-
Persediaan Minyak Mentah: Turun sebesar 3,775 juta barel. Hasil ini sedikit lebih baik dari asumsi penurunan 4 juta barel, tetapi lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya, ketika persediaan turun hampir 6,1 juta barel. Total persediaan saat ini berada di level 408,359 juta barel, atau turun 0,92%.
-
Persediaan Bensin: Turun sebesar 2,33 juta barel, atau turun 1,08%. Pasar sebelumnya memperkirakan penurunan sebesar 0,9 juta barel, sementara pada pekan sebelumnya persediaan justru naik 2,06 juta barel.
-
Persediaan Distilat: Naik sebesar 2,48 juta barel, atau meningkat 2,34%. Pasar sebelumnya memperkirakan penurunan sebesar 0,8 juta barel, setelah pada pekan sebelumnya persediaan naik 3,06 juta barel.
-
Persediaan di Hub Cushing: Naik sebesar 709 ribu barel ke level 19,666 juta barel. Kenaikan ini meredakan kekhawatiran terbaru bahwa persediaan di hub tersebut akan turun ke level kritis.
-
Utilisasi Kilang: Naik 0,50% secara mingguan.
-
Impor Minyak Mentah AS: Turun sebesar 291 ribu barel per hari menjadi 5,279 juta barel per hari.
Komentar terhadap data
Laporan EIA hari ini cenderung memberikan dampak positif terhadap harga. Namun, saat ini pasar minyak masih mengalami tekanan karena sentimen positif terkait pembukaan Selat Hormuz. Apa saja poin penting dari laporan ini?
-
Permintaan kuat dan tekanan terhadap penurunan persediaan minyak mentah: Poin utama dari laporan ini adalah berlanjutnya penurunan persediaan minyak mentah sebesar 3,775 juta barel. Penurunan ini didorong oleh dua faktor, yaitu peningkatan aktivitas kilang AS, yang tercermin dari kenaikan utilisasi sebesar 0,50%, serta lebih rendahnya arus masuk minyak mentah dari luar negeri, dengan impor turun hampir 300 ribu barel per hari. Penurunan terbesar terjadi di wilayah Gulf Coast, yang merupakan pusat industri kilang Amerika Serikat.
-
Pasar bahan bakar, bensin vs distilat: Sinyal yang sangat positif untuk permintaan konsumen terlihat dari penurunan solid persediaan bensin sebesar 2,33 juta barel, yang menunjukkan kuatnya musim perjalanan. Di sisi lain, optimisme pasar tertahan oleh kenaikan persediaan distilat yang jauh lebih besar dari perkiraan, termasuk diesel dan heating oil, sebesar hampir 2,5 juta barel. Hal ini dapat mengindikasikan sedikit perlambatan di sektor industri atau transportasi berat. Perlu dicatat bahwa crack spread di pasar masih bertahan pada level tinggi.
-
Hub Cushing: Faktor yang sedikit bearish juga terlihat dari kenaikan persediaan di hub penyelesaian utama Cushing sebesar 709 ribu barel. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan fisik minyak di titik pengiriman kontrak berjangka WTI sedikit membaik.
Persediaan terus mengalami penurunan tajam. Kami juga melihat penurunan lanjutan pada SPR. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB
Crack Spread kini sudah mencapai level tertinggi lokal terbaru, yang dapat menunjukkan tingginya permintaan bahan bakar atau adanya kekurangan pasokan. Divergensi sebesar ini sangat jarang terjadi. Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB
Emas Rebound ke $4.100 Setelah Warsh Redakan Kekhawatiran
US Open: Wall Street Melemah Saat Data AS Tekan Sentimen
Data ISM AS Melemah, Dolar Kembali Tertekan
ADP AS Melemah, Nasdaq 100 Tetap Relatif Stabil
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.