji kesabaran investor terhadap besarnya belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan.
- Reaksi terhadap laporan Microsoft dan Meta diperkirakan menentukan sentimen sektor teknologi selama sisa musim panas. Fokus utama pasar adalah apakah investasi AI dalam skala besar benar-benar mulai menghasilkan monetisasi yang sepadan.
- Pemulihan indeks tersebut terjadi meskipun pasar sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Teluk Persia.
- Sektor semikonduktor tetap berada di bawah tekanan jual yang kuat. Indeks SOX mencatatkan penurunan untuk sesi kelima berturut-turut akibat aksi jual pada saham besar seperti Micron dan Nvidia.
- Situasi semakin memburuk setelah kejatuhan besar di bursa saham Seoul. Indeks KOSPI turun sekitar 6%, memicu mekanisme penghentian perdagangan otomatis dan membawa kerugian bulanan ke rekor lebih dari 30%. Pemicu kepanikan adalah laporan SK Hynix. Meskipun laba perusahaan meningkat sekitar enam kali lipat, manajemen mengumumkan belanja modal dalam jumlah besar mencapai $31 miliar. Pengumuman tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa ekspansi kapasitas produksi AI dapat menciptakan kelebihan pasokan pada masa mendatang.
- Saham KLA juga melemah setelah Morgan Stanley menilai hasil terbaru perusahaan kurang memberikan inspirasi bagi investor.
- Ford menaikkan proyeksi laba setahun penuh untuk kedua kalinya. Kenaikan outlook didukung permintaan konsumen yang tetap kuat terhadap kendaraan SUV bermargin tinggi. Kabar tersebut memicu respons positif dan mendorong kenaikan saham Ford.
- Saham Procter & Gamble melemah setelah perusahaan memberikan proyeksi tahunan yang konservatif dan membukukan pertumbuhan penjualan organik di bawah ekspektasi.
- Kinerja tersebut mencerminkan konsumen yang mulai mengurangi pengeluaran.
- Caterpillar juga tertekan setelah analis Baird menurunkan rekomendasi saham. Baird memperingatkan adanya perlambatan investasi pembangunan pusat data yang mendukung pengembangan kecerdasan buatan.
- Pada pukul 21.30, indeks S&P 500 berada di level 7.390 dan turun sekitar 1%. Nasdaq 100 berada di 27.600 dan turun sekitar 1,3%. Dow Jones berada di 51.830 dan melemah sekitar 2%.
🛢️ Komoditas
- Harga minyak mencatatkan kenaikan tajam.
- WTI melonjak lebih dari 7% dan mencapai sekitar $85 per barel setelah pernyataan keras Donald Trump mengenai kemungkinan serangan terhadap Iran.
- Kenaikan harga juga mendapat dorongan dari laporan yang menunjukkan penurunan besar dan tidak terduga pada persediaan minyak mentah Amerika Serikat.
- Kombinasi faktor geopolitik dan fundamental tersebut mendorong harga Brent kembali menembus level penting $90 per barel untuk kontrak September.
- Pasar bahan bakar bereaksi keras terhadap perkembangan tersebut, terutama setelah gangguan sebelumnya pada jalur perdagangan utama.
- Harga emas mengalami volatilitas besar.
- Emas sempat menguji support $4.000 per ons menjelang pertemuan The Fed.
- Setelah nada Warsh dinilai lebih dovish, emas berbalik naik sekitar 1%.
- Di pasar komoditas pertanian, terjadi aksi jual kuat yang paling banyak menekan kontrak futures kopi dan kakao.
- Penurunan harga kedua komoditas tersebut berlawanan dengan kenaikan tajam pada komoditas energi dan logam mulia.
- Harga gas alam Amerika Serikat mencatatkan rebound menjelang berakhirnya kontrak futures Agustus.
- Pada pukul 21.30, emas berada di $4.060 dan naik 1,39%.
- WTI diperdagangkan di $84,64 dan menguat 7,07%.
- Brent kontrak Oktober berada di $88 dan naik 7,58%.
- Perak berada di $58,36 dan menguat 2,25%.
💵 Mata Uang
- Indeks dolar AS turun sekitar 0,4% setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga.
- EUR/USD bergerak mendekati level 1,1450 selama konferensi pers Kevin Warsh.
- Namun, analis menilai pelemahan dolar AS saat ini dapat bersifat sementara.
- Risiko geopolitik yang masih tinggi biasanya kembali meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.
Warsh Bicara Banyak, Tapi Tak Beri Arah
Warsh Hapus Panduan, Saham Teknologi Bernapas
BREAKING: The Fed Tahan Suku Bunga
US OPEN: Wall Street Hadapi Dua Ujian Besar Malam Ini
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.