Uber Technologies (UBER) mengajukan penawaran akuisisi formal sebesar €33 per saham untuk Delivery Hero asal Jerman, yang menilai perusahaan tersebut di kisaran €10 miliar ($11,6 miliar). CEO Dara Khosrowshahi secara pribadi terbang ke Oslo untuk mempresentasikan kesepakatan ini kepada ketua dewan pengawas Delivery Hero. Uber secara diam-diam membangun kepemilikan 19,5% ditambah 5,6% dalam bentuk opsi, menjadikannya pemegang saham terbesar. Namun tawaran awal tersebut ditolak, dengan sejumlah investor menuntut harga di atas €40 per saham. Akhir pekan ini, dewan direksi Uber mengadakan pertemuan untuk membahas kemungkinan menaikkan penawaran. DoorDash juga ikut mengincar, terutama tertarik pada operasi Delivery Hero di kawasan Timur Tengah.
Yang Didapat Uber: 65 Negara dan Senjata Melawan DoorDash
Kesepakatan ini pada dasarnya soal geografi. Segmen delivery Uber tumbuh 34% YoY menjadi $5,07 miliar di Q1 2026, tetapi pertumbuhan tersebut terkonsentrasi di pasar yang sudah didominasi: AS, Australia, Jepang, dan Inggris. Di luar wilayah tersebut, DoorDash telah melakukan konsolidasi secara agresif, mengakuisisi Deliveroo di Inggris sementara Prosus menyelesaikan pembelian Just Eat Takeaway senilai €4,1 miliar. Delivery Hero beroperasi di sekitar 65 negara dengan pendapatan FY2025 sebesar €14,8 miliar dan adjusted EBITDA di atas €900 juta. Segmen MENA-nya saja (Talabat, HungerStation) mencapai penetrasi langganan 61% di Arab Saudi. Mengakuisisi Delivery Hero akan menutup celah geografis terbesar Uber dalam satu langkah.
Apakah Uber Mampu Membiayainya?
Uber menghasilkan free cash flow sebesar $2,3 miliar hanya di Q1 2026, mengakhiri kuartal tersebut dengan kas dan investasi jangka pendek senilai $6,1 miliar, serta memiliki otorisasi buyback sebesar $20 miliar yang dapat dialihkan. Di Q1, Uber menghabiskan $3 miliar untuk buyback saham. Memperlambat program tersebut akan membebaskan modal yang signifikan. Dengan pendapatan trailing twelve-month sebesar $53,7 miliar dan adjusted EBITDA $8,7 miliar, Uber memiliki kapasitas finansial untuk menyerap kesepakatan bahkan di harga €40+ per saham. Risiko utamanya: minat DoorDash dapat memaksa Delivery Hero dipecah dan dijual per bagian, bukan diakuisisi secara utuh, yang secara strategis kurang menguntungkan bagi Uber. Berdasarkan hukum Jerman, melewati ambang kepemilikan 30% akan memicu kewajiban penawaran wajib untuk sisa saham, yang berarti posisi Uber saat ini dirancang untuk mempertahankan daya ungkit sambil menjaga opsi tetap terbuka.

Sumber: XTB Research Indonesia
US OPEN: Wall Street Dekati Rekor Baru di Tengah Euforia AI
IBM Pimpin Pendanaan Kuantum AS Senilai USD 2 Miliar
Walmart Anjlok Meski Earnings Masih Solid
Saham Quantum Meledak Usai Hibah USD 2 Miliar AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.