Brent crude atau OIL menguat didukung eskalasi terbaru di Timur Tengah. Namun, meskipun terjadi serangan terhadap fasilitas militer Iran dan aksi balasan Teheran terhadap pangkalan AS di kawasan tersebut, pasar minyak tetap relatif tenang. Kontrak Brent telah rebound lebih dari 10% dari level terendah terbaru, tetapi kenaikannya tertahan hampir tepat di retracement Fibonacci 23,6% dari penurunan Mei tahun ini, di sekitar USD 80,7 per barel. Dari perspektif teknikal, level ini dapat memicu pergerakan turun berikutnya, dengan area USD 73-75 muncul sebagai zona support penting berikutnya. Di sisi lain, breakout yang tegas ke atas dapat meningkatkan probabilitas pergerakan menuju USD 84-87 per barel, area di mana exponential moving average 200 hari atau EMA200 dan retracement Fibonacci 38,2% bertemu.
OIL (Grafik D1)

Sumber: xStation 5
Grafik di bawah menggambarkan struktur futures Brent crude oil, khususnya spread antara kontrak futures bulan terdepan atau C01 dan kontrak dengan jatuh tempo jauh lebih panjang atau C013. Spread saat ini yang berada di sekitar USD 4,5 per barel menunjukkan bahwa, meskipun telah turun tajam dari level tertinggi tahun ini, pasar masih memperhitungkan ketatnya pasokan jangka pendek secara signifikan.
Garis merah menunjukkan selisih harga antara kontrak futures bulan terdepan dan kontrak dengan jatuh tempo lebih panjang. Spread saat ini berada di sekitar USD 4,49 per barel. Spread positif berarti kontrak bulan terdepan diperdagangkan di atas kontrak deferred, yang menunjukkan kondisi pasar backwardation. Struktur seperti ini biasanya mencerminkan pasokan fisik yang ketat atau permintaan jangka pendek yang sangat kuat terhadap minyak mentah.
Semakin lebar spread, semakin besar premi yang bersedia dibayar trader untuk pengiriman segera. Hal ini menjelaskan lonjakan tajam yang terlihat setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 dan kembali terjadi selama eskalasi ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran pada 2026.
Ketika spread turun ke nol atau berubah negatif, pasar bergeser ke contango, yang berarti kontrak berjangka lebih panjang diperdagangkan di atas kontrak bulan terdepan. Struktur seperti ini biasanya menandakan kondisi pasokan yang nyaman, persediaan yang tinggi, atau ekspektasi permintaan yang lebih lemah. Saat ini, kondisi tersebut belum terjadi.

Sumber: Bloomberg Finance L.P.
Grafik tersebut membandingkan kinerja Brent crude oil dalam berbagai peristiwa geopolitik besar, dengan menunjukkan return dari 50 hari sebelum hingga 200 hari setelah masing-masing peristiwa. Meskipun beberapa konflik, seperti Gulf War dan invasi Rusia ke Ukraina, memicu rally minyak yang berkepanjangan, banyak peristiwa lainnya hanya menghasilkan lonjakan harga sementara yang kemudian memudar seiring waktu. Konflik Israel-Iran saat ini sejauh ini hanya menghasilkan kenaikan moderat dibandingkan guncangan geopolitik besar sebelumnya. Secara rata-rata, peristiwa geopolitik hanya menghasilkan kenaikan jangka panjang yang terbatas pada harga minyak, seperti terlihat dari mean return yang relatif datar. Hal ini menunjukkan bahwa kecuali gangguan pasokan berlangsung lama, risiko geopolitik saja sering kali tidak cukup untuk mempertahankan bull market yang berkelanjutan pada harga minyak mentah.

Sumber: Bloomberg Finance L.P., XTB Research
Morning Wrap: Futures AS Menguat di Tengah Geopolitik
Daily Summary: Geopolitik Teluk Persia Guncang Pasar
Pidato Trump di Ankara Guncang Pasar Minyak
BREAKING: Persediaan Minyak AS Mixed, Harga Brent Bertahan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.