21.49 · 8 Juli 2026

BREAKING: Persediaan Minyak AS Mixed, Harga Brent Bertahan

Perubahan Persediaan Kunci (Mingguan

 

  • Persediaan minyak mentah: +3.00 juta barel (pasar memperkirakan penurunan sekitar 1.1 hingga 1.6 juta barel).

  • Persediaan distilat: -4.98 juta barel (pasar memperkirakan kenaikan +1.05 juta barel).

  • Persediaan bensin: -1.90 juta barel (pasar memperkirakan penurunan -1.5 juta barel).

  • Persediaan Cushing: -0.052 juta barel (penurunan tipis).

  • Tingkat utilisasi kapasitas kilang: -0.8 poin persentase (pasar memperkirakan penurunan yang lebih kecil, -0.2 poin persentase).

  • Impor minyak: +350 ribu barel per hari (bpd).

  • Produksi minyak domestik: +50 ribu barel per hari (bpd).

 

Komentar Pasar

Laporan EIA terbaru menghadirkan data yang sangat campur aduk, namun pada akhirnya cukup seimbang. Di satu sisi, ada kejutan besar pada persediaan minyak mentah itu sendiri, yang naik penuh 3 juta barel alih-alih turun seperti yang diperkirakan pasar. Ini adalah kenaikan persediaan pertama sejak paruh kedua April. Hal ini antara lain disebabkan oleh kenaikan impor yang jelas (+350 ribu bpd) dan penurunan kecil dalam pengolahan bahan baku oleh kilang, yang utilisasinya turun lebih besar dari perkiraan (0.8 poin persentase).

Di sisi lain, penurunan aktivitas kilang yang sama, ditambah permintaan yang masih bertahan, telah menyebabkan pengurasan sangat besar pada persediaan bahan bakar jadi. Penurunan persediaan distilat hampir 5 juta barel (padahal pasar memperkirakan kenaikan!) dan penurunan stok bensin yang lebih besar dari perkiraan menjadi faktor yang sangat bullish bagi harga produk minyak, dan secara efektif menetralkan nada “bearish” pada minyak mentah itu sendiri.

Meski terjadi pergeseran menarik dalam data penyimpanan AS, reaksi harga komoditas ini, dengan Brent di sekitar 79.50 dolar AS, mengingatkan kita pada konteks yang lebih luas. Reaksi terhadap laporan mingguan EIA saat ini mungkin terbatas atau hanya berlangsung singkat karena, pada tingkat yang besar, semuanya kini bergantung pada situasi geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan di sana, risiko eskalasi konflik, dan potensi ancaman terhadap kelangsungan pasokan kini menjadi penentu utama arah harga minyak di pasar global, sehingga data fundamental dari AS sedikit terdorong ke latar belakang. Setelah ketidakpastian sebelumnya, Donald Trump kembali menyatakan kesiapan untuk menyerang Iran, yang mendorong kenaikan harga mendekati 80 dolar AS per barel.

 


 
8 Juli 2026, 21.17

US OPEN: Wall Street Tertekan Lagi Usai Eskalasi Timur Tengah

8 Juli 2026, 21.15

Konflik Iran-AS Bisa Picu Inflasi Panjang, Ini Dampaknya

8 Juli 2026, 18.35

Minyak Melonjak Usai Eskalasi Iran-AS di Selat Hormuz

8 Juli 2026, 13.28

Kalender Ekonomi: Fokus Pasar Tertuju pada FOMC Minutes

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.