Raksasa asuransi Amerika Serikat Chubb (CB.US) telah ditunjuk sebagai penanggung utama dalam program yang didukung oleh U.S. International Development Finance Corporation (DFC) untuk memulihkan aktivitas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz di tengah meningkatnya risiko akibat perang dengan Iran. Program tersebut mencakup mekanisme reasuransi hingga $20 miliar untuk menanggung potensi kerugian terkait perang.
- Program asuransi ini mencakup badan kapal, mesin, serta kargo yang diangkut, termasuk juga kerusakan lingkungan seperti biaya pembersihan jika terjadi tumpahan minyak. Chubb akan menyediakan perlindungan asuransi langsung kepada pemilik kapal serta mengoordinasikan informasi mengenai kapal dan kargo yang melintasi kawasan tersebut.
- Inisiatif ini bertujuan mengurangi kelumpuhan aktivitas pelayaran di kawasan tersebut. Dalam kondisi normal, sekitar 15 juta barel minyak mentah dan sekitar 5 juta barel produk minyak olahan melewati Selat Hormuz setiap hari. Namun sejak pecahnya konflik, lalu lintas tanker menurun signifikan akibat meningkatnya risiko serangan.
- Dalam beberapa hari terakhir juga terjadi sejumlah insiden keamanan tambahan. Menurut UK Maritime Trade Operations, tiga kapal di lepas pantai Iran terkena proyektil, yang mengonfirmasi tingginya risiko operasional bagi perusahaan pelayaran.
- Selat Hormuz tetap menjadi titik chokepoint penting bagi pasar minyak global, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi jalur ekspor utama energi dari kawasan tersebut.
- Pemerintahan Donald Trump telah memberi sinyal kemungkinan tindakan militer tambahan jika Iran mencoba memblokir pengiriman melalui selat tersebut. Dalam skenario konflik yang berkepanjangan, Angkatan Laut AS juga dapat mengawal tanker minyak yang melintasi jalur tersebut.
- Para analis mencatat bahwa pemulihan arus perdagangan yang stabil kemungkinan membutuhkan kombinasi perlindungan militer terhadap jalur pelayaran serta mekanisme asuransi yang mampu mengurangi risiko finansial bagi pemilik kapal dan operator logistik.
- Evan Greenberg, Chairman dan CEO Chubb (CB.US), menyatakan bahwa perusahaan bangga memimpin program ini bersama pemerintah AS dan DFC. Ia menekankan bahwa perdagangan yang melewati Selat Hormuz memainkan peran penting dalam perekonomian global dan bahwa perlindungan asuransi bagi kapal sangat penting untuk memulihkan arus perdagangan.
- Dalam laporan keuangan 2025, Chubb mencatat pendapatan underwriting properti dan casualty sebesar $6,53 miliar, meningkat 11,6% secara tahunan. Perusahaan juga membukukan combined ratio sebesar 85,7%, yang mencerminkan profitabilitas underwriting yang sangat kuat.
Mengapa Ini Bisa Menjadi Peluang Bisnis
- Premi asuransi lebih tinggi: Dalam kondisi perang, premi war-risk insurance untuk tanker dapat meningkat berkali-kali lipat.
- Skala pasar besar: Sekitar 20 juta barel minyak dan produk petroleum biasanya melewati Selat Hormuz setiap hari, menciptakan pasar potensial besar bagi layanan asuransi.
- Posisi sebagai penanggung utama: Chubb menjadi pemain sentral dalam program ini, memperkuat posisinya di pasar asuransi maritim dan energi global.
- Hubungan dengan pemerintah AS: Kerja sama dengan DFC dapat membuka peluang kontrak tambahan terkait proyek energi dan infrastruktur.
Mengapa Belum Tentu Menghasilkan Profit Besar dalam Jangka Pendek
- Reasuransi yang didukung negara: Hingga $20 miliar perlindungan disediakan oleh DFC, sehingga sebagian risiko dan margin diatur dan tidak dapat dinaikkan secara bebas.
- Risiko bencana tinggi: Tenggelamnya supertanker VLCC dapat menyebabkan kerugian miliaran dolar, termasuk nilai kapal, kargo, dan kerusakan lingkungan.
- Pembagian risiko: Perusahaan asuransi biasanya membagi eksposur melalui sindikasi, sehingga Chubb tidak menanggung seluruh risiko sendirian.
Pada akhirnya, nilai terbesar mungkin tidak hanya berasal dari keuntungan langsung, tetapi juga dari potensi dominasi jangka panjang di pasar asuransi pelayaran berisiko perang, akses terhadap data arus perdagangan minyak global, serta penguatan reputasi sebagai penyedia asuransi untuk infrastruktur strategis.
Saham Chubb (D1)
Saham Chubb belum menunjukkan kenaikan sebagai respons terhadap kabar kontrak pemerintah tersebut. Investor mungkin khawatir bahwa perusahaan mengambil risiko yang sulit dimonetisasi dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, kontrak ini berpotensi sangat menguntungkan—terutama jika tidak terjadi insiden besar pada kapal yang diasuransikan oleh Chubb.

Sumber: xStation5
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
Daily Summary: Brent di $100, Saham Tutup Merah
AMZN: Awal Akhir Mimpi AI?
BlackRock: Masalah Besar, Bukan Krisis
US OPEN: Wall Street Naik Tipis Meski GDP AS Mengecewakan