21.02 · 18 Agustus 2026

Trump Tegaskan Hormuz Terbuka, Harga Minyak Mulai Turun

Presiden Donald Trump mempublikasikan serangkaian pernyataan tegas melalui Truth Social:

  • Tidak ada negosiasi: "Tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Republik Islam Iran, dan tidak ada pula yang direncanakan."
  • Blokade laut berlanjut: Operasi Angkatan Laut AS yang menargetkan pelabuhan Iran tetap berlangsung penuh.
  • Selat Hormuz "terbuka": Jalur perairan tersebut telah beroperasi dan pasukan AS mengonfirmasi bahwa seluruh ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan.

Reaksi Pasar: Harga Minyak Mengambil Jeda

Harga minyak mentah turun tipis setelah pernyataan tersebut. Prospek dibukanya kembali Selat Hormuz dan pembersihan ranjau laut menunjukkan bahwa arus fisik minyak mentah, yang mencakup sekitar 20% pasokan global, berpotensi kembali berjalan.

Pergeseran Geopolitik dalam Keseimbangan Kekuatan

Pernyataan Trump mengonfirmasi apa yang telah disampaikan Washington selama beberapa waktu terakhir: AS berniat menjalankan kontrol unilateral secara de facto atas Selat Hormuz.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden bahkan menyarankan agar selat tersebut diperlakukan sebagai wilayah yang berada di bawah yurisdiksi AS. Langkah ini secara efektif bertujuan menghilangkan alat tawar terpenting Tehran.

Hingga saat ini, ancaman untuk menutup jalur strategis tersebut merupakan instrumen utama Iran dalam memberikan tekanan terhadap pasar energi global.

Apa Respons Iran? Permainan Catur atau Perang Asimetris?

Bagi Tehran, kehilangan kendali atas lalu lintas di Selat Hormuz merupakan pukulan terhadap reputasi sekaligus kemunduran strategis. Meskipun angkatan laut Iran berada dalam posisi defensif, respons mulai terbentuk dan kemungkinan akan bersifat asimetris.

Komando militer Iran telah memberikan komentar mengenai pembukaan selat tersebut. Mereka memperingatkan bahwa kapal mungkin dapat melintas dengan bebas, tetapi "setelah keluar, mereka mungkin menemukan beberapa lubang di lambung kapal mereka".

Washington berupaya menunjukkan bahwa AS bersedia menggunakan kekuatan militer untuk menjamin kebebasan navigasi sekaligus melemahkan ekonomi Iran melalui blokade.

Di sisi lain, Iran tidak memiliki posisi yang menguntungkan untuk menghadapi Angkatan Laut AS secara terbuka. Karena itu, Tehran kemungkinan besar akan kembali menggunakan taktik sabotase, serangan drone, dan shadow warfare untuk menunjukkan kepada dunia bahwa tanpa persetujuan Iran, tidak ada transportasi minyak dari Teluk Persia yang sepenuhnya aman.

Risiko inilah yang masih membayangi tren penurunan harga minyak hari ini. Meskipun pembukaan Selat Hormuz menurunkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan fisik dalam jangka pendek, ancaman serangan asimetris tetap dapat mempertahankan premi risiko geopolitik di pasar minyak.

18 Agustus 2026, 12.07

Market Wrap: AI Masih Kuat, Tapi Yield dan Minyak Mulai Menekan

18 Agustus 2026, 00.58

Daily Summary: AI Lawan Geopolitik, Pasar Makin Volatil

13 Agustus 2026, 10.49

Stok AS Meledak, Brent Jatuh di Bawah US$88

13 Agustus 2026, 07.26

Market Wrap: Nasdaq Lanjut Naik, Minyak Dekati US$89

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.