Data CPI AS Agustus secara umum sesuai dengan perkiraan headline, tetapi core CPI bulanan yang lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 0,3% menunjukkan tekanan harga yang mendasari ekonomi masih sulit mereda. Dengan momentum inflasi bulanan kembali meningkat, The Federal Reserve menghadapi keputusan yang semakin sulit mengenai arah kebijakan moneternya dalam beberapa bulan ke depan.
Rincian Utama Data CPI Agustus
- CPI MoM: +0,4% vs +0,4% ekspektasi (sebelumnya: +0,1%)
- CPI YoY: 3,4% vs 3,4% ekspektasi (sebelumnya: 3,4%)
- Core CPI MoM: +0,3% vs +0,2% ekspektasi (sebelumnya: +0,2%)
- Core CPI YoY: 2,4% vs 2,4% ekspektasi (sebelumnya: 2,5%)
Sebelum data dirilis, market memperhitungkan probabilitas sekitar 68% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September, dengan total pengetatan sekitar 43,7 basis poin hingga akhir tahun.
Meski inflasi tahunan tetap stabil di 3,4% dan core CPI tahunan melambat tipis menjadi 2,4%, percepatan core CPI bulanan menjadi 0,3% menjadi sorotan utama dalam laporan ini. Kenaikan yang tidak diperkirakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan inflasi inti masih persisten dan membuat prospek penurunan inflasi menjadi lebih kompleks.
Dengan posisi pasar sebelum rilis data yang sudah condong ke arah FOMC yang lebih hawkish, core CPI yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memberikan tekanan naik tambahan terhadap Treasury yield dan mendukung penguatan dolar AS. The Fed kini menghadapi pilihan yang semakin sulit: mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk meredam tekanan inflasi inti, atau menghindari pengetatan berlebihan yang dapat membebani momentum ekonomi.
Namun, kenaikan core CPI hanya berbeda tipis dari konsensus dan bukan merupakan kejutan inflasi yang besar. Karena itu, reaksi pasar sejauh ini masih relatif terkendali. Emas tetap bertahan di atas US$4.325 per ons.
CPI AS Bisa Tentukan Arah The Fed
Konflik AS-Iran Ancam Pasokan Minyak dari Dua Jalur Utama
Rate Hike Jepang Bisa Jadi Masalah Baru untuk US Treasury
Market Wrap: Yield AS Naik, Minyak Bertahan di Atas US$100
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.