Amerika Serikat
-
Indeks saham AS bergerak beragam. Dow Jones turun sekitar 0,3%, S&P 500 bergerak di sekitar level pembukaan, sementara Nasdaq 100 mencatat kenaikan tipis. Penguatan terutama terkonsentrasi pada sektor teknologi dan energi, sedangkan saham sektor konsumen tertinggal.
-
Timur Tengah tetap menjadi sumber utama volatilitas pasar. Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap target militer Iran, sementara Iran merespons dengan menyerang pangkalan militer AS. Media Iran juga melaporkan bahwa pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat telah ditangguhkan. Pasar kembali memperhitungkan risiko terhadap jalur pelayaran di Teluk Persia. Menjelang akhir sesi, Donald Trump menyatakan bahwa Israel dan Hezbollah diperkirakan akan menghentikan operasi militer mereka.
-
Nvidia memperkenalkan chip baru untuk komputer pribadi yang dirancang untuk menghadirkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) langsung ke laptop dan komputer desktop. Berita ini mendukung sentimen positif terhadap saham teknologi, khususnya segmen AI.
-
Anthropic secara rahasia telah mengajukan dokumen untuk melakukan IPO di Amerika Serikat.
-
Hewlett Packard Enterprise menguat menjelang pengumuman hasil keuangan kuartal kedua. Saham perusahaan naik sekitar 5% dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di tengah optimisme berkelanjutan terhadap permintaan server AI.
-
Komentar CEO Nvidia mengenai gangguan yang lebih kecil dari perkiraan bagi perusahaan perangkat lunak turut mendukung saham Software as a Service (SaaS) baik di Amerika Utara maupun Eropa.
-
Indeks ISM Manufacturing Amerika Serikat naik menjadi 54,0 pada bulan Mei dari sebelumnya 52,7, yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2022. Angka tersebut juga melampaui ekspektasi pasar.
-
Komponen pesanan baru (new orders) meningkat menjadi 56,8, namun indeks harga tetap berada pada level yang sangat tinggi di 82,1. Data ini mengonfirmasi bahwa aktivitas ekonomi terus membaik sekaligus menunjukkan risiko tekanan inflasi yang dapat bertahan dalam jangka waktu lebih lama.
Eropa
- Indeks saham Eropa menutup sesi perdagangan di zona negatif. STOXX 600 turun sekitar 0,8% seiring kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
- Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Kyrylo Budanov, menyatakan bahwa gencatan senjata "sebelum musim dingin" merupakan skenario yang "realistis".
- Data PMI manufaktur Zona Euro menunjukkan bahwa laju perbaikan aktivitas ekonomi mulai melambat. Indeks turun menjadi 51,6 dari sebelumnya 52,2, meskipun masih berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi.
Forex
- Dolar AS menguat terhadap mata uang utama dunia. Indeks dolar naik sekitar 0,3%, EUR/USD turun menuju level 1,16, sementara USD/JPY mendekati level 160.
- Pasar valuta asing bereaksi terhadap kombinasi ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak, dan meningkatnya imbal hasil obligasi.
Komoditas
- Minyak Brent melonjak sekitar 4% ke kisaran USD 95 per barel. Pasar kembali memperhitungkan risiko gangguan lebih lanjut di Teluk Persia serta potensi hambatan dalam normalisasi jalur transportasi energi di kawasan tersebut.
- Harga emas justru turun meskipun risiko geopolitik meningkat. Harga spot emas melemah sekitar 1,9% menjadi USD 4.451 per ons, karena penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi mengurangi daya tarik logam mulia tersebut.
Kripto
- Pasar cryptocurrency masih menunjukkan kinerja yang lebih lemah dibandingkan pasar saham.
- Bitcoin memulai bulan Juni di sekitar level USD 73.000 di tengah arus keluar dana dari ETF Bitcoin dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Ethereum juga turun sekitar 2%.
- Sentimen terhadap aset kripto semakin memburuk setelah Strategy menjual 35 Bitcoin.
Saham Robinhood Turun di Tengah Gugatan Terkait IPO 2021
Saham Hewlett Packard Enterprise Melonjak Jelang Laporan Q2 FY2026
Bitcoin Tertinggal, Strategy Mulai Jual BTC?
BREAKING: Iran Hentikan Dialog dengan AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.