Donald Trump secara jelas meredam euforia pasar pada pagi hari setelah menyatakan usai rapat kabinet bahwa AS tidak akan menerima “kesepakatan lemah” dan tidak akan memberikan konsesi prematur kepada Teheran. Sikap keras Gedung Putih langsung memicu pembalikan arah indeks AS dari level tertinggi historis, meskipun harga minyak global masih tetap berada di bawah tekanan penurunan tajam.
- Trump tidak ingin kesepakatan lemah: Presiden AS secara terbuka menyatakan bahwa bentuk kesepakatan saat ini tidak memuaskannya dan ia tidak akan menandatangani kesepakatan yang lemah.
- Gedung Putih menolak syarat Iran: Washington saat ini menolak tuntutan Teheran — Trump menegaskan bahwa sanksi tidak akan dicabut hanya sebagai imbalan penyerahan uranium dan mengumumkan tetap mempertahankan kontrol atas miliaran dolar aset yang dibekukan.
- Indeks mulai memangkas kenaikan: Sikap keras AS inilah yang mendinginkan euforia pasar pagi tadi. Investor menyadari bahwa kesepakatan masih membutuhkan proses panjang, yang menarik futures indeks AS turun dari level tertinggi historis mendekati level pembukaan.
- Harga minyak tetap rendah: Meski Trump mengeluarkan retorika hawkish, harga minyak Brent dan WTI belum menunjukkan rebound dan masih mencatat penurunan tajam lebih dari 3%. Pasar tampaknya masih bertaruh bahwa negosiasi intensif dan upaya penyelesaian cepat masih berlangsung di belakang layar.
Daily Summary – Wall Street Melemah Saat Ketegangan AS-Iran Naik
Minyak Turun, Iran Jadi Fokus
US OPEN: Reli AI Dorong Nasdaq ke Level Tertinggi Baru
Harga Minyak Turun, Risiko Hormuz Masih Membayangi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.