- Pertumbuhan tahunan kuartal kedua (rilis awal): 3.0% (Ekspektasi: 2.4%; Sebelumnya: -0.5%)
- Indeks belanja konsumsi pribadi inti (core PCE, kuartalan): 2.5% (Ekspektasi: 2.4%; Sebelumnya: 3.5%)
- Indeks harga belanja konsumen: 2.1% (Sebelumnya: 3.7%)
- Deflator GDP: 2.0% (Ekspektasi: 2.2%; Sebelumnya: 3.8%)
- Konsumsi: 1.4% (Ekspektasi: 1.5%; Sebelumnya: 0.5%)
Seperti yang diperkirakan, kontribusi terbesar berasal dari sektor ekspor bersih, yang menyumbang hampir 5% — jauh lebih tinggi dari perkiraan yang hanya sedikit di atas 4%. Selain itu, terjadi penurunan signifikan dalam persediaan dan konsumsi tetap solid, meskipun sedikit lebih lambat dibandingkan rata-rata dalam beberapa tahun terakhir. Namun, perlu dicatat bahwa pembacaan GDP kuartal pertama dan kedua sangat terdistorsi oleh faktor perdagangan dan persediaan. Jika kedua faktor ini dihilangkan, maka angka pertumbuhan tidak akan setinggi itu.
Wall Street Libur dan Nasdaq Bertahan
Jepang Bisa Jadi Masalah Baru untuk US Treasury
Market Wrap: NFP Kuat, Chip Asia Naik dan Minyak Dekati US$100
Daily Summary: NFP Kuat Tekan Pasar, Risiko Suku Bunga Naik
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.