Reli USDJPY tertahan di moving average 200-periode seiring stagnasi pergerakan dolar AS hari ini. Tekanan terhadap yen juga mereda karena imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) mengalami koreksi, setelah sebelumnya naik tajam akibat kekhawatiran investor menjelang pemilu parlemen Jepang.
Sumber: xStation5
Imbal hasil obligasi 10-tahun Jepang melonjak sekitar 45 basis poin sejak April, didorong oleh ketidakpastian hubungan dagang Jepang-AS serta kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal Jepang. Dukungan terhadap Perdana Menteri Ishiba menurun, sementara semua partai utama yang bertarung dalam pemilu berada di bawah tekanan publik untuk menerapkan kebijakan ekspansi fiskal guna meredam lonjakan harga pangan. Harapan akan peningkatan belanja negara menekan sentimen investor terhadap ekonomi Jepang, memperlemah yen, dan mendorong imbal hasil naik.
Sumber: XTB Research
Namun, sesi perdagangan hari ini menunjukkan adanya jeda dalam tekanan jual di pasar obligasi. Imbal hasil JGB tenor 30 dan 40 tahun turun sekitar 10 basis poin, sementara imbal hasil 10-tahun kembali ke kisaran 1,57–1,58%.
Meskipun demikian, penguatan yen ini diperkirakan bersifat sementara. Ketidakpastian pemilu dan potensi terbentuknya pemerintahan minoritas tetap menjadi risiko utama bagi yen — apalagi di tengah kekhawatiran meningkatnya ancaman stagflasi. Sentimen ini juga tercermin di pasar opsi, di mana risk reversal berbalik positif untuk pertama kalinya sejak September 2024, menandakan peningkatan permintaan perlindungan risiko terhadap penguatan USDJPY.
Sumber: Vassilis Karamanis untukBloomberg
Data makro AS kuat: klaim pengangguran lebih rendah dari perkiraan, Philly Fed naik
Apa yang mendorong reli Wall Street?
PHK “AI”: Apakah ini sekadar fiksi?
Saham Allbirds melonjak lebih dari 500% dalam satu sesi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.