- Harga gas turun: Kontrak natural gas (NATGAS) melemah sekitar 2% akibat rollover kontrak berjangka dan prakiraan cuaca AS yang lebih sejuk di akhir Agustus hingga awal September.
- Sorotan Nvidia: Pasar menantikan hasil keuangan Nvidia untuk Q2 2025 pada Rabu, yang berpotensi memengaruhi sentimen investor ke depan.
- Wall Street tertekan: Indeks AS didominasi pelemahan. Russell 2000 turun hampir 0,7%. Nasdaq sempat terkoreksi tapi berbalik naik 0,16%. S&P 500 melemah 0,14%.
- Pasar valas: Dolar Australia dan dolar AS memimpin penguatan terhadap sekeranjang mata uang. Euro dan yen Jepang justru melemah.
- Jerman: Indeks iklim bisnis Ifo naik ke 89,0 pada Agustus (dari 88,6 Juli) — level tertinggi dalam lebih dari setahun, menunjukkan perbaikan sentimen bisnis.
- Ørsted (ORSTED.DK): Saham anjlok 15% akibat sengketa dengan pemerintahan presiden terkait proyek ladang angin di wilayah Rhode Island.
- Christine Lagarde: Menyatakan pasar tenaga kerja Eropa telah berhasil melewati masa sulit, menandakan periode terburuk kemungkinan sudah berlalu.
- Moody’s: Menurunkan peringkat kredit Lower Austria karena kekhawatiran defisit anggaran yang meningkat.
- Pasar opsi: Investor semakin mengantisipasi kenaikan euro terhadap dolar. Eropa mengakhiri siklus pemangkasan suku bunga tanpa gangguan ekonomi besar, sementara tekanan pada The Fed untuk mempercepat pemangkasan suku bunga terus bertambah.
- AS – Data perumahan: Juli menunjukkan data penjualan rumah baru yang beragam. Hasil lebih baik dari ekspektasi, namun laju pertumbuhan melambat dibanding Juni.
- Kripto: Memulai pekan dengan pelemahan. Bitcoin jatuh dari $118.000 ke $112.000, Ethereum turun lebih dari 5% ke bawah $4.600, dan altcoin lain ikut melemah akibat aksi ambil untung serta penguatan dolar.
Daily Summary - Wall Street Cetak Rekor Baru di Tengah Euforia AI
Trump dan Warsh Siapkan Revolusi Baru di The Fed
Waller Guncang Pasar dengan Nada Hawkish
Fokus Pasar Pekan Depan: PCE AS dan Arah The Fed
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.