16.42 · 27 Juli 2026

China Bangun Mesin Chip, ASML Tertekan

China kembali mengirimkan sinyal kepada pasar bahwa negara tersebut ingin mempercepat pembangunan ekosistem teknologinya sendiri.

Dalam beberapa pekan terakhir, Beijing mengejutkan pasar global melalui rangkaian perkembangan terkait kecerdasan buatan dan semikonduktor.

Pertama, muncul laporan mengenai kemajuan chip AI yang dikembangkan di dalam negeri.

Kemudian, perhatian global beralih kepada model Kimi K3 milik Moonshot AI yang berdasarkan informasi tersedia diklaim memiliki kemampuan sebanding dengan sejumlah solusi paling canggih yang dikembangkan pemimpin teknologi Barat seperti OpenAI dan Anthropic.

Kini, China mengambil langkah lain yang jauh lebih fundamental.

Menurut sejumlah laporan media, Beijing telah mulai memproduksi mesin litografi DUV domestik, yaitu peralatan yang digunakan dalam proses manufaktur semikonduktor.

Teknologi tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu keterbatasan terbesar bagi industri chip China.

Apabila laporan tersebut terkonfirmasi, perkembangan ini dapat menjadi salah satu peristiwa terpenting dalam sektor teknologi China.

Langkah tersebut menunjukkan upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok asing, bukan hanya dalam hal chip semikonduktor, tetapi juga peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksinya.

Kabar tersebut dengan cepat tercermin di pasar keuangan.

Saham ASML, produsen mesin litografi terbesar di dunia, mengalami tekanan ketika investor mulai menilai kembali risiko jangka panjang dari perkembangan teknologi alternatif asal China.

 

Sumber: XTB Research

Namun, perkembangan ini tidak berarti posisi ASML tiba-tiba terancam.

Perusahaan asal Belanda tersebut masih memiliki keunggulan teknologi yang sangat besar, terutama dalam bidang mesin EUV tercanggih yang dibutuhkan untuk memproduksi chip paling kompleks di dunia.

Meski demikian, reaksi pasar menunjukkan bahwa investor semakin memperhatikan kecepatan China dalam mengurangi ketergantungan terhadap pemasok teknologi asing.

Mesin litografi termasuk salah satu sistem industri paling kompleks di dunia.

Peralatan ini memungkinkan pola yang sangat presisi dicetak pada wafer silikon, yang kemudian digunakan untuk memproduksi prosesor modern.

Selama beberapa dekade, pasar tersebut hanya dikuasai oleh segelintir perusahaan.

ASML berhasil membangun posisi unik karena teknologinya telah menjadi salah satu fondasi utama industri semikonduktor global.

Akses terhadap teknologi tersebut juga menjadi salah satu bagian penting dalam persaingan antara Amerika Serikat dan China.

Pembatasan ekspor dirancang untuk memperlambat pengembangan chip tercanggih oleh Beijing.

Namun, hasilnya menjadi lebih kompleks dari yang diperkirakan.

Alih-alih menghentikan ambisi teknologi China, pembatasan tersebut justru mempercepat investasi pada solusi domestik.

China mulai membangun rantai pasok sendiri yang mencakup desain chip, manufaktur semikonduktor, dan peralatan yang digunakan dalam pabrik chip.

Dalam konteks tersebut, pengembangan mesin DUV domestik memiliki arti yang sangat penting.

Perkembangan ini tidak hanya berkaitan dengan penciptaan satu jenis peralatan, tetapi juga upaya memperoleh kemampuan yang selama puluhan tahun terkonsentrasi di tangan perusahaan Barat.

Tentu saja, hal ini tidak berarti China telah mencapai tingkat teknologi yang sama dengan pemimpin global.

Mesin EUV tercanggih masih berada di luar jangkauan industri China, sementara keunggulan ASML di area tersebut masih sangat besar.

Pengembangan teknologi yang benar-benar kompetitif akan membutuhkan kemajuan selama bertahun-tahun.

Namun, Beijing tidak harus langsung mencapai keunggulan teknologi penuh.

Tujuan utamanya adalah membangun ekosistem yang cukup maju untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok asing dan melindungi industri domestik dari pembatasan pada masa depan.

Pendekatan serupa juga terlihat dalam bidang kecerdasan buatan.

Keberhasilan DeepSeek, kemudian perkembangan Moonshot AI dan model Kimi K3, memberikan sinyal bahwa perusahaan China mampu menciptakan solusi yang jauh lebih kompetitif daripada perkiraan sebelumnya.

Hingga baru-baru ini, keunggulan teknologi Barat dipandang sebagai benteng besar yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikejar China.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kesenjangan tersebut mungkin jauh lebih kecil daripada yang sebelumnya diasumsikan.

Hal ini tidak berarti China telah menyamai Amerika Serikat dan sekutunya.

Perusahaan Barat masih memiliki keunggulan besar dalam berbagai bidang penting.

Nvidia tetap menjadi pemimpin dalam pasar chip AI tercanggih.

TSMC menguasai produksi semikonduktor paling kompleks di dunia.

ASML juga mempertahankan posisi unik dalam teknologi litografi terdepan.

Namun, karakter persaingan itu sendiri mulai berubah.

China menunjukkan kesediaan untuk menginvestasikan sumber daya besar dalam pengembangan teknologi sendiri dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pemasok asing.

Bagi pasar semikonduktor global, perkembangan tersebut dapat menandai awal dari dunia teknologi yang semakin terfragmentasi.

Selama bertahun-tahun, industri chip beroperasi sebagai satu ekosistem global yang saling terhubung, dengan berbagai negara memiliki spesialisasi pada bagian tertentu dari rantai pasok.

Amerika Serikat berfokus pada desain chip, Taiwan pada produksi semikonduktor tercanggih, dan Eropa pada teknologi penting seperti peralatan litografi.

Kini, China berusaha membangun versinya sendiri dari sistem tersebut.

Arti terbesar dari dimulainya produksi mesin DUV domestik bukan hanya terletak pada teknologinya.

Hal yang jauh lebih penting adalah upaya Beijing untuk mengambil kendali atas bagian penting lain dalam rantai pasok semikonduktor.

Bagi ASML, perkembangan tersebut belum berarti berakhirnya dominasi perusahaan.

Teknologi China masih membutuhkan perjalanan panjang sebelum benar-benar dapat bersaing dengan sistem tercanggih.

Namun, bagi investor, hal ini menjadi sinyal penting bahwa struktur pasar semikonduktor global dapat mulai berubah secara bertahap.

Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China tidak lagi hanya berkaitan dengan siapa yang mampu menciptakan chip terbaik atau model kecerdasan buatan paling canggih.

Persaingan tersebut kini juga mencakup kendali atas seluruh infrastruktur yang memungkinkan teknologi tersebut dikembangkan.

Dimulainya produksi mesin DUV domestik menunjukkan bahwa Beijing tidak ingin hanya menjadi pelanggan teknologi Barat.

China sedang berusaha menjadi salah satu produsennya.

Karena itu, perkembangan ini dapat menjadi salah satu peristiwa terpenting bagi seluruh pasar semikonduktor.

 

Sumber: xStation5

 

27 Juli 2026, 18.48

Daily Summary: Saham Chip Tekan Wall Street

27 Juli 2026, 17.40

Nasdaq Tertekan oleh Persaingan Chip China

27 Juli 2026, 16.12

Arus Dana ETF Tembus Rekor Baru

27 Juli 2026, 15.10

Micron Hadapi Persaingan Ketat di Pasar DRAM

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.