Broadcom akan mengumumkan hasil keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2026 setelah penutupan sesi perdagangan hari Rabu. Konsensus analis memperkirakan perusahaan akan melaporkan hasil yang melampaui ekspektasi pasar sekaligus meningkatkan panduan bisnis (guidance) ke depan. Ekspektasi tersebut terutama didorong oleh permintaan yang sangat kuat terhadap solusi jaringan kecerdasan buatan (AI networking) dan chip khusus yang dirancang untuk kebutuhan pelanggan tertentu (custom chips).
Ekspektasi Pasar untuk Laporan KeuanganPasar memperkirakan:
- Pendapatan di atas USD 22 miliar;
- Laba per saham (EPS) di atas USD 2.
Namun demikian, sejumlah institusi investasi besar memiliki proyeksi yang bahkan lebih optimistis.
-
Jefferies dan Morgan Stanley memperkirakan pendapatan Broadcom dapat mencapai sekitar USD 29 miliar. Meskipun demikian, yang paling diperhatikan investor bukan hanya angka utama pendapatan dan laba, melainkan kinerja pada segmen-segmen strategis seperti cloud computing dan artificial intelligence (AI), serta panduan bisnis untuk periode mendatang.
Pendapatan yang berkaitan dengan AI diperkirakan dapat mencapai sekitar USD 17 miliar. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh:
- Kinerja bisnis networking;
- Implementasi switch generasi baru;
- Peningkatan pangsa pasar pada segmen optical connectivity.
Salah satu faktor penting adalah kontrak Anthropic senilai USD 10 miliar yang sebelumnya mengalami perubahan struktur pengiriman. Pesanan yang sebelumnya mencakup rak server lengkap kini dialihkan menjadi pengiriman chip saja.
Akibat perubahan tersebut, pendapatan yang berasal dari kontrak Anthropic diperkirakan berada pada kisaran USD 2,0 miliar hingga USD 2,5 miliar.
-
Morgan Stanley mencatat bahwa sebagian permintaan terkait AI racks kini mengalami pergeseran jadwal hingga tahun 2027. Namun, bank tersebut menilai kondisi ini lebih merupakan penundaan waktu pengiriman daripada hilangnya pesanan. Para analis Morgan Stanley juga meyakini bahwa sebagian kapasitas produksi saat ini dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan TPU lainnya. Karena itu, elemen terpenting dari laporan keuangan Broadcom kemungkinan bukanlah hasil kuartal saat ini, melainkan komentar manajemen mengenai prospek bisnis tahun 2027.
Industri semikonduktor saat ini sedang menikmati fase pertumbuhan yang sangat jarang terjadi di pasar negara maju. Fenomena tersebut didorong oleh belanja modal (CAPEX) dalam jumlah besar dari hyperscaler global dan perusahaan yang mengembangkan teknologi AI. Dalam lingkungan seperti ini, leverage operasional menjadi sangat tinggi, sementara tingkat kepastian terhadap proyeksi jangka panjang masih relatif terbatas. Oleh karena itu, komentar perusahaan mengenai kecepatan pertumbuhan di masa mendatang akan menjadi faktor penting dalam menentukan valuasi saham. Pendapatan Broadcom dari bisnis AI bahkan diperkirakan berpotensi melampaui USD 120 miliar di masa depan, lebih tinggi dibandingkan target manajemen sebelumnya yang hanya menyebut angka di atas USD 100 miliar.
Meskipun prospek AI tetap sangat kuat, sejumlah analis mencatat bahwa diskusi terbaru dalam rantai pasok semikonduktor Asia menunjukkan pandangan yang sedikit kurang optimistis dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Hal tersebut dapat membatasi ruang bagi revisi positif lebih lanjut terhadap proyeksi bisnis. Namun demikian, beberapa bank investasi masih melihat peluang kenaikan guidance apabila program ASIC terus berkembang. Topik lain yang menjadi perhatian adalah potensi persaingan dari MediaTek dalam rantai pasok TPU milik Google.
Morgan Stanley menilai ancaman tersebut masih dapat dikelola dan memperkirakan hanya sekitar 15% konten TPU yang berpotensi terdampak. Menurut para analis, Broadcom kemungkinan besar akan mempertahankan sebagian besar bisnisnya karena mengganti pemasok utama pada skala sebesar ini merupakan proses yang kompleks dan berisiko tinggi. Isu tersebut dapat menjadi salah satu topik penting apabila manajemen memilih untuk membahasnya dalam konferensi hasil keuangan.
AVGO.US (D1)
Dari sudut pandang teknikal menjelang laporan keuangan, harga saham Broadcom saat ini tertahan di area Fibonacci Extension 161,8%, yang ditarik dari pergerakan harga antara Desember 2025 hingga April 2026. Jika skenario bullish berlanjut, target kenaikan berikutnya berada di sekitar USD 600 per saham. Level tersebut bertepatan dengan area pertemuan Fibonacci Extension 423,6% dari pergerakan tahun 2025 dan extension baru dari pola tahun 2026. Potensi resistance tambahan juga dapat berasal dari kanal tren naik yang ditandai dengan garis merah pada grafik. Sebaliknya, apabila terjadi koreksi, area support pertama sekaligus target penurunan awal berada di sekitar USD 430 per saham. Sumber: xStation5
Daily Summary: Saham AS Bergerak Mixed di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Saham Hewlett Packard Enterprise Melonjak Jelang Laporan Q2 FY2026
Bitcoin Tertinggal, Strategy Mulai Jual BTC?
US OPEN: Wall Street Terbelah antara AI dan Risiko Geopolitik
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.